<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:series="https://publishpress.com/"
	
	>
<channel>
	<title>
	Komentar di: Khilafah. Untuk Tuhan atau Keluarga?	</title>
	<atom:link href="https://judhianto.com/agama/khilafah-untuk-tuhan-atau-keluarga/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://judhianto.com/agama/khilafah-untuk-tuhan-atau-keluarga/</link>
	<description>Iman, Realitas dan Pertanyaan Tentangnya</description>
	<lastBuildDate>Thu, 25 Jun 2026 02:21:18 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1</generator>
	<item>
		<title>
		Oleh: dedisupriyatna		</title>
		<link>https://judhianto.com/agama/khilafah-untuk-tuhan-atau-keluarga/comment-page-1/#comment-4391</link>

		<dc:creator><![CDATA[dedisupriyatna]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 30 Aug 2020 04:02:28 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.NontonDunia.net/?p=3682#comment-4391</guid>

					<description><![CDATA[artikel yg bagus sehingga sangat sulit untuk menyanggah apa yg ditulis TS&#8230;kembali ke akar masalahnya,yg salah itu oknum bukan aturannya tapi kalo bukti nyata banyak masalah karena aturan tersebut patut dipertanyakan aturannya]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>artikel yg bagus sehingga sangat sulit untuk menyanggah apa yg ditulis TS&#8230;kembali ke akar masalahnya,yg salah itu oknum bukan aturannya tapi kalo bukti nyata banyak masalah karena aturan tersebut patut dipertanyakan aturannya</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		Oleh: Penaklukmnctv		</title>
		<link>https://judhianto.com/agama/khilafah-untuk-tuhan-atau-keluarga/comment-page-1/#comment-4390</link>

		<dc:creator><![CDATA[Penaklukmnctv]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 30 Dec 2017 06:02:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.NontonDunia.net/?p=3682#comment-4390</guid>

					<description><![CDATA[Sebagai balasan untuk &lt;a href=&quot;https://judhianto.com/agama/khilafah-untuk-tuhan-atau-keluarga/comment-page-1/#comment-4385&quot;&gt;irfan syahputra&lt;/a&gt;.

Saya gak ngerti dengan komen anda mas irfan]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai balasan untuk <a href="https://judhianto.com/agama/khilafah-untuk-tuhan-atau-keluarga/comment-page-1/#comment-4385">irfan syahputra</a>.</p>
<p>Saya gak ngerti dengan komen anda mas irfan</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		Oleh: Judhianto		</title>
		<link>https://judhianto.com/agama/khilafah-untuk-tuhan-atau-keluarga/comment-page-1/#comment-4389</link>

		<dc:creator><![CDATA[Judhianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Aug 2017 12:48:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.NontonDunia.net/?p=3682#comment-4389</guid>

					<description><![CDATA[Sebagai balasan untuk &lt;a href=&quot;https://judhianto.com/agama/khilafah-untuk-tuhan-atau-keluarga/comment-page-1/#comment-4388&quot;&gt;Muhammad Faishal&lt;/a&gt;.

&lt;b&gt;@Muhammad Faishal:&lt;/B&gt; yang saya sampaikan adalah sejarah yang sudah terjadi. Kalau anda merasa ada yang salah, tolong tunjukkan di fakta sejarah yang bagian mana.

Sebagus apapun teori atau deskripsi anda tentang Khilafah, hasilnya diuji dengan fakta sejarah seperti yang saya sampaikan.

Kalau hanya teori, tiap ideologi (seperti Khilafah, Komunisme, Sosialisme, Liberalisme) bisa membual sehebat-hebatnya :)]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai balasan untuk <a href="https://judhianto.com/agama/khilafah-untuk-tuhan-atau-keluarga/comment-page-1/#comment-4388">Muhammad Faishal</a>.</p>
<p><b>@Muhammad Faishal:</b> yang saya sampaikan adalah sejarah yang sudah terjadi. Kalau anda merasa ada yang salah, tolong tunjukkan di fakta sejarah yang bagian mana.</p>
<p>Sebagus apapun teori atau deskripsi anda tentang Khilafah, hasilnya diuji dengan fakta sejarah seperti yang saya sampaikan.</p>
<p>Kalau hanya teori, tiap ideologi (seperti Khilafah, Komunisme, Sosialisme, Liberalisme) bisa membual sehebat-hebatnya 🙂</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		Oleh: Muhammad Faishal		</title>
		<link>https://judhianto.com/agama/khilafah-untuk-tuhan-atau-keluarga/comment-page-1/#comment-4388</link>

		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Faishal]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Aug 2017 08:20:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.NontonDunia.net/?p=3682#comment-4388</guid>

					<description><![CDATA[Penulis tidak mengerti Sistem Khilafah. Mempukul rata antara Khilafah Rasyidah yang berdasar kebenaran dengan sistem kerajaan.
Sistem Khilafah yang asli adalah Khilafah Rasyidah yang berdasarkan kebenaran, yaitu Zaman Abu Bakar r.a, Umar bin Khattab r.a, Usman bi Affan r.a, Ali bin Abi Thalib r.a dan Umar bin Abdul Aziz r.a.

Khilafah adalah system kekuasaan yang menjadikan Al Qur&#039;an dan Sunnah sebagai Imam tertinggi, maka Khalifah yang memangku jabatan  akan bisa digugat, diingatkan jika melanggar aturan tertinggi.  Ini terjadi zaman Umar bin Khattab yang diveto oleh Salman Al Farisi.
Umar : Taatlah engkau kepadaku, wahai kaum muslimin
Salman : Kami tidak akan taat, sebelum engkau menjelaskan mengapa engkau mendapat bagian dua kain sedang kami hanya satu kain. Salman melihat kain ghanimah umar ada dua bagian, karena badan Umar yang tinggi besar.
Lalu Umar meminta bantuan anaknya Abdullah bin Uma untuk menjelaskan perihal kain bagiannya yang diberikan kepada Umar.

System Khalifah zaman Umar bin Abdul Aziz berhasil membuat masyarakat adil makmur , gemah ripah loh jenawi. Sampai2 orang kebingungan untuk membayar zakat, dan akhirnya seluruh hutang warga negara entah itu kaya dan miskin dibayarkan negara. Kejahatan menjadi zero.
Saat itu berbondong-bondong orang masuk ke dalam Islam dan menjadi mualaf dan berhak mendapatkan bagian zakat
Lalu menteri keuangan berkata : Ya Khalifah, jika orang-orang berbondong-bondong masuk ke dalam Islam, maka alamat habis kas negara.
Umar menjawab : &quot;Memang itulah fungsi baitul Maal
Yaitu untuk mengentaskan 8 asnab : Faqir, miskin, amilin, ibnu sabil, mualaf, gharim, yatim, fi sabilillah.

Al Qur&#039;an dan Hadits adalah berasal dari Allah &#038; Rasulullah  bersifat mutlak, abadi, tidak bisa direvisi manusia. karenanya kebenaran system khilafah lebih terjaga dari hawa nafsu manusia.
Dibandingkan dengan UUD 45 yang telah diamandemen beberapa kali, dan banyak penyelewengannya karena dalam demokrasi sangat mudah dikuasai, didikte para pemodal, politisi dan militer.
Bumi Indonesia kaya, namun siapa yang paling menikmakmati kekayaannnya. Tambang-tambah, kekayaan alam di dikuasai asing ; Freeport, Chevron dsb. Padahal ini bertentangan dengan UUD 45 pasal 33.
Sedang untuk property, perbankan, perdaganan, impor, industri , rumah sakit dikuasai aseng/China. Meski sudah lahir dan menikamati kemakmuran di sini ,Indonesia hanya menjadi ibu tiri bagi mereka, ibu kandung mereka tetaplah RRC.

Antara ajaran wahyu dari Allah dan akal manusia sangat jauh berbeda.
Di negara ini warga keturunan China akan lebih diutamakan, karena kendali keuangan di tangan mereka. Maka peraturan bisa mereka tabrak dan langgar. Berapa banyak hutan digunduli, dan berapa trilyun bank dijebol dengan BLBI.
Indonesia baru berumur 70 th, dan sudah terjerumus dalam hutang yang sangat besar, dan masih banyak warganya yang terjerat dalam kemiskinan. Entah berapa lama RI bisa bertahan. Wallahu&#039;alam.

Saya bukan anggota HTI, namun sebagai umat Islam yang menyatakan bahwa Sumber hukum yang sah dan benar hanyalah Al Qur&#039;an dan Sunnah, bebas dari hawa nafsu manusia. bebas dari revisi dan amandemen.
JIka anda melihat sejarah orang-orang shaleh dalam masa khilfah, maka kita akan merasa sebagai penjahat dalam masa demokrasi sekuler ini.

Tidak ada ajaran yang benar selain Islam
Tidak ada kitab suci  yang benar selain Al Qur&#039;an
Tidak ada kitab suci yang demikian indah dibaca, lengkap dengan hukum2 bacaannya selain Al Qur&#039;an
Tidak ada kitab suci yang mampu dihafal jutaan orang di dunia ini, sama, tanpa perbedaan, selain Al Qur&#039;an.
Dan tidak ada amal ibadah yang harmoni, lebih dari 7 jt manusia tertib, semua mengerti dalam ajaran yang sama, seperti halnya ibadah haji dan umroh di Masjidil Haram.

Quote Zakir Naik :
&quot; JIka anda ingin tahu kebenaran maka bacalah kitab sucinya, bukan membaca/melihat kondisi umatnya&quot;.

Saat ini kondisi umat Islam terpuruk, namun sesuai hadits/berita dari Rasulullah akan tegak kembali Khilafah Al Mahdiyin, Khilafah yang berdarkan petunjuk. Sehingga saat itu seorang bekas pencuri dan bekas pembunuh menangis saat mendapatkan emas di tengah jalan, lalu melemparkan lagi.
&quot;Hanya gara2 ini aku mencuri &quot;
&quot;Hanya gara2 ini aku &quot;

Mereka menyesal berat telah berbuat kriminal dimasa lalu. Hidup ternyata demikian mudah saat keadilan dan ketaqwan ditegakkan berdasarkan aturan Allah. Dalam waktu singkat keadilan dan kemakmuran memenuhi seluruh bumi. Entah anda atau saya akan menyaksikan zaman itu atau tidak, namun insya Allah zaman itu pasti terjadi sesuai berita dari Rasulullah SAW.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Penulis tidak mengerti Sistem Khilafah. Mempukul rata antara Khilafah Rasyidah yang berdasar kebenaran dengan sistem kerajaan.<br />
Sistem Khilafah yang asli adalah Khilafah Rasyidah yang berdasarkan kebenaran, yaitu Zaman Abu Bakar r.a, Umar bin Khattab r.a, Usman bi Affan r.a, Ali bin Abi Thalib r.a dan Umar bin Abdul Aziz r.a.</p>
<p>Khilafah adalah system kekuasaan yang menjadikan Al Qur&#8217;an dan Sunnah sebagai Imam tertinggi, maka Khalifah yang memangku jabatan  akan bisa digugat, diingatkan jika melanggar aturan tertinggi.  Ini terjadi zaman Umar bin Khattab yang diveto oleh Salman Al Farisi.<br />
Umar : Taatlah engkau kepadaku, wahai kaum muslimin<br />
Salman : Kami tidak akan taat, sebelum engkau menjelaskan mengapa engkau mendapat bagian dua kain sedang kami hanya satu kain. Salman melihat kain ghanimah umar ada dua bagian, karena badan Umar yang tinggi besar.<br />
Lalu Umar meminta bantuan anaknya Abdullah bin Uma untuk menjelaskan perihal kain bagiannya yang diberikan kepada Umar.</p>
<p>System Khalifah zaman Umar bin Abdul Aziz berhasil membuat masyarakat adil makmur , gemah ripah loh jenawi. Sampai2 orang kebingungan untuk membayar zakat, dan akhirnya seluruh hutang warga negara entah itu kaya dan miskin dibayarkan negara. Kejahatan menjadi zero.<br />
Saat itu berbondong-bondong orang masuk ke dalam Islam dan menjadi mualaf dan berhak mendapatkan bagian zakat<br />
Lalu menteri keuangan berkata : Ya Khalifah, jika orang-orang berbondong-bondong masuk ke dalam Islam, maka alamat habis kas negara.<br />
Umar menjawab : &#8220;Memang itulah fungsi baitul Maal<br />
Yaitu untuk mengentaskan 8 asnab : Faqir, miskin, amilin, ibnu sabil, mualaf, gharim, yatim, fi sabilillah.</p>
<p>Al Qur&#8217;an dan Hadits adalah berasal dari Allah &amp; Rasulullah  bersifat mutlak, abadi, tidak bisa direvisi manusia. karenanya kebenaran system khilafah lebih terjaga dari hawa nafsu manusia.<br />
Dibandingkan dengan UUD 45 yang telah diamandemen beberapa kali, dan banyak penyelewengannya karena dalam demokrasi sangat mudah dikuasai, didikte para pemodal, politisi dan militer.<br />
Bumi Indonesia kaya, namun siapa yang paling menikmakmati kekayaannnya. Tambang-tambah, kekayaan alam di dikuasai asing ; Freeport, Chevron dsb. Padahal ini bertentangan dengan UUD 45 pasal 33.<br />
Sedang untuk property, perbankan, perdaganan, impor, industri , rumah sakit dikuasai aseng/China. Meski sudah lahir dan menikamati kemakmuran di sini ,Indonesia hanya menjadi ibu tiri bagi mereka, ibu kandung mereka tetaplah RRC.</p>
<p>Antara ajaran wahyu dari Allah dan akal manusia sangat jauh berbeda.<br />
Di negara ini warga keturunan China akan lebih diutamakan, karena kendali keuangan di tangan mereka. Maka peraturan bisa mereka tabrak dan langgar. Berapa banyak hutan digunduli, dan berapa trilyun bank dijebol dengan BLBI.<br />
Indonesia baru berumur 70 th, dan sudah terjerumus dalam hutang yang sangat besar, dan masih banyak warganya yang terjerat dalam kemiskinan. Entah berapa lama RI bisa bertahan. Wallahu&#8217;alam.</p>
<p>Saya bukan anggota HTI, namun sebagai umat Islam yang menyatakan bahwa Sumber hukum yang sah dan benar hanyalah Al Qur&#8217;an dan Sunnah, bebas dari hawa nafsu manusia. bebas dari revisi dan amandemen.<br />
JIka anda melihat sejarah orang-orang shaleh dalam masa khilfah, maka kita akan merasa sebagai penjahat dalam masa demokrasi sekuler ini.</p>
<p>Tidak ada ajaran yang benar selain Islam<br />
Tidak ada kitab suci  yang benar selain Al Qur&#8217;an<br />
Tidak ada kitab suci yang demikian indah dibaca, lengkap dengan hukum2 bacaannya selain Al Qur&#8217;an<br />
Tidak ada kitab suci yang mampu dihafal jutaan orang di dunia ini, sama, tanpa perbedaan, selain Al Qur&#8217;an.<br />
Dan tidak ada amal ibadah yang harmoni, lebih dari 7 jt manusia tertib, semua mengerti dalam ajaran yang sama, seperti halnya ibadah haji dan umroh di Masjidil Haram.</p>
<p>Quote Zakir Naik :<br />
&#8221; JIka anda ingin tahu kebenaran maka bacalah kitab sucinya, bukan membaca/melihat kondisi umatnya&#8221;.</p>
<p>Saat ini kondisi umat Islam terpuruk, namun sesuai hadits/berita dari Rasulullah akan tegak kembali Khilafah Al Mahdiyin, Khilafah yang berdarkan petunjuk. Sehingga saat itu seorang bekas pencuri dan bekas pembunuh menangis saat mendapatkan emas di tengah jalan, lalu melemparkan lagi.<br />
&#8220;Hanya gara2 ini aku mencuri &#8221;<br />
&#8220;Hanya gara2 ini aku &#8221;</p>
<p>Mereka menyesal berat telah berbuat kriminal dimasa lalu. Hidup ternyata demikian mudah saat keadilan dan ketaqwan ditegakkan berdasarkan aturan Allah. Dalam waktu singkat keadilan dan kemakmuran memenuhi seluruh bumi. Entah anda atau saya akan menyaksikan zaman itu atau tidak, namun insya Allah zaman itu pasti terjadi sesuai berita dari Rasulullah SAW.</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		Oleh: gajah susanto		</title>
		<link>https://judhianto.com/agama/khilafah-untuk-tuhan-atau-keluarga/comment-page-1/#comment-4387</link>

		<dc:creator><![CDATA[gajah susanto]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 09 Nov 2016 22:28:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.NontonDunia.net/?p=3682#comment-4387</guid>

					<description><![CDATA[di th 2016 ini gejala gejala elemen elemen kefanatikan agama semakin kuat di Indonesia, mulai rakyat sampai tokoh2 sudah mulai ikut berpartisipasi, baik disadari ataupun tidak. Nilai nilai kebangsaan sudah mulai memudar, berganti menjadi kefanatikan terhadap agama. Penanaman nilai nilai kefanatikan agama  semakin menguat sejak masih balita, sedangkan nilai2 kebangsaan semakin melemah dan kurang mendapat perhatian..

Saya hanya sedih, sampai kapan NKRI ini bertahan bila kondisinya seperti ini. Saya khawatir satu generasi lagi, agama tertentu akan menguasai segala bidang kehidupan di Indonesia, termasuk kehidupan bernegara. Padahal Indonesia ini plural, majemuk. Para tokoh nasional dan ulama pendiri bangsa ini sudah sangat bijak saat mendeklarasikan dan mendirikan negara ini dengan Pancasila.

Belajarlah dari sejarah. Bagaimana Eropa saat agama masih menguasai kehidupan negara. Korupsi dan penyelewengan terpusat pada pemilik kekuasaan agama saat itu, sedangkan terhadap rakyat diberlakukan hukuman yg kejam dan brutal.
Sampai pada akhirnya, rakyat sadar untuk memisahkan agama dari kekuasaan negara dan hasilnya rakyat sekarang hidup dalam kedamaian dan kemakmuran.

Tetapi kondisi di Timur Tengah masih memberlakukan seperti Eropa saat abad kegelapan, yang terjadi sekarang adalah perang dan konflik tak berkesudahan. Bahkan para imigran asal Timteng di Eropa pun mulai menyuarakan partisipasi agama dalam ruang publik di Eropa, sehingga ada kekhawatiran rakyat Eropa asli akan kembali ke masa suram abad lalu.

Dan saat ini di Indonesia sedang terjadi mengarah kearah sana ? Satu generasi lagi diusia kita yg sudah dewasa ini mungkin sudah tidak ada lagi, tentunya tantangan anak cucu kita yg akan melewatinya. Semoga saja para pemimpin kita menyadari akan nilai nilai kebangsaan yg kurang ditanamkan sejak dini ini dihidupkan lagi, agar NKRI tetap terjaga.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>di th 2016 ini gejala gejala elemen elemen kefanatikan agama semakin kuat di Indonesia, mulai rakyat sampai tokoh2 sudah mulai ikut berpartisipasi, baik disadari ataupun tidak. Nilai nilai kebangsaan sudah mulai memudar, berganti menjadi kefanatikan terhadap agama. Penanaman nilai nilai kefanatikan agama  semakin menguat sejak masih balita, sedangkan nilai2 kebangsaan semakin melemah dan kurang mendapat perhatian..</p>
<p>Saya hanya sedih, sampai kapan NKRI ini bertahan bila kondisinya seperti ini. Saya khawatir satu generasi lagi, agama tertentu akan menguasai segala bidang kehidupan di Indonesia, termasuk kehidupan bernegara. Padahal Indonesia ini plural, majemuk. Para tokoh nasional dan ulama pendiri bangsa ini sudah sangat bijak saat mendeklarasikan dan mendirikan negara ini dengan Pancasila.</p>
<p>Belajarlah dari sejarah. Bagaimana Eropa saat agama masih menguasai kehidupan negara. Korupsi dan penyelewengan terpusat pada pemilik kekuasaan agama saat itu, sedangkan terhadap rakyat diberlakukan hukuman yg kejam dan brutal.<br />
Sampai pada akhirnya, rakyat sadar untuk memisahkan agama dari kekuasaan negara dan hasilnya rakyat sekarang hidup dalam kedamaian dan kemakmuran.</p>
<p>Tetapi kondisi di Timur Tengah masih memberlakukan seperti Eropa saat abad kegelapan, yang terjadi sekarang adalah perang dan konflik tak berkesudahan. Bahkan para imigran asal Timteng di Eropa pun mulai menyuarakan partisipasi agama dalam ruang publik di Eropa, sehingga ada kekhawatiran rakyat Eropa asli akan kembali ke masa suram abad lalu.</p>
<p>Dan saat ini di Indonesia sedang terjadi mengarah kearah sana ? Satu generasi lagi diusia kita yg sudah dewasa ini mungkin sudah tidak ada lagi, tentunya tantangan anak cucu kita yg akan melewatinya. Semoga saja para pemimpin kita menyadari akan nilai nilai kebangsaan yg kurang ditanamkan sejak dini ini dihidupkan lagi, agar NKRI tetap terjaga.</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		Oleh: Judhianto		</title>
		<link>https://judhianto.com/agama/khilafah-untuk-tuhan-atau-keluarga/comment-page-1/#comment-4386</link>

		<dc:creator><![CDATA[Judhianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 Oct 2015 04:15:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.NontonDunia.net/?p=3682#comment-4386</guid>

					<description><![CDATA[Sebagai balasan untuk &lt;a href=&quot;https://judhianto.com/agama/khilafah-untuk-tuhan-atau-keluarga/comment-page-1/#comment-4385&quot;&gt;irfan syahputra&lt;/a&gt;.

&lt;b&gt;@Irfan Syahputra:&lt;/b&gt; ada baiknya anda menulis ulang komentar anda agar nyambung dengan tulisan saya. Dan tentunya yang penting bisa dimengerti oleh yang lain :)]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai balasan untuk <a href="https://judhianto.com/agama/khilafah-untuk-tuhan-atau-keluarga/comment-page-1/#comment-4385">irfan syahputra</a>.</p>
<p><b>@Irfan Syahputra:</b> ada baiknya anda menulis ulang komentar anda agar nyambung dengan tulisan saya. Dan tentunya yang penting bisa dimengerti oleh yang lain 🙂</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		Oleh: irfan syahputra		</title>
		<link>https://judhianto.com/agama/khilafah-untuk-tuhan-atau-keluarga/comment-page-1/#comment-4385</link>

		<dc:creator><![CDATA[irfan syahputra]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Oct 2015 18:19:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.NontonDunia.net/?p=3682#comment-4385</guid>

					<description><![CDATA[Sebagai balasan untuk &lt;a href=&quot;https://judhianto.com/agama/khilafah-untuk-tuhan-atau-keluarga/comment-page-1/#comment-4384&quot;&gt;satria&lt;/a&gt;.

Sungguh luar binasa eh biasa hehe....
Berpikir terus aja y guys temukan yg menjanggal dan kritis terhadap sesuatu ya....saking hebat nya berpikir dan penafsiran pendugaan yg didasarkan artikel/argumentasi membuat penalaran tersendiri.
Berpedoman lah pada pondasi yg kuat..pernah gak denger cerita nabi yg saya yakini di islam ada seketika nabi tersebut bertanya2 dan ingin melihat suatu kebenaran di dunia ini,saking hebatnya ia membahas timbul lah pemikiran dan penalaran dia yakni DIMANA KEBERADAAN TUHAN kalo di agama ane ALLAH SWT ... dengan mukjizat ia pun melihat sedikit ataupun sepintas tidak mampu malah ia pingsan, disaat itu jg ia menyadari bahwa apa yg ia pikirkan tentang alam,kebesaran sang pencipta,kenapa seperti ini,kenapa seperti itu,tp ketahui lah guys, penalaran dan pola pikir dan artikel dan sejarawan dunia sekalipun MASIH KECIL untuk membahas tentang semua artikel yg di buat atau di kelola atau lain lain. Karna manusia kayak kita ini sudah di atur dan pada kenyataannya akan dibuktikan di akhir zaman. Semoga kalian semua termasuk saya selalu berpegang pada pondasi yg kuat .....]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai balasan untuk <a href="https://judhianto.com/agama/khilafah-untuk-tuhan-atau-keluarga/comment-page-1/#comment-4384">satria</a>.</p>
<p>Sungguh luar binasa eh biasa hehe&#8230;.<br />
Berpikir terus aja y guys temukan yg menjanggal dan kritis terhadap sesuatu ya&#8230;.saking hebat nya berpikir dan penafsiran pendugaan yg didasarkan artikel/argumentasi membuat penalaran tersendiri.<br />
Berpedoman lah pada pondasi yg kuat..pernah gak denger cerita nabi yg saya yakini di islam ada seketika nabi tersebut bertanya2 dan ingin melihat suatu kebenaran di dunia ini,saking hebatnya ia membahas timbul lah pemikiran dan penalaran dia yakni DIMANA KEBERADAAN TUHAN kalo di agama ane ALLAH SWT &#8230; dengan mukjizat ia pun melihat sedikit ataupun sepintas tidak mampu malah ia pingsan, disaat itu jg ia menyadari bahwa apa yg ia pikirkan tentang alam,kebesaran sang pencipta,kenapa seperti ini,kenapa seperti itu,tp ketahui lah guys, penalaran dan pola pikir dan artikel dan sejarawan dunia sekalipun MASIH KECIL untuk membahas tentang semua artikel yg di buat atau di kelola atau lain lain. Karna manusia kayak kita ini sudah di atur dan pada kenyataannya akan dibuktikan di akhir zaman. Semoga kalian semua termasuk saya selalu berpegang pada pondasi yg kuat &#8230;..</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		Oleh: satria		</title>
		<link>https://judhianto.com/agama/khilafah-untuk-tuhan-atau-keluarga/comment-page-1/#comment-4384</link>

		<dc:creator><![CDATA[satria]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Jul 2015 07:15:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.NontonDunia.net/?p=3682#comment-4384</guid>

					<description><![CDATA[saya sangat suka artikel ini.... full sejarah... tapi saya dapat kesimpulannya....


Sebenarnya perpecahan Islam bukan masalah teologinya, tapi urusan perut alias politik
Apapun sistem negaranya, mau demokrasi, liberal, komunis, monarki, atau khilafah, semua kembali ke pelakunya.... baik atau buruk
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>saya sangat suka artikel ini&#8230;. full sejarah&#8230; tapi saya dapat kesimpulannya&#8230;.</p>
<p>Sebenarnya perpecahan Islam bukan masalah teologinya, tapi urusan perut alias politik<br />
Apapun sistem negaranya, mau demokrasi, liberal, komunis, monarki, atau khilafah, semua kembali ke pelakunya&#8230;. baik atau buruk</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		Oleh: andik		</title>
		<link>https://judhianto.com/agama/khilafah-untuk-tuhan-atau-keluarga/comment-page-1/#comment-4383</link>

		<dc:creator><![CDATA[andik]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 May 2015 12:27:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.NontonDunia.net/?p=3682#comment-4383</guid>

					<description><![CDATA[@Judhianto:Saya sangat setuju dengan pernyataan anda bahwa khilafah memang hanya untuk mempertahankan kekuasaan keluarga.Jika kita melihat sejarah,bukankah agama juga hanya untuk mementingkan kekuasaan segelintir orang,dengan dalih dewa atau tuhan sebagai pembuat wahyu,padahal mereka sendirilah yang membuat wahyu palsu dan tuhan palsu itu.Itu tidak hanya terjadi pada agama abrahamik saja,pada agama rumpun sungai gangga juga demikian.Beruntung pada agama rumpun sungai gangga ada Budha gautama yang bisa menghapuskan tuhan tuhan berhala itu dan mengajarkan dhamma,sehingga tidak terjadi lagi pertumpahan darah,dengan semboyannya semoga semua makluk berbahagia.Kenapa pada agama abrahamik tidak bisa meniru mereka,padahal kita juga punya tokoh besar seperti Al halaj,Siti jenar,Ibnu Al arobi dan tokoh sufi lainnya,mungkinkah ini karena dosa para pendahulu kita yang sering menutupi kebohongan?Sampai kapan kita harus berbohong terus?Entah sampai kapan berhenti menipu diri para preman preman agama itu hidup dalam kepalsuan dan ilusi,semoga mereka cepat sadar.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>@Judhianto:Saya sangat setuju dengan pernyataan anda bahwa khilafah memang hanya untuk mempertahankan kekuasaan keluarga.Jika kita melihat sejarah,bukankah agama juga hanya untuk mementingkan kekuasaan segelintir orang,dengan dalih dewa atau tuhan sebagai pembuat wahyu,padahal mereka sendirilah yang membuat wahyu palsu dan tuhan palsu itu.Itu tidak hanya terjadi pada agama abrahamik saja,pada agama rumpun sungai gangga juga demikian.Beruntung pada agama rumpun sungai gangga ada Budha gautama yang bisa menghapuskan tuhan tuhan berhala itu dan mengajarkan dhamma,sehingga tidak terjadi lagi pertumpahan darah,dengan semboyannya semoga semua makluk berbahagia.Kenapa pada agama abrahamik tidak bisa meniru mereka,padahal kita juga punya tokoh besar seperti Al halaj,Siti jenar,Ibnu Al arobi dan tokoh sufi lainnya,mungkinkah ini karena dosa para pendahulu kita yang sering menutupi kebohongan?Sampai kapan kita harus berbohong terus?Entah sampai kapan berhenti menipu diri para preman preman agama itu hidup dalam kepalsuan dan ilusi,semoga mereka cepat sadar.</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		Oleh: Judhianto		</title>
		<link>https://judhianto.com/agama/khilafah-untuk-tuhan-atau-keluarga/comment-page-1/#comment-4382</link>

		<dc:creator><![CDATA[Judhianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 18 May 2015 16:02:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.NontonDunia.net/?p=3682#comment-4382</guid>

					<description><![CDATA[Sebagai balasan untuk &lt;a href=&quot;https://judhianto.com/agama/khilafah-untuk-tuhan-atau-keluarga/comment-page-1/#comment-4381&quot;&gt;harun&lt;/a&gt;.

&lt;B&gt;@Harun:&lt;/b&gt; harga mati? Kok sudah seperti agama saja, mutlak-mutlakan :)]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai balasan untuk <a href="https://judhianto.com/agama/khilafah-untuk-tuhan-atau-keluarga/comment-page-1/#comment-4381">harun</a>.</p>
<p><b>@Harun:</b> harga mati? Kok sudah seperti agama saja, mutlak-mutlakan 🙂</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
	</channel>
</rss>
