<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:series="https://publishpress.com/"
	
	>
<channel>
	<title>
	Komentar di: Tuhanku Lebih Hebat!	</title>
	<atom:link href="https://judhianto.com/agama/tuhanku-lebih-hebat/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://judhianto.com/agama/tuhanku-lebih-hebat/</link>
	<description>Iman, Realitas dan Pertanyaan Tentangnya</description>
	<lastBuildDate>Mon, 30 Mar 2026 08:10:22 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1</generator>
	<item>
		<title>
		Oleh: Judhianto		</title>
		<link>https://judhianto.com/agama/tuhanku-lebih-hebat/comment-page-1/#comment-3574</link>

		<dc:creator><![CDATA[Judhianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 21 Jan 2018 01:27:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://nontondunia.com/?p=2221#comment-3574</guid>

					<description><![CDATA[Sebagai balasan untuk &lt;a href=&quot;https://judhianto.com/agama/tuhanku-lebih-hebat/comment-page-1/#comment-3573&quot;&gt;Lilis&lt;/a&gt;.

&lt;b&gt;@Lilis:&lt;/b&gt; terima kasih untuk ikut berkomentar, namun agar bisa dipahami, mohon dijelaskan:
&lt;Ul&gt;&lt;Li&gt;Bagaimana cara yang benar memandang Alkitab, kalau itu beda dengan cara Muslim memandang Al-Quran.
&lt;Li&gt;Pembicaraan tentang nabi Elia gak nyambung. Mohon dijelaskan yang bagian mana?
&lt;/Ul&gt;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai balasan untuk <a href="https://judhianto.com/agama/tuhanku-lebih-hebat/comment-page-1/#comment-3573">Lilis</a>.</p>
<p><b>@Lilis:</b> terima kasih untuk ikut berkomentar, namun agar bisa dipahami, mohon dijelaskan:</p>
<ul>
<li>Bagaimana cara yang benar memandang Alkitab, kalau itu beda dengan cara Muslim memandang Al-Quran.
</li>
<li>Pembicaraan tentang nabi Elia gak nyambung. Mohon dijelaskan yang bagian mana?
</li>
</ul>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		Oleh: Lilis		</title>
		<link>https://judhianto.com/agama/tuhanku-lebih-hebat/comment-page-1/#comment-3573</link>

		<dc:creator><![CDATA[Lilis]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Jan 2018 17:29:24 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://nontondunia.com/?p=2221#comment-3573</guid>

					<description><![CDATA[Saya salut dengan mas judhianto,dengan pengetahuan yang luas dan selalu berusaha objektif dalam berdiskusi dengan para komentator.&lt;br /&gt;
Cuman dalam bagian diskusi ini saya sebagai penonton merasa tergelitik juga ingin komen,bahwa dalam hal alkitab(bible) tidak bisa dipandang seperti muslim memandang al quran.maaf,tanpa mengurangi hormat terhadap perbedaan,saya hanya ingin menyampaikan bahwa pembicaraan tentang nabi Elia di atas sebenarnya ga nyambung pemahamannya antara mas Judhianto dengan Paradise.salam.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya salut dengan mas judhianto,dengan pengetahuan yang luas dan selalu berusaha objektif dalam berdiskusi dengan para komentator.<br />
Cuman dalam bagian diskusi ini saya sebagai penonton merasa tergelitik juga ingin komen,bahwa dalam hal alkitab(bible) tidak bisa dipandang seperti muslim memandang al quran.maaf,tanpa mengurangi hormat terhadap perbedaan,saya hanya ingin menyampaikan bahwa pembicaraan tentang nabi Elia di atas sebenarnya ga nyambung pemahamannya antara mas Judhianto dengan Paradise.salam.</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		Oleh: audrey		</title>
		<link>https://judhianto.com/agama/tuhanku-lebih-hebat/comment-page-1/#comment-3572</link>

		<dc:creator><![CDATA[audrey]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Jan 2014 13:53:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://nontondunia.com/?p=2221#comment-3572</guid>

					<description><![CDATA[Sebagai balasan untuk &lt;a href=&quot;https://judhianto.com/agama/tuhanku-lebih-hebat/comment-page-1/#comment-3568&quot;&gt;Al-Madjid ZT&lt;/a&gt;.

Alhamdulillah, banyak tempurung yang telah saya masuki,/kunjungi dari yang dihiasi lukisa, foto foto, tato dll. Terntaya mereka memiliki keunikan masing2, ternyata orang yang hanya berada dalam satu tempurung dan membawa kebenaran dalam tempurungnya, tenyata kurang memiliki kwalitas dan untoleransi terhadap penduduk tempurung lan.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai balasan untuk <a href="https://judhianto.com/agama/tuhanku-lebih-hebat/comment-page-1/#comment-3568">Al-Madjid ZT</a>.</p>
<p>Alhamdulillah, banyak tempurung yang telah saya masuki,/kunjungi dari yang dihiasi lukisa, foto foto, tato dll. Terntaya mereka memiliki keunikan masing2, ternyata orang yang hanya berada dalam satu tempurung dan membawa kebenaran dalam tempurungnya, tenyata kurang memiliki kwalitas dan untoleransi terhadap penduduk tempurung lan.</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		Oleh: audrey		</title>
		<link>https://judhianto.com/agama/tuhanku-lebih-hebat/comment-page-1/#comment-3571</link>

		<dc:creator><![CDATA[audrey]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 31 Dec 2013 02:51:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://nontondunia.com/?p=2221#comment-3571</guid>

					<description><![CDATA[Sebagai balasan untuk &lt;a href=&quot;https://judhianto.com/agama/tuhanku-lebih-hebat/comment-page-1/#comment-3568&quot;&gt;Al-Madjid ZT&lt;/a&gt;.

Alhamdullillah saya telah banyak mengenal tempurung2 sebelumnya, ada yang dilukis perbukitan, dihiasi foto foto, dll. Setidaknya tidak hanya 1 tempur yang saya huni. Jadi sudah banyak tempurung yang saya huni dibanding orang lain......]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai balasan untuk <a href="https://judhianto.com/agama/tuhanku-lebih-hebat/comment-page-1/#comment-3568">Al-Madjid ZT</a>.</p>
<p>Alhamdullillah saya telah banyak mengenal tempurung2 sebelumnya, ada yang dilukis perbukitan, dihiasi foto foto, dll. Setidaknya tidak hanya 1 tempur yang saya huni. Jadi sudah banyak tempurung yang saya huni dibanding orang lain&#8230;&#8230;</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		Oleh: Judhianto		</title>
		<link>https://judhianto.com/agama/tuhanku-lebih-hebat/comment-page-1/#comment-3570</link>

		<dc:creator><![CDATA[Judhianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 27 Dec 2013 09:24:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://nontondunia.com/?p=2221#comment-3570</guid>

					<description><![CDATA[Sebagai balasan untuk &lt;a href=&quot;https://judhianto.com/agama/tuhanku-lebih-hebat/comment-page-1/#comment-3569&quot;&gt;Truth Seeker&lt;/a&gt;.

&lt;b&gt;@Truth Seeker:&lt;/b&gt; yang namanya kesepakatan tentu artinya disepakati semua pihak. 
Kalau sudah sepakat tapi merasa dipaksa, ya goblok sekali waktu ngomong sepakat...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai balasan untuk <a href="https://judhianto.com/agama/tuhanku-lebih-hebat/comment-page-1/#comment-3569">Truth Seeker</a>.</p>
<p><b>@Truth Seeker:</b> yang namanya kesepakatan tentu artinya disepakati semua pihak.<br />
Kalau sudah sepakat tapi merasa dipaksa, ya goblok sekali waktu ngomong sepakat&#8230;</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		Oleh: Truth Seeker		</title>
		<link>https://judhianto.com/agama/tuhanku-lebih-hebat/comment-page-1/#comment-3569</link>

		<dc:creator><![CDATA[Truth Seeker]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 27 Dec 2013 09:12:30 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://nontondunia.com/?p=2221#comment-3569</guid>

					<description><![CDATA[Sebagai balasan untuk &lt;a href=&quot;https://judhianto.com/agama/tuhanku-lebih-hebat/comment-page-1/#comment-3566&quot;&gt;Judhianto&lt;/a&gt;.

kesepakatan bersama atau kehendak dan kepentingan salah satu golongan minoritas yang dipaksakan dan dilabeli kesepakatan bersama ?]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai balasan untuk <a href="https://judhianto.com/agama/tuhanku-lebih-hebat/comment-page-1/#comment-3566">Judhianto</a>.</p>
<p>kesepakatan bersama atau kehendak dan kepentingan salah satu golongan minoritas yang dipaksakan dan dilabeli kesepakatan bersama ?</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		Oleh: Al-Madjid ZT		</title>
		<link>https://judhianto.com/agama/tuhanku-lebih-hebat/comment-page-1/#comment-3568</link>

		<dc:creator><![CDATA[Al-Madjid ZT]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Dec 2013 07:05:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://nontondunia.com/?p=2221#comment-3568</guid>

					<description><![CDATA[Sebagai balasan untuk &lt;a href=&quot;https://judhianto.com/agama/tuhanku-lebih-hebat/comment-page-1/#comment-3528&quot;&gt;edy&lt;/a&gt;.

Sudah berada diatas bukit toh? bukan dalam tempurung lagi??
Atau hanya berpindah dari tempurung satu ketempurung lain, yang skelilingnya dihiasi lukisan perbukitan.......]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai balasan untuk <a href="https://judhianto.com/agama/tuhanku-lebih-hebat/comment-page-1/#comment-3528">edy</a>.</p>
<p>Sudah berada diatas bukit toh? bukan dalam tempurung lagi??<br />
Atau hanya berpindah dari tempurung satu ketempurung lain, yang skelilingnya dihiasi lukisan perbukitan&#8230;&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		Oleh: Paradise OK		</title>
		<link>https://judhianto.com/agama/tuhanku-lebih-hebat/comment-page-1/#comment-3567</link>

		<dc:creator><![CDATA[Paradise OK]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 Nov 2013 08:50:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://nontondunia.com/?p=2221#comment-3567</guid>

					<description><![CDATA[Saya sangat setuju dengan pernyataan “jangan mencampurkan agama dalam menyelesaikan masalah sehari-hari”, biarlah hukum dan keadilan ditegakkan

Pada zaman Nabi Elia, hukum Allah-lah yang ditegakkan; dan itu berlaku pada zaman itu

Bukankah sejak awal saya menyampaikan perbedaan konteks/latar belakang Nabi Elia dengan premanisme zaman modern ?

Jadi Nabi Elia ya Nabi Elia, premanisme zaman modern atas nama Tuhan dan agama tetap namanya premanisme, “tidak ada sangkut pautnya dengan Nabi Elia

Terima kasih :)]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya sangat setuju dengan pernyataan “jangan mencampurkan agama dalam menyelesaikan masalah sehari-hari”, biarlah hukum dan keadilan ditegakkan</p>
<p>Pada zaman Nabi Elia, hukum Allah-lah yang ditegakkan; dan itu berlaku pada zaman itu</p>
<p>Bukankah sejak awal saya menyampaikan perbedaan konteks/latar belakang Nabi Elia dengan premanisme zaman modern ?</p>
<p>Jadi Nabi Elia ya Nabi Elia, premanisme zaman modern atas nama Tuhan dan agama tetap namanya premanisme, “tidak ada sangkut pautnya dengan Nabi Elia</p>
<p>Terima kasih 🙂</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		Oleh: Judhianto		</title>
		<link>https://judhianto.com/agama/tuhanku-lebih-hebat/comment-page-1/#comment-3566</link>

		<dc:creator><![CDATA[Judhianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 Nov 2013 03:53:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://nontondunia.com/?p=2221#comment-3566</guid>

					<description><![CDATA[Sebagai balasan untuk &lt;a href=&quot;https://judhianto.com/agama/tuhanku-lebih-hebat/comment-page-1/#comment-3565&quot;&gt;Paradise OK&lt;/a&gt;.

&lt;b&gt;@Paradise OK:&lt;/b&gt; saya setuju dengan kalimat terakhir anda:

&lt;blockquote&gt;jadi biarlah pedang Nabi Elia dan pedang Nabi Muhammad bertindak pada zamanya dan jangan dibawa ke model premanisme pada zaman modern&lt;/blockquote&gt;

kita jangan memperumit permasalahan dengan cara mencampurkan agama dalam menyelesaikan masalah sehari-hari kita. Kalau ada sengketa hukum, ya gunakan undang-undang yang sudah disepakati bersama.

Kalau bicara Qur&#039;an, silakan di masjid; kalau bicara Alkitab, silakan di gereja. Tidak rumit bukan?]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai balasan untuk <a href="https://judhianto.com/agama/tuhanku-lebih-hebat/comment-page-1/#comment-3565">Paradise OK</a>.</p>
<p><b>@Paradise OK:</b> saya setuju dengan kalimat terakhir anda:</p>
<blockquote><p>jadi biarlah pedang Nabi Elia dan pedang Nabi Muhammad bertindak pada zamanya dan jangan dibawa ke model premanisme pada zaman modern</p></blockquote>
<p>kita jangan memperumit permasalahan dengan cara mencampurkan agama dalam menyelesaikan masalah sehari-hari kita. Kalau ada sengketa hukum, ya gunakan undang-undang yang sudah disepakati bersama.</p>
<p>Kalau bicara Qur&#8217;an, silakan di masjid; kalau bicara Alkitab, silakan di gereja. Tidak rumit bukan?</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		Oleh: Paradise OK		</title>
		<link>https://judhianto.com/agama/tuhanku-lebih-hebat/comment-page-1/#comment-3565</link>

		<dc:creator><![CDATA[Paradise OK]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 Nov 2013 01:15:28 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://nontondunia.com/?p=2221#comment-3565</guid>

					<description><![CDATA[Sebagai balasan untuk &lt;a href=&quot;https://judhianto.com/agama/tuhanku-lebih-hebat/comment-page-1/#comment-3564&quot;&gt;Judhianto&lt;/a&gt;.

Seharusnya hal-hal itu tidak menjadi rumit ketika anda tidak melihat satu sisi “perbuatan/tindakan” yang nampak seolah2 jahat menurut kacamata anda padahal belum tentu itu salah; sebab sebelum kita menilai sesuatu “perbuatan/tindakan” itu benar atau salah harus dipertimbangkan konteks/latar belakangnya
Saya juga akan meminjam bentuk analogi anda sebelumnya dgn makna dan cerita yang sedikit berbeda:
Si A adalah seorang hakim, 
si B melakukan tindakan kriminal berat : Party sex, menyembelih, membunuh manusia untuk dijadikan tumbal pemujaan dewa baal, 

perilaku ini sangat bertentangan dengan “HUKUM POSITIF” zaman modern 

hakim A menetapkan si B bersalah menurut “HUKUM POSITIF”, hakim A memvonis si B dengan hukuman mati; atas perintah hakim A berdasarkan “HUKUM POSITIF”,  si C melakukan eksekutor tembak mati kepada si B
1.	Apakah kita akan mempersalahkan “tindakan tembak mati” oleh si C karena alasan atas dasar putusan “HUKUM POSITIF” ?
2.	Apa yang dianggap benar menurut hakim A dan si C atas dasar “HUKUM POSITIF”,   belum tentu benar menurut pandangan si B; sebab si B memiliki standar hidupnya sendiri; menurut si B sah perbuatannya bisa jadi dianggap salah menurut hakim A dan si C karena alasan “HUKUM POSITIF”,  
3.	Menurut si C…ah yang jelas si B bersalah atas dasar “HUKUM POSITIF”,  . Apakah ada pembenaran dari sisi “HUKUM POSITIF”, hakim A atau apapun ? itu persoalan lain
Apakah patut ditiru perilaku si C ? tentu tidak menurut si B atau mungkin Anda ?? ,,,, tapi lain lagi menurut “HUKUM POSITIF”

Sekarang anda ganti 
“HUKUM POSITIF” dengan hukum Allah
hakim A sebagai Allah 
Si B sebagai para dewa baal
Si C sebagai Nabi Elia

Bukankah “HUKUM ALLAH” jauh lebih sempurnah dari “HUKUM POSITIF” ?

rumit bukan ? …. :)

akan keliru jika kita menafsirkan 1 Raja-raja 18 : 1 – 46 mengajarkan/mencontohkan kita main hakim sendiri; lalu disejajarkan dengan contoh perilaku premanisme mengatasnamakan agama dan Tuhan

perlu dipahami bahwa konteks cerita 1 Raja-raja 18 : 1 – 46, samasekali tidak mengajarkan/menyuruh/mencontohkan anda untuk main pedang ala Nabi Elia, karena konteks/latar belakang Nabi Elia, anda, saya dan orang2 lainnya di zaman modern “sangat jauh berbeda”

mungkin sebagai perbandingan saja kisah tentang “pedang dan perang” pada zaman Nabi Muhammad

apakah “pedang dan perang” pada zaman Nabi Muhammad masih cocok untuk zaman anda dan saya saat ini ? 

menurut pemahaman saya sudah tidak cocok lagi, jadi biarlah pedang Nabi Elia dan pedang Nabi Muhammad bertindak pada zamanya dan jangan dibawa ke model premanisme pada zaman modern

terima kasih :)]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai balasan untuk <a href="https://judhianto.com/agama/tuhanku-lebih-hebat/comment-page-1/#comment-3564">Judhianto</a>.</p>
<p>Seharusnya hal-hal itu tidak menjadi rumit ketika anda tidak melihat satu sisi “perbuatan/tindakan” yang nampak seolah2 jahat menurut kacamata anda padahal belum tentu itu salah; sebab sebelum kita menilai sesuatu “perbuatan/tindakan” itu benar atau salah harus dipertimbangkan konteks/latar belakangnya<br />
Saya juga akan meminjam bentuk analogi anda sebelumnya dgn makna dan cerita yang sedikit berbeda:<br />
Si A adalah seorang hakim,<br />
si B melakukan tindakan kriminal berat : Party sex, menyembelih, membunuh manusia untuk dijadikan tumbal pemujaan dewa baal, </p>
<p>perilaku ini sangat bertentangan dengan “HUKUM POSITIF” zaman modern </p>
<p>hakim A menetapkan si B bersalah menurut “HUKUM POSITIF”, hakim A memvonis si B dengan hukuman mati; atas perintah hakim A berdasarkan “HUKUM POSITIF”,  si C melakukan eksekutor tembak mati kepada si B<br />
1.	Apakah kita akan mempersalahkan “tindakan tembak mati” oleh si C karena alasan atas dasar putusan “HUKUM POSITIF” ?<br />
2.	Apa yang dianggap benar menurut hakim A dan si C atas dasar “HUKUM POSITIF”,   belum tentu benar menurut pandangan si B; sebab si B memiliki standar hidupnya sendiri; menurut si B sah perbuatannya bisa jadi dianggap salah menurut hakim A dan si C karena alasan “HUKUM POSITIF”,<br />
3.	Menurut si C…ah yang jelas si B bersalah atas dasar “HUKUM POSITIF”,  . Apakah ada pembenaran dari sisi “HUKUM POSITIF”, hakim A atau apapun ? itu persoalan lain<br />
Apakah patut ditiru perilaku si C ? tentu tidak menurut si B atau mungkin Anda ?? ,,,, tapi lain lagi menurut “HUKUM POSITIF”</p>
<p>Sekarang anda ganti<br />
“HUKUM POSITIF” dengan hukum Allah<br />
hakim A sebagai Allah<br />
Si B sebagai para dewa baal<br />
Si C sebagai Nabi Elia</p>
<p>Bukankah “HUKUM ALLAH” jauh lebih sempurnah dari “HUKUM POSITIF” ?</p>
<p>rumit bukan ? …. 🙂</p>
<p>akan keliru jika kita menafsirkan 1 Raja-raja 18 : 1 – 46 mengajarkan/mencontohkan kita main hakim sendiri; lalu disejajarkan dengan contoh perilaku premanisme mengatasnamakan agama dan Tuhan</p>
<p>perlu dipahami bahwa konteks cerita 1 Raja-raja 18 : 1 – 46, samasekali tidak mengajarkan/menyuruh/mencontohkan anda untuk main pedang ala Nabi Elia, karena konteks/latar belakang Nabi Elia, anda, saya dan orang2 lainnya di zaman modern “sangat jauh berbeda”</p>
<p>mungkin sebagai perbandingan saja kisah tentang “pedang dan perang” pada zaman Nabi Muhammad</p>
<p>apakah “pedang dan perang” pada zaman Nabi Muhammad masih cocok untuk zaman anda dan saya saat ini ? </p>
<p>menurut pemahaman saya sudah tidak cocok lagi, jadi biarlah pedang Nabi Elia dan pedang Nabi Muhammad bertindak pada zamanya dan jangan dibawa ke model premanisme pada zaman modern</p>
<p>terima kasih 🙂</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
	</channel>
</rss>
