Uswatun Hasanah
Nabi Muhammad itu pembuat standar baru. Standar yang lebih baik dari standar yang berlaku di jamannya. Ingin meniru? Buat standar baru yang lebih baik dari standar yang ada.
Nabi Muhammad itu pembuat standar baru. Standar yang lebih baik dari standar yang berlaku di jamannya. Ingin meniru? Buat standar baru yang lebih baik dari standar yang ada.
Samakah sejarah yang dikisahkan oleh ulama Islam dengan kenyataan yang sebenarnya? sepertinya tidak. Ulama itu melakukan promosi terhadap Islam, bukan mengabari fakta.
Stok para Dewa dan sesembahan peradaban manusia masih suangat banyak.
Masih banyak untuk dibuatkan film.
Berapa lama lagi Arabisasi menyeluruh selesai di Indonesia? 30 tahun lagi?
Adakah negara yang Tuhan benar-benar terlibat dalam pendiriannya serta aktif melindunginya? Ada! dan itu diceriakan dalam agama Yahudi, Kristen dan Islam.
Manakah negara pilihan Tuhan tersebut?
Gus Dur pernah bilang:“Tidak penting apa pun Agama atau Sukumu, kalau kamu bisa melakukan sesuatu yang baik buat semua orang, orang tidak pernah tanya apa agamamu” Lalu, ada yang protes, agama kok gak penting? Itu harus nomor satu! Sebenarnya, ngawurkah Gus Dur?Ngawur atau tidak, Gus Dur itu sukar ditebak. Jadi kita ambil referensi lainnya saja,
Ada yang menarik bila kita mengamati berbagai macam berita-berita hoax yang tersebar di jejaring sosial media, baik di WhatsApp Group, Facebook, Twitter dan web-web. Jika kita mengamati profil dari penyebar atau pembuat hoax tersebut, maka banyak dari mereka menunjukkan bahwa mereka adalah orang-orang yang tampil religius atau yang menganggap penting Agama, Iman atau Tuhan. Dari
Dalam perjalanan sejarahnya, bila disederhanakan Islam selalu tampil dalam dua versi utama. Sekompleks apapun aliran-aliran Islam yang ada, bisa kita kategorikan dalam dua versi ini. Apa dua versi itu? Islam Orisinal Versi pertama, saya sederhanakan dalam sebutan Islam Orisinal. Ini istilah saya, kalau kurang sreg, anda bisa gunakan istilah sendiri yang bagi anda mungkin lebih
Bumi milik Allah, maka harus diatur dengan hukum Allah, Negara Khilafah jawabannya.
Namun sejarah mengatakan lain.
Agama selalu dipersepsikan sebagai pembawa nilai-nilai kebaikan di dunia ini, jika ada yang buruk atau jahat di dunia, itu selalu dari musuh-musuh agama.
Namun ternyata kekejaman juga dibawa oleh agama.