Klasifikasi Iman, Dari Teis ke Ateis.
Yang percaya Tuhan disebut Teis, sedangkan yang tidak percaya disebut Ateis. Di antara kedua sikap tersebut, adakah variasi yang lainnya?
Yang percaya Tuhan disebut Teis, sedangkan yang tidak percaya disebut Ateis. Di antara kedua sikap tersebut, adakah variasi yang lainnya?
Dalam peradaban manusia, sudah dikenal sekitar 2000-an Tuhan dari berbagai agama. Satu persatu Tuhan tersebut tenggelam dan terlupakan, ada yang masih beruntung untuk ditampilkan dalam film-film seperti Thor, Odin atau Zeus.
Mengapa Tuhan-tuhan tersebut dilupakan? dan bagaimana caranya agar Tuhan yang sekarang bisa bertahan?
Setiap agama mempunyai penjelasan tentang semesta ini, bagaimana ia terbentuk dan apa tujuannya. Penjelasan ini didapat dalam wahyu yang berasal dari Tuhan.
Tapi manusia modern mulai mengenal sains yang bisa juga menjelaskan tentang alam.
Bagaimanakah kita menempatkan Tuhan dan Sains?
Agama mengajarkan bahwa Tuhan memberikan pahala bagi orang yang berbuat baik, sehingga diharapkan bahwa umat yang beriman akan menjadi orang yang baik dan bermoral baik pula. Benarkah?
Manusia beriman adalah manusia yang mensyukuri pemberian Tuhannya. Jadi bagaimana jika manusia itu hidup dalam kekurangan? masihkah ia perlu bersyukur?
Siapakah manusia dalam pandangan agama?
Jika pesimis, mungkin anda hanya merasa sebagai tikus yang terjebak dalam labirin buatan Tuhan. Ujungnya surga atau neraka.
Jika optimis, mungkin anda akan merasa terbebaskan untuk mengeluarkan semua potensi anda sebagai khalifah atau bahkan dewa semesta ini.
Manusia adalah makhluk paling berkuasa di atas bumi. Tuhan juga menciptakan Surga dan Neraka untuk hadiah dan hukuman bagi manusia, bukan untuk makhluk lain. Jadi manusia itu penting.
Adakah yang menganggap manusia tidak penting?
Tuhan kita kenal dari agama, namun ada ribuan agama yang pernah muncul di dunia. Manakah agama yang menunjukkan jalan sebenarnya ke Tuhan?
Ada ribuan agama di muka bumi, dengan ribuan versi Tuhan. Mana yang valid? Bagaimana menemukannya?
Agama sering menggambarkan Tuhan sebagai yang tak berawal dan tak berakhir. Ia sosok yang sempurna dari dahulu hingga akhir jaman kelak. Ia tak berubah karena sudah sempurna.
Apakah gambaran Tuhan semacam ini sudah ada sejak manusia mengenal Tuhan? ternyata tidak. Pemahaman manusia tentang Tuhan atau Dewa ternyata ber-evolusi sesuai jamannya.