<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:series="https://publishpress.com/"
	
	>
<channel>
	<title>
	Komentar di: Bilangan i, Cinta dan Tuhan	</title>
	<atom:link href="https://judhianto.com/filsafat/bilangan-i-cinta-dan-tuhan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://judhianto.com/filsafat/bilangan-i-cinta-dan-tuhan/</link>
	<description>Iman, Realitas dan Pertanyaan Tentangnya</description>
	<lastBuildDate>Thu, 25 Jun 2026 02:17:17 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1</generator>
	<item>
		<title>
		Oleh: ANDIK		</title>
		<link>https://judhianto.com/filsafat/bilangan-i-cinta-dan-tuhan/comment-page-1/#comment-2625</link>

		<dc:creator><![CDATA[ANDIK]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 16 Aug 2014 16:28:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://nontondunia.com/2011/07/06/bilangan-i-cinta-dan-tuhan/#comment-2625</guid>

					<description><![CDATA[MENCARI TUHAN:Setiap benda atau zat pasti memiliki sifat.Sifat melekat pada zat,zat dan sifat tak pernah berpisah.Sekecil apapun zat atau partikel pasti bisa di jumpai,dilihat atau dikenali.Setiap zat yang bisa dijumpai pasti bukan TUHAN.Lalu pantaskah jika manusia mengaku pernah berjumpa dengan TUHAN?....Jika TUHAN tak dapat dijumpai lantas dimanakah DIA? TUHAN ada dalam pikiran kita.Lho lho lho wah ini kafir nomer wahid.Tunggu dulu.....mari kita renungkan.Jika anda punya uang disaku lalu hilang,pasti anda mencari sampai ketemu,jika tak kunjung ketemu apa lantas uang anda hilang? wah ya pasti dong.Memang uang anda hilang secara fisik,tapi pada hakekatnya uang anda masih ada,uang anda telah masuk dalam pikiran anda.Begitu juga TUHAN,DIA ada dalam pikiran kita.TUHAN ada jika kita anggap ada,TUHAN tidak ada jika kita anggap tidak ada.Masih pantaskah jika ada manusia yang mengaku bisa berjumpa TUHAN.....pretttt pretttt pretttt itulah kata yang pantas untuk orang yang mengaku bisa bertemu TUHAN.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>MENCARI TUHAN:Setiap benda atau zat pasti memiliki sifat.Sifat melekat pada zat,zat dan sifat tak pernah berpisah.Sekecil apapun zat atau partikel pasti bisa di jumpai,dilihat atau dikenali.Setiap zat yang bisa dijumpai pasti bukan TUHAN.Lalu pantaskah jika manusia mengaku pernah berjumpa dengan TUHAN?&#8230;.Jika TUHAN tak dapat dijumpai lantas dimanakah DIA? TUHAN ada dalam pikiran kita.Lho lho lho wah ini kafir nomer wahid.Tunggu dulu&#8230;..mari kita renungkan.Jika anda punya uang disaku lalu hilang,pasti anda mencari sampai ketemu,jika tak kunjung ketemu apa lantas uang anda hilang? wah ya pasti dong.Memang uang anda hilang secara fisik,tapi pada hakekatnya uang anda masih ada,uang anda telah masuk dalam pikiran anda.Begitu juga TUHAN,DIA ada dalam pikiran kita.TUHAN ada jika kita anggap ada,TUHAN tidak ada jika kita anggap tidak ada.Masih pantaskah jika ada manusia yang mengaku bisa berjumpa TUHAN&#8230;..pretttt pretttt pretttt itulah kata yang pantas untuk orang yang mengaku bisa bertemu TUHAN.</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		Oleh: joseph		</title>
		<link>https://judhianto.com/filsafat/bilangan-i-cinta-dan-tuhan/comment-page-1/#comment-2624</link>

		<dc:creator><![CDATA[joseph]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 15 Mar 2013 15:39:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://nontondunia.com/2011/07/06/bilangan-i-cinta-dan-tuhan/#comment-2624</guid>

					<description><![CDATA[Sebagai balasan untuk &lt;a href=&quot;https://judhianto.com/filsafat/bilangan-i-cinta-dan-tuhan/comment-page-1/#comment-2623&quot;&gt;Judhianto&lt;/a&gt;.

Agree with you, &quot;Beragamalah dengan santai..tanpa diperalat oleh agama itu sendiri&quot;
Free from attachment and LEt it Be.!

Music Mode ON (Beatles) : &quot;Let it be... let it be.. let it be.. Whisper words of wisdom.. let it be..&quot;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai balasan untuk <a href="https://judhianto.com/filsafat/bilangan-i-cinta-dan-tuhan/comment-page-1/#comment-2623">Judhianto</a>.</p>
<p>Agree with you, &#8220;Beragamalah dengan santai..tanpa diperalat oleh agama itu sendiri&#8221;<br />
Free from attachment and LEt it Be.!</p>
<p>Music Mode ON (Beatles) : &#8220;Let it be&#8230; let it be.. let it be.. Whisper words of wisdom.. let it be..&#8221;</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		Oleh: Judhianto		</title>
		<link>https://judhianto.com/filsafat/bilangan-i-cinta-dan-tuhan/comment-page-1/#comment-2623</link>

		<dc:creator><![CDATA[Judhianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 15 Mar 2013 11:37:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://nontondunia.com/2011/07/06/bilangan-i-cinta-dan-tuhan/#comment-2623</guid>

					<description><![CDATA[Sebagai balasan untuk &lt;a href=&quot;https://judhianto.com/filsafat/bilangan-i-cinta-dan-tuhan/comment-page-1/#comment-2622&quot;&gt;joseph&lt;/a&gt;.

&lt;b&gt;@Joseph:&lt;/b&gt; benar sekali, Buddhism tidak berbicara tentang Tuhan. Agama ini membuang (atau tidak menganggap penting) pusat imajiner yang dinamakan &quot;Tuhan&quot; dalam kehidupan penganutnya. Akan tetapi Buddhism menciptakan pusat imajiner lain yang disebut &quot;bebas dari keterikatan dengan segala sesuatu&quot;.

Sebagaimana dengan agama lainnya, pada satu titik optimumnya, pusat ini akan mampu mengalirkan energi positif pada kehidupan manusia seperti dorongan beramal, mengabdi tanpa pamrih, kedamaian dan ketentraman hati, berkorban demi kemanusiaan dan lain=lain.

Akan tetapi pada sisi ekstrimnya, kedua varian sistem imajiner ini mempunyai efek merusak yang lainnya.

Pada agama bertuhan, obsesi akan kesempurnaan Tuhan bisa mendorong penganutnya untuk memaksakan kesempurnaan pada dunia mereka. Sikap &quot;sok benar sendiri&quot;, tidak toleran kepada yang beda, hingga mengabaikan kemanusiaan untuk memusnahkan yang dianggap musuh Tuhannya; adalah manifestasi ekses berlebihan umat bertuhan ini. Pada sisi ekstrim ini, mereka akan menjadi ancaman bagi masyarakat umum.

Pada agama tanpa Tuhan, obsesi akan &quot;bebas dari apapun&quot; bisa mendorong penganutnya untuk meninggalkan sama sekali dunia dan kehidupan mereka sendiri. Tekad menjadi &quot;pertapa&quot; membuat mereka bisa mengabaikan sama sekali kebutuhan diri mereka sendiri sebagai mahluk hidup dan sebagai mahluk sosial. Karena tak terikat dengan apapun didunia, mereka bisa sama sekali meninggalkan pekerjaannya, keluarganya beserta semua tanggung jawab sosial yang melekat dalam hubungan tersebut. Pada sisi ekstrim ini, mereka bisa sangat asyiknya dengan &quot;kedamaian batinnya&quot; sehingga seolah-olah &quot;hilang&quot; dari kehidupan masyarakat. Pada &quot;para pertapa&quot; ini, masyarakat sudah tak bisa mengharapkan kontribusi sosial mereka.

Kedua tipe agama ini, mempunyai sisi buruk pada sisi ekstrimnya.

Jadi harus bagaimana? 
Bagi saya, apapun agamanya, beragamalah dengan santai...
Agama adalah alat kehidupan anda, jangan sampai agama memperalat hidup anda..]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai balasan untuk <a href="https://judhianto.com/filsafat/bilangan-i-cinta-dan-tuhan/comment-page-1/#comment-2622">joseph</a>.</p>
<p><b>@Joseph:</b> benar sekali, Buddhism tidak berbicara tentang Tuhan. Agama ini membuang (atau tidak menganggap penting) pusat imajiner yang dinamakan &#8220;Tuhan&#8221; dalam kehidupan penganutnya. Akan tetapi Buddhism menciptakan pusat imajiner lain yang disebut &#8220;bebas dari keterikatan dengan segala sesuatu&#8221;.</p>
<p>Sebagaimana dengan agama lainnya, pada satu titik optimumnya, pusat ini akan mampu mengalirkan energi positif pada kehidupan manusia seperti dorongan beramal, mengabdi tanpa pamrih, kedamaian dan ketentraman hati, berkorban demi kemanusiaan dan lain=lain.</p>
<p>Akan tetapi pada sisi ekstrimnya, kedua varian sistem imajiner ini mempunyai efek merusak yang lainnya.</p>
<p>Pada agama bertuhan, obsesi akan kesempurnaan Tuhan bisa mendorong penganutnya untuk memaksakan kesempurnaan pada dunia mereka. Sikap &#8220;sok benar sendiri&#8221;, tidak toleran kepada yang beda, hingga mengabaikan kemanusiaan untuk memusnahkan yang dianggap musuh Tuhannya; adalah manifestasi ekses berlebihan umat bertuhan ini. Pada sisi ekstrim ini, mereka akan menjadi ancaman bagi masyarakat umum.</p>
<p>Pada agama tanpa Tuhan, obsesi akan &#8220;bebas dari apapun&#8221; bisa mendorong penganutnya untuk meninggalkan sama sekali dunia dan kehidupan mereka sendiri. Tekad menjadi &#8220;pertapa&#8221; membuat mereka bisa mengabaikan sama sekali kebutuhan diri mereka sendiri sebagai mahluk hidup dan sebagai mahluk sosial. Karena tak terikat dengan apapun didunia, mereka bisa sama sekali meninggalkan pekerjaannya, keluarganya beserta semua tanggung jawab sosial yang melekat dalam hubungan tersebut. Pada sisi ekstrim ini, mereka bisa sangat asyiknya dengan &#8220;kedamaian batinnya&#8221; sehingga seolah-olah &#8220;hilang&#8221; dari kehidupan masyarakat. Pada &#8220;para pertapa&#8221; ini, masyarakat sudah tak bisa mengharapkan kontribusi sosial mereka.</p>
<p>Kedua tipe agama ini, mempunyai sisi buruk pada sisi ekstrimnya.</p>
<p>Jadi harus bagaimana?<br />
Bagi saya, apapun agamanya, beragamalah dengan santai&#8230;<br />
Agama adalah alat kehidupan anda, jangan sampai agama memperalat hidup anda..</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		Oleh: joseph		</title>
		<link>https://judhianto.com/filsafat/bilangan-i-cinta-dan-tuhan/comment-page-1/#comment-2622</link>

		<dc:creator><![CDATA[joseph]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 Mar 2013 18:51:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://nontondunia.com/2011/07/06/bilangan-i-cinta-dan-tuhan/#comment-2622</guid>

					<description><![CDATA[ada satu agama yang tidak memiliki tuhannya. Yaitu Buddhism.
 Sang Buddha tidak pernah menyebut dirinya sebagai Tuhan, juga tidak pernah meminta kepada pengikutnya untuk men-Tuhan kan beliau.

para pengikut ajaran SAng Buddha (khususnya para Bhikku yang sudah mencapai meditasi tingkat tinggi) sudah hidup tanpa tuhan sama sekali, tetapi mereka mampu untuk hidup damai, tenteram dan bebas dari segala nafsu. 
Silahkan kunjungi beliau beliau (forest monks) di vihara vihara hutan (Forest temples) baik di Thailand, Myanmar, Srilanka... atau gak usah jauh jauh.. bisa juga di temui di Bali, Batu Malang atau di Candi Mendut.
 Bilangan i , Cinta dan Tuhan .. betul betul tidak berarti bagi beliau beliau ini atau bahkan bisa jadi sudah tidak exist lagi didalam diri mereka. 
bingung ??]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>ada satu agama yang tidak memiliki tuhannya. Yaitu Buddhism.<br />
 Sang Buddha tidak pernah menyebut dirinya sebagai Tuhan, juga tidak pernah meminta kepada pengikutnya untuk men-Tuhan kan beliau.</p>
<p>para pengikut ajaran SAng Buddha (khususnya para Bhikku yang sudah mencapai meditasi tingkat tinggi) sudah hidup tanpa tuhan sama sekali, tetapi mereka mampu untuk hidup damai, tenteram dan bebas dari segala nafsu.<br />
Silahkan kunjungi beliau beliau (forest monks) di vihara vihara hutan (Forest temples) baik di Thailand, Myanmar, Srilanka&#8230; atau gak usah jauh jauh.. bisa juga di temui di Bali, Batu Malang atau di Candi Mendut.<br />
 Bilangan i , Cinta dan Tuhan .. betul betul tidak berarti bagi beliau beliau ini atau bahkan bisa jadi sudah tidak exist lagi didalam diri mereka.<br />
bingung ??</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		Oleh: Judhianto		</title>
		<link>https://judhianto.com/filsafat/bilangan-i-cinta-dan-tuhan/comment-page-1/#comment-2621</link>

		<dc:creator><![CDATA[Judhianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 17 Feb 2013 00:24:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://nontondunia.com/2011/07/06/bilangan-i-cinta-dan-tuhan/#comment-2621</guid>

					<description><![CDATA[Sebagai balasan untuk &lt;a href=&quot;https://judhianto.com/filsafat/bilangan-i-cinta-dan-tuhan/comment-page-1/#comment-2620&quot;&gt;Ahmad Yani&lt;/a&gt;.

&lt;b&gt;@Ahmad Yani:&lt;/b&gt; wa&#039;alaikum salam warohmatullohi wabarokatuh]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai balasan untuk <a href="https://judhianto.com/filsafat/bilangan-i-cinta-dan-tuhan/comment-page-1/#comment-2620">Ahmad Yani</a>.</p>
<p><b>@Ahmad Yani:</b> wa&#8217;alaikum salam warohmatullohi wabarokatuh</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		Oleh: Ahmad Yani		</title>
		<link>https://judhianto.com/filsafat/bilangan-i-cinta-dan-tuhan/comment-page-1/#comment-2620</link>

		<dc:creator><![CDATA[Ahmad Yani]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 16 Feb 2013 13:53:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://nontondunia.com/2011/07/06/bilangan-i-cinta-dan-tuhan/#comment-2620</guid>

					<description><![CDATA[assalamualaikum. warohmatullah wabarkah warahmah]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>assalamualaikum. warohmatullah wabarkah warahmah</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		Oleh: Judhianto		</title>
		<link>https://judhianto.com/filsafat/bilangan-i-cinta-dan-tuhan/comment-page-1/#comment-2619</link>

		<dc:creator><![CDATA[Judhianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 30 Sep 2012 05:52:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://nontondunia.com/2011/07/06/bilangan-i-cinta-dan-tuhan/#comment-2619</guid>

					<description><![CDATA[Sebagai balasan untuk &lt;a href=&quot;https://judhianto.com/filsafat/bilangan-i-cinta-dan-tuhan/comment-page-1/#comment-2618&quot;&gt;Veki Lerik&lt;/a&gt;.

&lt;b&gt;Veki Lerik:&lt;/b&gt; wooww terima kasih...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai balasan untuk <a href="https://judhianto.com/filsafat/bilangan-i-cinta-dan-tuhan/comment-page-1/#comment-2618">Veki Lerik</a>.</p>
<p><b>Veki Lerik:</b> wooww terima kasih&#8230;</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		Oleh: Veki Lerik		</title>
		<link>https://judhianto.com/filsafat/bilangan-i-cinta-dan-tuhan/comment-page-1/#comment-2618</link>

		<dc:creator><![CDATA[Veki Lerik]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 30 Sep 2012 05:31:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://nontondunia.com/2011/07/06/bilangan-i-cinta-dan-tuhan/#comment-2618</guid>

					<description><![CDATA[woooowwww . . . keren , sangat realistik . . .]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>woooowwww . . . keren , sangat realistik . . .</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		Oleh: Judhianto		</title>
		<link>https://judhianto.com/filsafat/bilangan-i-cinta-dan-tuhan/comment-page-1/#comment-2617</link>

		<dc:creator><![CDATA[Judhianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Feb 2012 13:57:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://nontondunia.com/2011/07/06/bilangan-i-cinta-dan-tuhan/#comment-2617</guid>

					<description><![CDATA[Sebagai balasan untuk &lt;a href=&quot;https://judhianto.com/filsafat/bilangan-i-cinta-dan-tuhan/comment-page-1/#comment-2616&quot;&gt;H. Bebey&lt;/a&gt;.

&lt;b&gt;@H. Bebey: &lt;/b&gt;saya tersanjung, sungguh. 
Silakan diambil yang bermanfaat, dikritisi yang mungkin salah.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai balasan untuk <a href="https://judhianto.com/filsafat/bilangan-i-cinta-dan-tuhan/comment-page-1/#comment-2616">H. Bebey</a>.</p>
<p><b>@H. Bebey: </b>saya tersanjung, sungguh.<br />
Silakan diambil yang bermanfaat, dikritisi yang mungkin salah.</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		Oleh: H. Bebey		</title>
		<link>https://judhianto.com/filsafat/bilangan-i-cinta-dan-tuhan/comment-page-1/#comment-2616</link>

		<dc:creator><![CDATA[H. Bebey]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Feb 2012 12:26:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://nontondunia.com/2011/07/06/bilangan-i-cinta-dan-tuhan/#comment-2616</guid>

					<description><![CDATA[Sebagai balasan untuk &lt;a href=&quot;https://judhianto.com/filsafat/bilangan-i-cinta-dan-tuhan/comment-page-1/#comment-2615&quot;&gt;Judhianto&lt;/a&gt;.

Dalam renunganku dimalam sepi, dingin, guna memahami pencerahan yang kudapati dari &#039;nonton dunia&#039; hanya bisa terluncurkan pujian...luar biasa.
Mas Judhi katanya bekerja sendiri, tapi hasanah keilmuannya begitu luas, sesuatu keputusan cerdas dalam mengamalkan ilmunya tanpa takut diteror, seperti al Qimni dari universitas Alazhar, sehingga timbul dalam diriku dalam mewujudkan keinginan membuat biografi diriku, ....apakah diijinkan mensitir buah pikiran mas Judhi, terutama bilangan i itu.
Pesan yang tersirat sering aku kemukakan pada anak didik apakah itu s1, s2, s3 dalam memahami kehidupan di dunia ini sebelum aku bertemu dengan &#039;nonton dunia&#039;, dan alhamdulilah pemahaman yang begitu sederhana dan bermakna bagi diriku.

Wassalam

H. Bebey]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai balasan untuk <a href="https://judhianto.com/filsafat/bilangan-i-cinta-dan-tuhan/comment-page-1/#comment-2615">Judhianto</a>.</p>
<p>Dalam renunganku dimalam sepi, dingin, guna memahami pencerahan yang kudapati dari &#8216;nonton dunia&#8217; hanya bisa terluncurkan pujian&#8230;luar biasa.<br />
Mas Judhi katanya bekerja sendiri, tapi hasanah keilmuannya begitu luas, sesuatu keputusan cerdas dalam mengamalkan ilmunya tanpa takut diteror, seperti al Qimni dari universitas Alazhar, sehingga timbul dalam diriku dalam mewujudkan keinginan membuat biografi diriku, &#8230;.apakah diijinkan mensitir buah pikiran mas Judhi, terutama bilangan i itu.<br />
Pesan yang tersirat sering aku kemukakan pada anak didik apakah itu s1, s2, s3 dalam memahami kehidupan di dunia ini sebelum aku bertemu dengan &#8216;nonton dunia&#8217;, dan alhamdulilah pemahaman yang begitu sederhana dan bermakna bagi diriku.</p>
<p>Wassalam</p>
<p>H. Bebey</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
	</channel>
</rss>
