<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:series="https://publishpress.com/"
	
	>
<channel>
	<title>
	Komentar di: Harry Potter, Mantra, Mujarrobat	</title>
	<atom:link href="https://judhianto.com/filsafat/harry-potter-mantra-mujarrobat/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://judhianto.com/filsafat/harry-potter-mantra-mujarrobat/</link>
	<description>Iman, Realitas dan Pertanyaan Tentangnya</description>
	<lastBuildDate>Sat, 28 Mar 2026 23:55:49 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1</generator>
	<item>
		<title>
		Oleh: Judhianto		</title>
		<link>https://judhianto.com/filsafat/harry-potter-mantra-mujarrobat/comment-page-1/#comment-860</link>

		<dc:creator><![CDATA[Judhianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 12 Mar 2013 01:33:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">https://nontondunia.wordpress.com/2011/05/13/harry-potter-mantra-mujarrobat/#comment-860</guid>

					<description><![CDATA[Sebagai balasan untuk &lt;a href=&quot;https://judhianto.com/filsafat/harry-potter-mantra-mujarrobat/comment-page-1/#comment-859&quot;&gt;aninditya&lt;/a&gt;.

&lt;b&gt;@Aninditya:&lt;/B&gt; kalau dalam istilah sekarang, masak Allah sebagai Tuhan melakukan diskriminasi berdasarkan SARA seperti banyak dilakukan politikus kita?]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai balasan untuk <a href="https://judhianto.com/filsafat/harry-potter-mantra-mujarrobat/comment-page-1/#comment-859">aninditya</a>.</p>
<p><b>@Aninditya:</b> kalau dalam istilah sekarang, masak Allah sebagai Tuhan melakukan diskriminasi berdasarkan SARA seperti banyak dilakukan politikus kita?</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		Oleh: aninditya		</title>
		<link>https://judhianto.com/filsafat/harry-potter-mantra-mujarrobat/comment-page-1/#comment-859</link>

		<dc:creator><![CDATA[aninditya]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 Mar 2013 13:53:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">https://nontondunia.wordpress.com/2011/05/13/harry-potter-mantra-mujarrobat/#comment-859</guid>

					<description><![CDATA[Saya senang baca komentar dan tanggapan diatas adem gak membara kaya kometar2 di judul yang lain. Jadi ingat masa sekolah dulu sholat aja ribet buanget harus menghafal doa2 dgn versi arab, tapi kalau gak diikuti bakal gak naik kelas dong (syerem). Kembali ketopik diatas. Bukankan islam adalah orang yang berserah diri kepada allah. Jadi saya beranggapan nich bahwa barang siapa beserah diri kepada allah ya seharusnya islam (bukan muslim). Jadi entah itu pakai bandrol apa saja biarpun bahasa dan seremonialnya berbeda dalam konteks bahasa arab itu adalah islam. Jadi saya simpulkan (rung rampung kok wis disimpulkan dewe he..he..) tuhan menerima doa doa free format, tidak tepasung dengan 1 bahasa saja. Yang penting fungsi doa tadi yang bisa memberi manfaat/menghubungkan personal dengan tuhannya. Karena saya dari jawa ya kadang campursarian arab and jawa (koyo mas edi susanto). Kalaupun ada yang ngomong itu salah, kafir, musrik. Tapi itu yang bisa memberi manfaat dalam diri saya, menghubungkan saya dengan allah s.w.t.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya senang baca komentar dan tanggapan diatas adem gak membara kaya kometar2 di judul yang lain. Jadi ingat masa sekolah dulu sholat aja ribet buanget harus menghafal doa2 dgn versi arab, tapi kalau gak diikuti bakal gak naik kelas dong (syerem). Kembali ketopik diatas. Bukankan islam adalah orang yang berserah diri kepada allah. Jadi saya beranggapan nich bahwa barang siapa beserah diri kepada allah ya seharusnya islam (bukan muslim). Jadi entah itu pakai bandrol apa saja biarpun bahasa dan seremonialnya berbeda dalam konteks bahasa arab itu adalah islam. Jadi saya simpulkan (rung rampung kok wis disimpulkan dewe he..he..) tuhan menerima doa doa free format, tidak tepasung dengan 1 bahasa saja. Yang penting fungsi doa tadi yang bisa memberi manfaat/menghubungkan personal dengan tuhannya. Karena saya dari jawa ya kadang campursarian arab and jawa (koyo mas edi susanto). Kalaupun ada yang ngomong itu salah, kafir, musrik. Tapi itu yang bisa memberi manfaat dalam diri saya, menghubungkan saya dengan allah s.w.t.</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		Oleh: Judhianto		</title>
		<link>https://judhianto.com/filsafat/harry-potter-mantra-mujarrobat/comment-page-1/#comment-858</link>

		<dc:creator><![CDATA[Judhianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 03 Nov 2012 12:47:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">https://nontondunia.wordpress.com/2011/05/13/harry-potter-mantra-mujarrobat/#comment-858</guid>

					<description><![CDATA[Sebagai balasan untuk &lt;a href=&quot;https://judhianto.com/filsafat/harry-potter-mantra-mujarrobat/comment-page-1/#comment-857&quot;&gt;supriadi&lt;/a&gt;.

&lt;b&gt;@Supriadi:&lt;/b&gt; Ritual agama itu penghayatan dalam pengalaman.

Ibadah seperti sholat akan berguna bila kita menghayatinya sebagaimana nasihat nabi: 
&quot;Seperti kau melihat Allah, atau kalau tak bisa - sebagaimana kalau Allah yang Maha Kuasa melihatmu&quot;

Tidak penting masalah mengerti atau tidak arti bacaannya atau fungsinya - banyak orang arab yang sangat paham artinya tidak bisa merasakan guna sholat - sementara banyak orang yang bisa mengambil manfaat sholat tanpa mengerti sepatahpun kata bahasa arab.

Sholat itu latihan menundukkan diri pada Allah yang tak kita mengerti. 
Jadi, jauhkan diri dari usaha-2 menalarkan sholat, itu hanya mencegah kita dari larut dalam penghayatan. 
Hanya butuh tahu prosedurnya, kepasrahan diri dan menghayati sebagaimana nasihat Nabi.

Kalau sudah merasakan khusyuknya, saya yakin tidak sulit meninggalkan aktivitas lainnya.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai balasan untuk <a href="https://judhianto.com/filsafat/harry-potter-mantra-mujarrobat/comment-page-1/#comment-857">supriadi</a>.</p>
<p><b>@Supriadi:</b> Ritual agama itu penghayatan dalam pengalaman.</p>
<p>Ibadah seperti sholat akan berguna bila kita menghayatinya sebagaimana nasihat nabi:<br />
&#8220;Seperti kau melihat Allah, atau kalau tak bisa &#8211; sebagaimana kalau Allah yang Maha Kuasa melihatmu&#8221;</p>
<p>Tidak penting masalah mengerti atau tidak arti bacaannya atau fungsinya &#8211; banyak orang arab yang sangat paham artinya tidak bisa merasakan guna sholat &#8211; sementara banyak orang yang bisa mengambil manfaat sholat tanpa mengerti sepatahpun kata bahasa arab.</p>
<p>Sholat itu latihan menundukkan diri pada Allah yang tak kita mengerti.<br />
Jadi, jauhkan diri dari usaha-2 menalarkan sholat, itu hanya mencegah kita dari larut dalam penghayatan.<br />
Hanya butuh tahu prosedurnya, kepasrahan diri dan menghayati sebagaimana nasihat Nabi.</p>
<p>Kalau sudah merasakan khusyuknya, saya yakin tidak sulit meninggalkan aktivitas lainnya.</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		Oleh: supriadi		</title>
		<link>https://judhianto.com/filsafat/harry-potter-mantra-mujarrobat/comment-page-1/#comment-857</link>

		<dc:creator><![CDATA[supriadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 02 Nov 2012 11:04:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">https://nontondunia.wordpress.com/2011/05/13/harry-potter-mantra-mujarrobat/#comment-857</guid>

					<description><![CDATA[saya sering melalaikan kewajiban formal. Karena kelalaian saya itu, perasaan jadi gak enak hati karena tidak bisa menjalankan kewajiban ibadah formal saya.. Penyebab saya lalai adalah karena kekurang mengertian dari bacaan ibadah formal itu sendiri dan juga karena merasa mementing untuk melakukan hal lain (seperti: nonton tv, denger musik,kadang karena pekerjaan)
menurut Anda khususnya Pa Judhianto, keliru kah saya? Apakah yang mesti saya prioritaskan antara hubungan dengan Tuhan atau lebih penting tidur dari pada sholat?
Kalau masalah berdoa memang setiap saat,setiap mau makan.mau bepergian,mau apa saja saya selalu meminta pada Tuhan baik dalam bahasa yg sudah diajarkan di pengajian,dan juga bahasa yang sehari2 saya pakai..
Supaya saya bisa tercerahkan,dan mungkin juga ada orang yang seperti saya yang memerlukan pencerahan. kiranya Bapak sudi membalas komentar saya ini dengan jawaban yang menggunakan bahasa sederhana(mudah dipahami) serta detil.
Terima kasih yang tak terhingga atas semua artikel dan komentar bapak. Semoga  kemakmuran dan keselamatan bagi semua..]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>saya sering melalaikan kewajiban formal. Karena kelalaian saya itu, perasaan jadi gak enak hati karena tidak bisa menjalankan kewajiban ibadah formal saya.. Penyebab saya lalai adalah karena kekurang mengertian dari bacaan ibadah formal itu sendiri dan juga karena merasa mementing untuk melakukan hal lain (seperti: nonton tv, denger musik,kadang karena pekerjaan)<br />
menurut Anda khususnya Pa Judhianto, keliru kah saya? Apakah yang mesti saya prioritaskan antara hubungan dengan Tuhan atau lebih penting tidur dari pada sholat?<br />
Kalau masalah berdoa memang setiap saat,setiap mau makan.mau bepergian,mau apa saja saya selalu meminta pada Tuhan baik dalam bahasa yg sudah diajarkan di pengajian,dan juga bahasa yang sehari2 saya pakai..<br />
Supaya saya bisa tercerahkan,dan mungkin juga ada orang yang seperti saya yang memerlukan pencerahan. kiranya Bapak sudi membalas komentar saya ini dengan jawaban yang menggunakan bahasa sederhana(mudah dipahami) serta detil.<br />
Terima kasih yang tak terhingga atas semua artikel dan komentar bapak. Semoga  kemakmuran dan keselamatan bagi semua..</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		Oleh: Judhianto		</title>
		<link>https://judhianto.com/filsafat/harry-potter-mantra-mujarrobat/comment-page-1/#comment-856</link>

		<dc:creator><![CDATA[Judhianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 31 Oct 2012 10:22:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">https://nontondunia.wordpress.com/2011/05/13/harry-potter-mantra-mujarrobat/#comment-856</guid>

					<description><![CDATA[Sebagai balasan untuk &lt;a href=&quot;https://judhianto.com/filsafat/harry-potter-mantra-mujarrobat/comment-page-1/#comment-855&quot;&gt;chxndrx&lt;/a&gt;.

&lt;b&gt;@Chxndrx:&lt;/b&gt; benar, agama juga merupakan salah satu perekat kita dengan lingkungan kita.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai balasan untuk <a href="https://judhianto.com/filsafat/harry-potter-mantra-mujarrobat/comment-page-1/#comment-855">chxndrx</a>.</p>
<p><b>@Chxndrx:</b> benar, agama juga merupakan salah satu perekat kita dengan lingkungan kita.</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		Oleh: chxndrx		</title>
		<link>https://judhianto.com/filsafat/harry-potter-mantra-mujarrobat/comment-page-1/#comment-855</link>

		<dc:creator><![CDATA[chxndrx]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 31 Oct 2012 09:34:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">https://nontondunia.wordpress.com/2011/05/13/harry-potter-mantra-mujarrobat/#comment-855</guid>

					<description><![CDATA[Sebagai balasan untuk &lt;a href=&quot;https://judhianto.com/filsafat/harry-potter-mantra-mujarrobat/comment-page-1/#comment-854&quot;&gt;Judhianto&lt;/a&gt;.

Setuju, perlu komunitas yang sejalan untuk sandaran ketika iman kita sedang galau. Artinya hubungan dengan Tuhan sampai batas tertentu tetap prosedural agar kita diterima di komunitas?]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai balasan untuk <a href="https://judhianto.com/filsafat/harry-potter-mantra-mujarrobat/comment-page-1/#comment-854">Judhianto</a>.</p>
<p>Setuju, perlu komunitas yang sejalan untuk sandaran ketika iman kita sedang galau. Artinya hubungan dengan Tuhan sampai batas tertentu tetap prosedural agar kita diterima di komunitas?</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		Oleh: Judhianto		</title>
		<link>https://judhianto.com/filsafat/harry-potter-mantra-mujarrobat/comment-page-1/#comment-854</link>

		<dc:creator><![CDATA[Judhianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 31 Oct 2012 06:53:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">https://nontondunia.wordpress.com/2011/05/13/harry-potter-mantra-mujarrobat/#comment-854</guid>

					<description><![CDATA[Sebagai balasan untuk &lt;a href=&quot;https://judhianto.com/filsafat/harry-potter-mantra-mujarrobat/comment-page-1/#comment-853&quot;&gt;chxndrx&lt;/a&gt;.

&lt;b&gt;@Chxndrx:&lt;/b&gt; agama itu masalah keyakinan personal, kalau anda yakin punya prosedur yang lebih kena itu terserah kepada anda.

Akan tetapi iman akan selalu mengalami pasang surut.
Saat surut, kita kadang butuh dukungan dari komunitas seiman (keluarga atau rekan) untuk mempertahankan iman dan tak tergoda kepada jalan pintas yang merugikan orang lain. Dukungan untuk menguatkan iman akan sukar kita dapatkan manakala kita beragama dengan cara yang tidak diterima atau dimengerti oleh lingkungan sosial kita.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai balasan untuk <a href="https://judhianto.com/filsafat/harry-potter-mantra-mujarrobat/comment-page-1/#comment-853">chxndrx</a>.</p>
<p><b>@Chxndrx:</b> agama itu masalah keyakinan personal, kalau anda yakin punya prosedur yang lebih kena itu terserah kepada anda.</p>
<p>Akan tetapi iman akan selalu mengalami pasang surut.<br />
Saat surut, kita kadang butuh dukungan dari komunitas seiman (keluarga atau rekan) untuk mempertahankan iman dan tak tergoda kepada jalan pintas yang merugikan orang lain. Dukungan untuk menguatkan iman akan sukar kita dapatkan manakala kita beragama dengan cara yang tidak diterima atau dimengerti oleh lingkungan sosial kita.</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		Oleh: chxndrx		</title>
		<link>https://judhianto.com/filsafat/harry-potter-mantra-mujarrobat/comment-page-1/#comment-853</link>

		<dc:creator><![CDATA[chxndrx]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 31 Oct 2012 06:21:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">https://nontondunia.wordpress.com/2011/05/13/harry-potter-mantra-mujarrobat/#comment-853</guid>

					<description><![CDATA[Sebagai balasan untuk &lt;a href=&quot;https://judhianto.com/filsafat/harry-potter-mantra-mujarrobat/comment-page-1/#comment-852&quot;&gt;Judhianto&lt;/a&gt;.

Untuk melatih ego untuk tunduk kepada Tuhan, jika kita melakukannya dengan prosedur lain yang lebih efektif dan meninggalkan &quot;prosedur standar&quot; apakah diperbolehkan? 
Tuhan itu Maha Besar, apakah mungkin Tuhan hanya membukakan satu jalan / satu pintu bagi umatnya untuk menuju kepada-Nya. Saya rasa tidak demikian, justru terkadang manusia lah yang terlalu mengagungkan &quot;jalan&quot; yang dipilihnya dan menganggap &quot;jalan&quot; lain tidak mungkin menuju kepada-Nya. Akhirnya ego yang muncul adalah ego terhadap &quot;jalan&quot; itu, bukan ego kepada Tuhan.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai balasan untuk <a href="https://judhianto.com/filsafat/harry-potter-mantra-mujarrobat/comment-page-1/#comment-852">Judhianto</a>.</p>
<p>Untuk melatih ego untuk tunduk kepada Tuhan, jika kita melakukannya dengan prosedur lain yang lebih efektif dan meninggalkan &#8220;prosedur standar&#8221; apakah diperbolehkan?<br />
Tuhan itu Maha Besar, apakah mungkin Tuhan hanya membukakan satu jalan / satu pintu bagi umatnya untuk menuju kepada-Nya. Saya rasa tidak demikian, justru terkadang manusia lah yang terlalu mengagungkan &#8220;jalan&#8221; yang dipilihnya dan menganggap &#8220;jalan&#8221; lain tidak mungkin menuju kepada-Nya. Akhirnya ego yang muncul adalah ego terhadap &#8220;jalan&#8221; itu, bukan ego kepada Tuhan.</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		Oleh: Judhianto		</title>
		<link>https://judhianto.com/filsafat/harry-potter-mantra-mujarrobat/comment-page-1/#comment-852</link>

		<dc:creator><![CDATA[Judhianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Oct 2012 09:51:20 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">https://nontondunia.wordpress.com/2011/05/13/harry-potter-mantra-mujarrobat/#comment-852</guid>

					<description><![CDATA[Sebagai balasan untuk &lt;a href=&quot;https://judhianto.com/filsafat/harry-potter-mantra-mujarrobat/comment-page-1/#comment-851&quot;&gt;chxndrx&lt;/a&gt;.

&lt;b&gt;@Chxndrx:&lt;/b&gt; kalau kita menganggap do&#039;a adalah hubungan personal kita dengan Tuhan, tentunya memang semestinya dengan bahasa dan ungkapan yang paling mengena bagi kita.
Akan tetapi ada ibadah wajib yang selain menghubungkan kita secara formal dengan Tuhan, juga melatih ketundukan ego kita pada Tuhan, sehingga kita memang harus menundukkan ego kita pada format dan prosedur standardnya.
Terima kasih.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai balasan untuk <a href="https://judhianto.com/filsafat/harry-potter-mantra-mujarrobat/comment-page-1/#comment-851">chxndrx</a>.</p>
<p><b>@Chxndrx:</b> kalau kita menganggap do&#8217;a adalah hubungan personal kita dengan Tuhan, tentunya memang semestinya dengan bahasa dan ungkapan yang paling mengena bagi kita.<br />
Akan tetapi ada ibadah wajib yang selain menghubungkan kita secara formal dengan Tuhan, juga melatih ketundukan ego kita pada Tuhan, sehingga kita memang harus menundukkan ego kita pada format dan prosedur standardnya.<br />
Terima kasih.</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		Oleh: chxndrx		</title>
		<link>https://judhianto.com/filsafat/harry-potter-mantra-mujarrobat/comment-page-1/#comment-851</link>

		<dc:creator><![CDATA[chxndrx]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Oct 2012 09:29:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">https://nontondunia.wordpress.com/2011/05/13/harry-potter-mantra-mujarrobat/#comment-851</guid>

					<description><![CDATA[Setuju, pak bro Judhi. Selama ini saya juga heran:
- Emangnya Tuhan hanya ngerti bahasa tertentu? jadi tidak maha tahu donk.
- Kalimatnya mesti sama persis (seperti mantra)? birokratis banget.
- Jam penerimaan doa atau sembahyang diatur sampai detail ke menitnya sehingga setiap menit tertentu, Tuhan hanya melayani wilayah / zona waktu tertentu sesuai rotasi bumi. Karena jika tidak, Tuhan bisa kewalahan melayani doa jika seluruh manusia sekaligus berdoa atau sembahyang, sehingga perlu di-kloter berdasarkan zona waktu.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setuju, pak bro Judhi. Selama ini saya juga heran:<br />
&#8211; Emangnya Tuhan hanya ngerti bahasa tertentu? jadi tidak maha tahu donk.<br />
&#8211; Kalimatnya mesti sama persis (seperti mantra)? birokratis banget.<br />
&#8211; Jam penerimaan doa atau sembahyang diatur sampai detail ke menitnya sehingga setiap menit tertentu, Tuhan hanya melayani wilayah / zona waktu tertentu sesuai rotasi bumi. Karena jika tidak, Tuhan bisa kewalahan melayani doa jika seluruh manusia sekaligus berdoa atau sembahyang, sehingga perlu di-kloter berdasarkan zona waktu.</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
	</channel>
</rss>
