<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:series="https://publishpress.com/"
	
	>
<channel>
	<title>
	Komentar di: Klasifikasi Iman, Dari Teis ke Ateis.	</title>
	<atom:link href="https://judhianto.com/filsafat/klasifikasi-iman-dari-teis-ke-ateis/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://judhianto.com/filsafat/klasifikasi-iman-dari-teis-ke-ateis/</link>
	<description>Iman, Realitas dan Pertanyaan Tentangnya</description>
	<lastBuildDate>Sat, 28 Mar 2026 23:48:50 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1</generator>
	<item>
		<title>
		Oleh: Supri Yadi		</title>
		<link>https://judhianto.com/filsafat/klasifikasi-iman-dari-teis-ke-ateis/comment-page-1/#comment-4240</link>

		<dc:creator><![CDATA[Supri Yadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 29 Mar 2020 04:20:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.NontonDunia.net/?p=3395#comment-4240</guid>

					<description><![CDATA[Sebagai balasan untuk &lt;a href=&quot;https://judhianto.com/filsafat/klasifikasi-iman-dari-teis-ke-ateis/comment-page-1/#comment-4239&quot;&gt;darmoaji&lt;/a&gt;.

]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai balasan untuk <a href="https://judhianto.com/filsafat/klasifikasi-iman-dari-teis-ke-ateis/comment-page-1/#comment-4239">darmoaji</a>.</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		Oleh: darmoaji		</title>
		<link>https://judhianto.com/filsafat/klasifikasi-iman-dari-teis-ke-ateis/comment-page-1/#comment-4239</link>

		<dc:creator><![CDATA[darmoaji]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 Aug 2019 23:58:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.NontonDunia.net/?p=3395#comment-4239</guid>

					<description><![CDATA[menarik untuk melihat perkembangan ke depan, dengan semakin majunya teknologi, maka akan semakin  sedikit penanut dogmatisnya ( minimal di negara2 maju dan diluar negara islam), ketika negara lain semakin maju, maka efek bola saljunya akan semakin cepat&#8230; satu hal yang menurut saya pasti. bahwa banyak ajaran dan aturan formil  agama, sangat terikat waktu, karena lebih banyak ke adopsi budaya dimana kondisi tersebut terjadi&#8230;.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>menarik untuk melihat perkembangan ke depan, dengan semakin majunya teknologi, maka akan semakin  sedikit penanut dogmatisnya ( minimal di negara2 maju dan diluar negara islam), ketika negara lain semakin maju, maka efek bola saljunya akan semakin cepat&#8230; satu hal yang menurut saya pasti. bahwa banyak ajaran dan aturan formil  agama, sangat terikat waktu, karena lebih banyak ke adopsi budaya dimana kondisi tersebut terjadi&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		Oleh: DAMAIYANTI		</title>
		<link>https://judhianto.com/filsafat/klasifikasi-iman-dari-teis-ke-ateis/comment-page-1/#comment-4238</link>

		<dc:creator><![CDATA[DAMAIYANTI]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Apr 2019 12:00:24 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.NontonDunia.net/?p=3395#comment-4238</guid>

					<description><![CDATA[klasifikasi iman ada 5 ( Teis-Realis ) 
1. Iman  dan Nalar
Iman adalah segalanya.Namun Tuhan memberi manusia nalar untuk memecahkan masalah yang tidak diatur oleh iman.
2. Tuhan
Tuhan pasti ada, namun diluar jangkauan pikiran manusia. Tuhan menggambarkan dirinya dalam kitab suci hanyalah agar manusia bisa memahami-Nya
3. Akhirat danAlam metafisika
Akhirat dan alam ghaib pasti ada, Akhirat tak ergambarkan, namun Tuhan memberi gambarannya dalam kitab suci sebagai alat manusia untuk memehaminya. Kehidupan akhirat adalah kehidupan yang sebenarnya , dunia hanyalah ujian bagi kita.
4. Agama
Agama adalah petunjuk hidup dari Tuhan.
5. Makna Hidup
Mengabdi Tuhan dengan tidak melupakan hubungan kemanusiaan]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>klasifikasi iman ada 5 ( Teis-Realis )<br />
1. Iman  dan Nalar<br />
Iman adalah segalanya.Namun Tuhan memberi manusia nalar untuk memecahkan masalah yang tidak diatur oleh iman.<br />
2. Tuhan<br />
Tuhan pasti ada, namun diluar jangkauan pikiran manusia. Tuhan menggambarkan dirinya dalam kitab suci hanyalah agar manusia bisa memahami-Nya<br />
3. Akhirat danAlam metafisika<br />
Akhirat dan alam ghaib pasti ada, Akhirat tak ergambarkan, namun Tuhan memberi gambarannya dalam kitab suci sebagai alat manusia untuk memehaminya. Kehidupan akhirat adalah kehidupan yang sebenarnya , dunia hanyalah ujian bagi kita.<br />
4. Agama<br />
Agama adalah petunjuk hidup dari Tuhan.<br />
5. Makna Hidup<br />
Mengabdi Tuhan dengan tidak melupakan hubungan kemanusiaan</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		Oleh: Judhianto		</title>
		<link>https://judhianto.com/filsafat/klasifikasi-iman-dari-teis-ke-ateis/comment-page-1/#comment-4237</link>

		<dc:creator><![CDATA[Judhianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 12 Nov 2014 10:13:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.NontonDunia.net/?p=3395#comment-4237</guid>

					<description><![CDATA[Sebagai balasan untuk &lt;a href=&quot;https://judhianto.com/filsafat/klasifikasi-iman-dari-teis-ke-ateis/comment-page-1/#comment-4236&quot;&gt;abdul maji&lt;/a&gt;.

&lt;b&gt;@Abdul Maji:&lt;/b&gt; wah mestinya agnostik-teis plus pragmatis (kalau nemenin pacar) :)]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai balasan untuk <a href="https://judhianto.com/filsafat/klasifikasi-iman-dari-teis-ke-ateis/comment-page-1/#comment-4236">abdul maji</a>.</p>
<p><b>@Abdul Maji:</b> wah mestinya agnostik-teis plus pragmatis (kalau nemenin pacar) 🙂</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		Oleh: abdul maji		</title>
		<link>https://judhianto.com/filsafat/klasifikasi-iman-dari-teis-ke-ateis/comment-page-1/#comment-4236</link>

		<dc:creator><![CDATA[abdul maji]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 12 Nov 2014 07:59:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.NontonDunia.net/?p=3395#comment-4236</guid>

					<description><![CDATA[sya agnostik teis 
tapi saya masih ibadah buat nemenin pacar saya]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>sya agnostik teis<br />
tapi saya masih ibadah buat nemenin pacar saya</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		Oleh: Judhianto		</title>
		<link>https://judhianto.com/filsafat/klasifikasi-iman-dari-teis-ke-ateis/comment-page-1/#comment-4235</link>

		<dc:creator><![CDATA[Judhianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 13 Apr 2014 11:15:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.NontonDunia.net/?p=3395#comment-4235</guid>

					<description><![CDATA[Sebagai balasan untuk &lt;a href=&quot;https://judhianto.com/filsafat/klasifikasi-iman-dari-teis-ke-ateis/comment-page-1/#comment-4234&quot;&gt;bambang setiawan&lt;/a&gt;.

&lt;b&gt;@Bambang Setiawan:&lt;/b&gt; sepanjang sejarah, selalu ada kenyataan yang tak bisa dijelaskan. Sepanjang sejarah kaum religious dengan serampangan menyebutkannya sebagai Dewa atau hasil tindakan Dewa.

Matahari yang panas, bumi yang subur, bulan yang indah, dulu pernah dianggap sebagai Dewa. Kelahiran, kematian, petir, bencana alam dan segala hal yang tak dipahami selalu dianggap sebagai hasil tindakan Dewa. Dengan sains modern, terbukti fenomena-fenomena tersebut hanyalah hasil proses alami belaka, tidak ada oknum Dewa atau Tuhan yang terlibat. Dewa atau Tuhan ternyata hanyalah label serampangan atas sesuatu yang tak dipahami, Dewa atau Tuhan hanyalah penambal ketidak tahuan manusia.

Manusia modern sudah belajar banyak untuk berendah hati untuk mengatakan &quot;tidak tahu&quot; untuk sesuatu yang memang ia tidak tahu.

Saya rasa orang ateis, bukanlah menyangkal kenyataan yang tidak bisa dijelaskan, mereka hanya mengatakan &quot;tidak tahu&quot; dan menolak klaim kuno yang mengatakan itu Dewa, itu Tuhan walau tanpa bisa memberikan satupun bukti yang bisa diuji ulang.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai balasan untuk <a href="https://judhianto.com/filsafat/klasifikasi-iman-dari-teis-ke-ateis/comment-page-1/#comment-4234">bambang setiawan</a>.</p>
<p><b>@Bambang Setiawan:</b> sepanjang sejarah, selalu ada kenyataan yang tak bisa dijelaskan. Sepanjang sejarah kaum religious dengan serampangan menyebutkannya sebagai Dewa atau hasil tindakan Dewa.</p>
<p>Matahari yang panas, bumi yang subur, bulan yang indah, dulu pernah dianggap sebagai Dewa. Kelahiran, kematian, petir, bencana alam dan segala hal yang tak dipahami selalu dianggap sebagai hasil tindakan Dewa. Dengan sains modern, terbukti fenomena-fenomena tersebut hanyalah hasil proses alami belaka, tidak ada oknum Dewa atau Tuhan yang terlibat. Dewa atau Tuhan ternyata hanyalah label serampangan atas sesuatu yang tak dipahami, Dewa atau Tuhan hanyalah penambal ketidak tahuan manusia.</p>
<p>Manusia modern sudah belajar banyak untuk berendah hati untuk mengatakan &#8220;tidak tahu&#8221; untuk sesuatu yang memang ia tidak tahu.</p>
<p>Saya rasa orang ateis, bukanlah menyangkal kenyataan yang tidak bisa dijelaskan, mereka hanya mengatakan &#8220;tidak tahu&#8221; dan menolak klaim kuno yang mengatakan itu Dewa, itu Tuhan walau tanpa bisa memberikan satupun bukti yang bisa diuji ulang.</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		Oleh: bambang setiawan		</title>
		<link>https://judhianto.com/filsafat/klasifikasi-iman-dari-teis-ke-ateis/comment-page-1/#comment-4234</link>

		<dc:creator><![CDATA[bambang setiawan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 13 Apr 2014 09:58:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.NontonDunia.net/?p=3395#comment-4234</guid>

					<description><![CDATA[Orang ateis membuat kesalahan karena menyangkal kenyataan yang tidak bisa dijelaskan.. dan orang teis membuat kesalahan karena mencoba menjelaskannya (Anthony de Mello)]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Orang ateis membuat kesalahan karena menyangkal kenyataan yang tidak bisa dijelaskan.. dan orang teis membuat kesalahan karena mencoba menjelaskannya (Anthony de Mello)</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		Oleh: Judhianto		</title>
		<link>https://judhianto.com/filsafat/klasifikasi-iman-dari-teis-ke-ateis/comment-page-1/#comment-4233</link>

		<dc:creator><![CDATA[Judhianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 29 Mar 2014 16:28:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.NontonDunia.net/?p=3395#comment-4233</guid>

					<description><![CDATA[Sebagai balasan untuk &lt;a href=&quot;https://judhianto.com/filsafat/klasifikasi-iman-dari-teis-ke-ateis/comment-page-1/#comment-4232&quot;&gt;tomy&lt;/a&gt;.

&lt;b&gt;@Tomy:&lt;/b&gt; bagus... biasanya nggak terobsesi ngurusi dan ngatur orang lain :)]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai balasan untuk <a href="https://judhianto.com/filsafat/klasifikasi-iman-dari-teis-ke-ateis/comment-page-1/#comment-4232">tomy</a>.</p>
<p><b>@Tomy:</b> bagus&#8230; biasanya nggak terobsesi ngurusi dan ngatur orang lain 🙂</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		Oleh: tomy		</title>
		<link>https://judhianto.com/filsafat/klasifikasi-iman-dari-teis-ke-ateis/comment-page-1/#comment-4232</link>

		<dc:creator><![CDATA[tomy]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 29 Mar 2014 15:24:39 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.NontonDunia.net/?p=3395#comment-4232</guid>

					<description><![CDATA[Saya agnostoc atheis :)]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya agnostoc atheis 🙂</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		Oleh: Judhianto		</title>
		<link>https://judhianto.com/filsafat/klasifikasi-iman-dari-teis-ke-ateis/comment-page-1/#comment-4231</link>

		<dc:creator><![CDATA[Judhianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 20 Mar 2014 04:05:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.NontonDunia.net/?p=3395#comment-4231</guid>

					<description><![CDATA[Sebagai balasan untuk &lt;a href=&quot;https://judhianto.com/filsafat/klasifikasi-iman-dari-teis-ke-ateis/comment-page-1/#comment-4230&quot;&gt;wisya&lt;/a&gt;.

&lt;b&gt;@Andik @Wisya:&lt;/b&gt; he he ... maaf lagi sibuk sekali, jadi belum bisa ikut komen ..]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai balasan untuk <a href="https://judhianto.com/filsafat/klasifikasi-iman-dari-teis-ke-ateis/comment-page-1/#comment-4230">wisya</a>.</p>
<p><b>@Andik @Wisya:</b> he he &#8230; maaf lagi sibuk sekali, jadi belum bisa ikut komen ..</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
	</channel>
</rss>
