<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:series="https://publishpress.com/"
	
	>
<channel>
	<title>
	Komentar di: Mana Jalan Ke Tuhan?	</title>
	<atom:link href="https://judhianto.com/filsafat/mana-jalan-ke-tuhan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://judhianto.com/filsafat/mana-jalan-ke-tuhan/</link>
	<description>Iman, Realitas dan Pertanyaan Tentangnya</description>
	<lastBuildDate>Mon, 30 Mar 2026 08:10:12 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1</generator>
	<item>
		<title>
		Oleh: Judhianto		</title>
		<link>https://judhianto.com/filsafat/mana-jalan-ke-tuhan/comment-page-1/#comment-3893</link>

		<dc:creator><![CDATA[Judhianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 29 Mar 2020 06:25:27 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://nontondunia.com/?p=2373#comment-3893</guid>

					<description><![CDATA[Sebagai balasan untuk &lt;a href=&quot;https://judhianto.com/filsafat/mana-jalan-ke-tuhan/comment-page-1/#comment-3891&quot;&gt;Supri Yadi&lt;/a&gt;.

&lt;b&gt;@Supri Yadi:&lt;/b&gt; salah satu penjelasan ilmiah tentang awal semesta adalah teori bigbang, yaitu massa, ruang dan waktu yang tercipta saat sebuah singularitas meledak.

Dari mana asal singularitas? bisa dari pusat lubang hitam atau tercipta begitu saja dari kehampaan akibat efek quantum fluctuation.

Jadi secara ilmiah memang ada kemungkinan semesta ini tercipta spontan dari kenihilan.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai balasan untuk <a href="https://judhianto.com/filsafat/mana-jalan-ke-tuhan/comment-page-1/#comment-3891">Supri Yadi</a>.</p>
<p><b>@Supri Yadi:</b> salah satu penjelasan ilmiah tentang awal semesta adalah teori bigbang, yaitu massa, ruang dan waktu yang tercipta saat sebuah singularitas meledak.</p>
<p>Dari mana asal singularitas? bisa dari pusat lubang hitam atau tercipta begitu saja dari kehampaan akibat efek quantum fluctuation.</p>
<p>Jadi secara ilmiah memang ada kemungkinan semesta ini tercipta spontan dari kenihilan.</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		Oleh: Supri Yadi		</title>
		<link>https://judhianto.com/filsafat/mana-jalan-ke-tuhan/comment-page-1/#comment-3892</link>

		<dc:creator><![CDATA[Supri Yadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 29 Mar 2020 03:53:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://nontondunia.com/?p=2373#comment-3892</guid>

					<description><![CDATA[Menginspirasi bangeeet&#8230;..]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Menginspirasi bangeeet&#8230;..</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		Oleh: Supri Yadi		</title>
		<link>https://judhianto.com/filsafat/mana-jalan-ke-tuhan/comment-page-1/#comment-3891</link>

		<dc:creator><![CDATA[Supri Yadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 29 Mar 2020 03:48:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://nontondunia.com/?p=2373#comment-3891</guid>

					<description><![CDATA[Salut pak yudhi&#8230; blh ikut nimbrung&#8230;???&lt;br /&gt;
Apakah alam semesta ini berawal &#038; terbentuk dari ENERGI yg nihil ??]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Salut pak yudhi&#8230; blh ikut nimbrung&#8230;???<br />
Apakah alam semesta ini berawal &amp; terbentuk dari ENERGI yg nihil ??</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		Oleh: gly09		</title>
		<link>https://judhianto.com/filsafat/mana-jalan-ke-tuhan/comment-page-1/#comment-3890</link>

		<dc:creator><![CDATA[gly09]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 13 Jul 2017 01:18:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://nontondunia.com/?p=2373#comment-3890</guid>

					<description><![CDATA[kalau ada yang bertanya ada berapa tuhan di dunia, pasti banyak jawabannya. kalau ditanya siapa yang paling berkuasa, pasti manusia akan menjawab tuhannyalah yang paling berkuasa menurut keyakinan yang mereka anut. apakah ada asosiasi tuhan seperti PBB? mungkin aja, apakah mereka saling ber-kompromi? mungin aja. apakah hukumun untuk manusia dibicarakan dahulu sesama mereka? mungkin saja. apakah kematian satu manusia disepakati dahulu antar sesama tuhan mungkin saja. Tapi semua kemungkinan itu akan terjadi kalau tuhan terbukti ada dan ada tuhan diatas segala tuhan.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>kalau ada yang bertanya ada berapa tuhan di dunia, pasti banyak jawabannya. kalau ditanya siapa yang paling berkuasa, pasti manusia akan menjawab tuhannyalah yang paling berkuasa menurut keyakinan yang mereka anut. apakah ada asosiasi tuhan seperti PBB? mungkin aja, apakah mereka saling ber-kompromi? mungin aja. apakah hukumun untuk manusia dibicarakan dahulu sesama mereka? mungkin saja. apakah kematian satu manusia disepakati dahulu antar sesama tuhan mungkin saja. Tapi semua kemungkinan itu akan terjadi kalau tuhan terbukti ada dan ada tuhan diatas segala tuhan.</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		Oleh: Wisya		</title>
		<link>https://judhianto.com/filsafat/mana-jalan-ke-tuhan/comment-page-1/#comment-3889</link>

		<dc:creator><![CDATA[Wisya]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Feb 2016 12:47:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://nontondunia.com/?p=2373#comment-3889</guid>

					<description><![CDATA[Tuhan hanya sebuah imajinasi manusia, kesrakahan disematkan kepada mahluk yang disebut tuhan tadi dengan menyebut maha segalanya, akan tetapi bila dicermati, tuhan yang dibuat/imajinasikan tadi sifatnya tidak berbeda jauh dengan manusia cuma dilebihkan Saja. Manusia melihat tuhan maha melihat, manusia mendengar tuhan maha mendengar, manusia serakah dan pemarah, tuhan maha serakah dan maha pemarah. Jadi tuhan tadi tidak penah ada karena tidak bisa dibuktikan sama sekali keberadaannya, keberadaannya hanya diyakini dan dibentuk dari delusi yang meyakini tanpa bisa diklarifikasi kebenarannya.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tuhan hanya sebuah imajinasi manusia, kesrakahan disematkan kepada mahluk yang disebut tuhan tadi dengan menyebut maha segalanya, akan tetapi bila dicermati, tuhan yang dibuat/imajinasikan tadi sifatnya tidak berbeda jauh dengan manusia cuma dilebihkan Saja. Manusia melihat tuhan maha melihat, manusia mendengar tuhan maha mendengar, manusia serakah dan pemarah, tuhan maha serakah dan maha pemarah. Jadi tuhan tadi tidak penah ada karena tidak bisa dibuktikan sama sekali keberadaannya, keberadaannya hanya diyakini dan dibentuk dari delusi yang meyakini tanpa bisa diklarifikasi kebenarannya.</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		Oleh: Judhianto		</title>
		<link>https://judhianto.com/filsafat/mana-jalan-ke-tuhan/comment-page-1/#comment-3888</link>

		<dc:creator><![CDATA[Judhianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Feb 2016 05:04:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://nontondunia.com/?p=2373#comment-3888</guid>

					<description><![CDATA[Sebagai balasan untuk &lt;a href=&quot;https://judhianto.com/filsafat/mana-jalan-ke-tuhan/comment-page-1/#comment-3887&quot;&gt;suana beto&lt;/a&gt;.

&lt;b&gt;@Suana Beto:&lt;/b&gt; selamat mencari ! :)]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai balasan untuk <a href="https://judhianto.com/filsafat/mana-jalan-ke-tuhan/comment-page-1/#comment-3887">suana beto</a>.</p>
<p><b>@Suana Beto:</b> selamat mencari ! 🙂</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		Oleh: suana beto		</title>
		<link>https://judhianto.com/filsafat/mana-jalan-ke-tuhan/comment-page-1/#comment-3887</link>

		<dc:creator><![CDATA[suana beto]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Feb 2016 04:06:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://nontondunia.com/?p=2373#comment-3887</guid>

					<description><![CDATA[Saya no komen bang! Tapi tulisan abang sdh dari dulu saya baca,telaah dan mencaei pengertiannya via nalar sederhana yang saya punya! Keep menulis, anda memiliki 1 pembaca yang tengah belajar mencari &quot;tuhan&quot; versi nya sendiri!]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya no komen bang! Tapi tulisan abang sdh dari dulu saya baca,telaah dan mencaei pengertiannya via nalar sederhana yang saya punya! Keep menulis, anda memiliki 1 pembaca yang tengah belajar mencari &#8220;tuhan&#8221; versi nya sendiri!</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		Oleh: Judhianto		</title>
		<link>https://judhianto.com/filsafat/mana-jalan-ke-tuhan/comment-page-1/#comment-3886</link>

		<dc:creator><![CDATA[Judhianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 07 Feb 2016 03:15:28 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://nontondunia.com/?p=2373#comment-3886</guid>

					<description><![CDATA[Sebagai balasan untuk &lt;a href=&quot;https://judhianto.com/filsafat/mana-jalan-ke-tuhan/comment-page-1/#comment-3885&quot;&gt;Difa kresnawan&lt;/a&gt;.

&lt;B&gt;@Difa Kresnawan:&lt;/b&gt; yang anda sampaikan hanya satu di antara banyak versi Tuhan. Ada sekitar 3000 versi Tuhan yang dikenal dalam peradaban manusia.

Mana yang benar? repotnya tak satupun versi Tuhan itu bisa diverifikasikan dengan fakta yang bisa disetujui oleh semua orang.

Jadi pilih yang mana? terserah anda. Pilih saja salah satu versi, lalu murtad terhadap ribuan Tuhan yang lain. Gak masalah kok.

Takut ancamannya? lah bukankah dengan memilih salah satu Tuhan, berarti sudah mengabaikan ancaman Tuhan yang lainnya?

Jadi masalah dengan para Tuhan ini adalah mereka tidak berpijak pada fakta. Tuhan adalah murni produk dogma, pilihannya percaya atau tidak, tidak perlu dan tidak ada pengujian yang valid atas dogma-dogma tersebut.

Ini beda dengan teori ilmiah. Titik berangkatnya adalah fakta atau fenomena alam yang tak dimengerti. Ilmuwan membuat hipotesa tentangnya, mengujinya dan kalau lolos ujian, baru diterima sebagai teori. Jadi teori ilmiah adalah produk dari kenyataan.

Untuk pilihan, ada 2 macam
1. Percaya dogma yang tak bisa berubah, tapi tak berpijak pada kenyataan.
2. Percaya teori yang bisa setiap saat direvisi, tapi berpijak pada kenyataan.

Terserah anda kok..]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai balasan untuk <a href="https://judhianto.com/filsafat/mana-jalan-ke-tuhan/comment-page-1/#comment-3885">Difa kresnawan</a>.</p>
<p><b>@Difa Kresnawan:</b> yang anda sampaikan hanya satu di antara banyak versi Tuhan. Ada sekitar 3000 versi Tuhan yang dikenal dalam peradaban manusia.</p>
<p>Mana yang benar? repotnya tak satupun versi Tuhan itu bisa diverifikasikan dengan fakta yang bisa disetujui oleh semua orang.</p>
<p>Jadi pilih yang mana? terserah anda. Pilih saja salah satu versi, lalu murtad terhadap ribuan Tuhan yang lain. Gak masalah kok.</p>
<p>Takut ancamannya? lah bukankah dengan memilih salah satu Tuhan, berarti sudah mengabaikan ancaman Tuhan yang lainnya?</p>
<p>Jadi masalah dengan para Tuhan ini adalah mereka tidak berpijak pada fakta. Tuhan adalah murni produk dogma, pilihannya percaya atau tidak, tidak perlu dan tidak ada pengujian yang valid atas dogma-dogma tersebut.</p>
<p>Ini beda dengan teori ilmiah. Titik berangkatnya adalah fakta atau fenomena alam yang tak dimengerti. Ilmuwan membuat hipotesa tentangnya, mengujinya dan kalau lolos ujian, baru diterima sebagai teori. Jadi teori ilmiah adalah produk dari kenyataan.</p>
<p>Untuk pilihan, ada 2 macam<br />
1. Percaya dogma yang tak bisa berubah, tapi tak berpijak pada kenyataan.<br />
2. Percaya teori yang bisa setiap saat direvisi, tapi berpijak pada kenyataan.</p>
<p>Terserah anda kok..</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		Oleh: Difa kresnawan		</title>
		<link>https://judhianto.com/filsafat/mana-jalan-ke-tuhan/comment-page-1/#comment-3885</link>

		<dc:creator><![CDATA[Difa kresnawan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 07 Feb 2016 02:10:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://nontondunia.com/?p=2373#comment-3885</guid>

					<description><![CDATA[Tuhan itu maha adil maha besar dan maha segalanya. ya namanya aja Tuhan zat yg paling segalanya, klo kita bisa melihat dia,berkomunikasi langsung dan meramalkan apa yg akan diperbuat olehnya perlu dipertanyakam tuhan itu bisa aja palsu, kyk firaun yg mengaku2 tuhan padahal dia manusia biasa. Kita tidak mungkin bisa liat langsung wujudnya  melihat lamgsung matahari yg merupakan ciptaanya aja kita ga mampu harus pake kaca mata anti sinar UV dulu. Itulah manusia terlalu sombong dengan penalaranya yg katanya tak terbatas. Boleh saja kita berfikir bebas tapi kita renungkan dulu kita ini siapa, siapa yg memberi kecerdasan, punya otak alangkah lebih baik disumbangkan buat kepentingan kebaikan umat manusia. Drpd memperdebatkan keberadaan tuhan, yg mau jadi atheis monggo, yg mau percaya tuhan monggo balik lagi ke pilhan masing2 tidak perlu ada yg dipaksakan toh nanti akan sadar sendiri mana benar dan salah tanpa harus melakukan fitnah dan membolak balikan logika serta menganalisa hasil sience khayalan kecuali ada hasilnya seperti teknologi gps, dlldll. Seharusnya anda tidak percaya samanteori big band, blue band atau apa namanya itu oh ya big bang, mana buktinya cuma perhitungan matematis aja mana black hole saya ga perna lihat sama seperti pertanyaa anda mana tuhan saya ga perna lihat.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tuhan itu maha adil maha besar dan maha segalanya. ya namanya aja Tuhan zat yg paling segalanya, klo kita bisa melihat dia,berkomunikasi langsung dan meramalkan apa yg akan diperbuat olehnya perlu dipertanyakam tuhan itu bisa aja palsu, kyk firaun yg mengaku2 tuhan padahal dia manusia biasa. Kita tidak mungkin bisa liat langsung wujudnya  melihat lamgsung matahari yg merupakan ciptaanya aja kita ga mampu harus pake kaca mata anti sinar UV dulu. Itulah manusia terlalu sombong dengan penalaranya yg katanya tak terbatas. Boleh saja kita berfikir bebas tapi kita renungkan dulu kita ini siapa, siapa yg memberi kecerdasan, punya otak alangkah lebih baik disumbangkan buat kepentingan kebaikan umat manusia. Drpd memperdebatkan keberadaan tuhan, yg mau jadi atheis monggo, yg mau percaya tuhan monggo balik lagi ke pilhan masing2 tidak perlu ada yg dipaksakan toh nanti akan sadar sendiri mana benar dan salah tanpa harus melakukan fitnah dan membolak balikan logika serta menganalisa hasil sience khayalan kecuali ada hasilnya seperti teknologi gps, dlldll. Seharusnya anda tidak percaya samanteori big band, blue band atau apa namanya itu oh ya big bang, mana buktinya cuma perhitungan matematis aja mana black hole saya ga perna lihat sama seperti pertanyaa anda mana tuhan saya ga perna lihat.</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		Oleh: ayakusni		</title>
		<link>https://judhianto.com/filsafat/mana-jalan-ke-tuhan/comment-page-1/#comment-3884</link>

		<dc:creator><![CDATA[ayakusni]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 May 2014 09:32:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://nontondunia.com/?p=2373#comment-3884</guid>

					<description><![CDATA[Sebagai balasan untuk &lt;a href=&quot;https://judhianto.com/filsafat/mana-jalan-ke-tuhan/comment-page-1/#comment-3847&quot;&gt;Judhianto&lt;/a&gt;.

@Judhianto: setuju standar metode ilmiah modern tidak mampu membuktikan penyebab pertama Allah. Bahkan tidak bisa membuktikan secara ilmiah Allah itu ada. Object metode ilmiahnya adalah sesuatu yang &quot;abstract&quot; tidak mungkin melakukan riset untuk ini. Jadi Allah itu, omong kosong juga, menurut metode ilmiah.
Sebaliknya agamawan dengan kepercayaannya, menuding itulah kelemahan metode modern, tidak bisa membuktika Allah itu ada. Jadi omong kosong juga. 
Bagi saya, pikiran-pikiran yang ada dalam diri kita juga tidak bisa dibuktikan secara ilmiah. Seperti sesuatu yang ada, tetapi tidak ada. Diketahui ada kalau dinyatakan, dan diketahui orang lain. Jelasnya &quot;Hanya dirinya sendiri yang mampu mengatakan bahwa dia punya pikiran&quot; Orang lain tidak tahu, walau sesungguhnya orang tersebut merasakan eksisnya dalam benaknya.
Ayakusni]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai balasan untuk <a href="https://judhianto.com/filsafat/mana-jalan-ke-tuhan/comment-page-1/#comment-3847">Judhianto</a>.</p>
<p>@Judhianto: setuju standar metode ilmiah modern tidak mampu membuktikan penyebab pertama Allah. Bahkan tidak bisa membuktikan secara ilmiah Allah itu ada. Object metode ilmiahnya adalah sesuatu yang &#8220;abstract&#8221; tidak mungkin melakukan riset untuk ini. Jadi Allah itu, omong kosong juga, menurut metode ilmiah.<br />
Sebaliknya agamawan dengan kepercayaannya, menuding itulah kelemahan metode modern, tidak bisa membuktika Allah itu ada. Jadi omong kosong juga.<br />
Bagi saya, pikiran-pikiran yang ada dalam diri kita juga tidak bisa dibuktikan secara ilmiah. Seperti sesuatu yang ada, tetapi tidak ada. Diketahui ada kalau dinyatakan, dan diketahui orang lain. Jelasnya &#8220;Hanya dirinya sendiri yang mampu mengatakan bahwa dia punya pikiran&#8221; Orang lain tidak tahu, walau sesungguhnya orang tersebut merasakan eksisnya dalam benaknya.<br />
Ayakusni</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
	</channel>
</rss>
