<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:series="https://publishpress.com/"
	
	>
<channel>
	<title>
	Komentar di: Ramadhan, Pepesan Kosong	</title>
	<atom:link href="https://judhianto.com/filsafat/ramadhan-pepesan-kosong/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://judhianto.com/filsafat/ramadhan-pepesan-kosong/</link>
	<description>Iman, Realitas dan Pertanyaan Tentangnya</description>
	<lastBuildDate>Sat, 28 Mar 2026 23:54:05 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1</generator>
	<item>
		<title>
		Oleh: Judhianto		</title>
		<link>https://judhianto.com/filsafat/ramadhan-pepesan-kosong/comment-page-1/#comment-2557</link>

		<dc:creator><![CDATA[Judhianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 Aug 2012 23:12:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">https://nontondunia.wordpress.com/2011/06/23/ramadhan-pepesan-kosong/#comment-2557</guid>

					<description><![CDATA[Sebagai balasan untuk &lt;a href=&quot;https://judhianto.com/filsafat/ramadhan-pepesan-kosong/comment-page-1/#comment-2556&quot;&gt;Aulia&lt;/a&gt;.

&lt;b&gt;@Aulia:&lt;/b&gt; benar, itu mungkin menjadi landasan tradisi saling minta maaf saat lebaran di Indonesia.
Terima kasih.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai balasan untuk <a href="https://judhianto.com/filsafat/ramadhan-pepesan-kosong/comment-page-1/#comment-2556">Aulia</a>.</p>
<p><b>@Aulia:</b> benar, itu mungkin menjadi landasan tradisi saling minta maaf saat lebaran di Indonesia.<br />
Terima kasih.</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		Oleh: Aulia		</title>
		<link>https://judhianto.com/filsafat/ramadhan-pepesan-kosong/comment-page-1/#comment-2556</link>

		<dc:creator><![CDATA[Aulia]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 Aug 2012 21:36:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">https://nontondunia.wordpress.com/2011/06/23/ramadhan-pepesan-kosong/#comment-2556</guid>

					<description><![CDATA[Setuju bos,,,,judulnya menggelitik untuk dibaca, bukan menggelitik untuk ditertawakan tapi benar adanya,,,,ramadhan akan menjadi sia-sia ketika hablu minannas tidak terselesaikan.......]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setuju bos,,,,judulnya menggelitik untuk dibaca, bukan menggelitik untuk ditertawakan tapi benar adanya,,,,ramadhan akan menjadi sia-sia ketika hablu minannas tidak terselesaikan&#8230;&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		Oleh: Judhianto		</title>
		<link>https://judhianto.com/filsafat/ramadhan-pepesan-kosong/comment-page-1/#comment-2555</link>

		<dc:creator><![CDATA[Judhianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Jul 2012 21:54:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">https://nontondunia.wordpress.com/2011/06/23/ramadhan-pepesan-kosong/#comment-2555</guid>

					<description><![CDATA[Sebagai balasan untuk &lt;a href=&quot;https://judhianto.com/filsafat/ramadhan-pepesan-kosong/comment-page-1/#comment-2554&quot;&gt;adis&lt;/a&gt;.

&lt;b&gt;@Adis:&lt;/b&gt; terima kasih kembali.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai balasan untuk <a href="https://judhianto.com/filsafat/ramadhan-pepesan-kosong/comment-page-1/#comment-2554">adis</a>.</p>
<p><b>@Adis:</b> terima kasih kembali.</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		Oleh: adis		</title>
		<link>https://judhianto.com/filsafat/ramadhan-pepesan-kosong/comment-page-1/#comment-2554</link>

		<dc:creator><![CDATA[adis]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Jul 2012 15:19:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">https://nontondunia.wordpress.com/2011/06/23/ramadhan-pepesan-kosong/#comment-2554</guid>

					<description><![CDATA[sisi lain menikmati Ramadhan yang suci dan menyucikan, terima kasih telah mengingatkan.
wassalam]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>sisi lain menikmati Ramadhan yang suci dan menyucikan, terima kasih telah mengingatkan.<br />
wassalam</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		Oleh: Judhianto		</title>
		<link>https://judhianto.com/filsafat/ramadhan-pepesan-kosong/comment-page-1/#comment-2553</link>

		<dc:creator><![CDATA[Judhianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Jul 2012 14:43:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">https://nontondunia.wordpress.com/2011/06/23/ramadhan-pepesan-kosong/#comment-2553</guid>

					<description><![CDATA[Sebagai balasan untuk &lt;a href=&quot;https://judhianto.com/filsafat/ramadhan-pepesan-kosong/comment-page-1/#comment-2552&quot;&gt;H. Bebey&lt;/a&gt;.

&lt;b&gt;@H. Bebey:&lt;/b&gt; dalam ritual Ramadhan paling tidak ada tujuan penting kita harapkan tercapai yaitu kembalinya kepekaan dan keberpihakan kita pada nurani.

Kuncinya: puasa ya jangan dijadikan hanya pergeseran jam makan atau bahkan jadi pesta makan tiap saat buka dan sahur. Tanpa badan lemah bagaimana bisa kita lemahkan suara nafsu agar bisa dengarkan nurani?

Selamat puasa]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai balasan untuk <a href="https://judhianto.com/filsafat/ramadhan-pepesan-kosong/comment-page-1/#comment-2552">H. Bebey</a>.</p>
<p><b>@H. Bebey:</b> dalam ritual Ramadhan paling tidak ada tujuan penting kita harapkan tercapai yaitu kembalinya kepekaan dan keberpihakan kita pada nurani.</p>
<p>Kuncinya: puasa ya jangan dijadikan hanya pergeseran jam makan atau bahkan jadi pesta makan tiap saat buka dan sahur. Tanpa badan lemah bagaimana bisa kita lemahkan suara nafsu agar bisa dengarkan nurani?</p>
<p>Selamat puasa</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		Oleh: H. Bebey		</title>
		<link>https://judhianto.com/filsafat/ramadhan-pepesan-kosong/comment-page-1/#comment-2552</link>

		<dc:creator><![CDATA[H. Bebey]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Jul 2012 10:11:48 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">https://nontondunia.wordpress.com/2011/06/23/ramadhan-pepesan-kosong/#comment-2552</guid>

					<description><![CDATA[Assalamualaikum
Kalau ditelusuri dari silsilah keturunan diriku, maka ternyata dalam diriku mengalir darah Makasar dan Jawa. Dibesarkan di daerah Parahiangan, dimana ke tiga daerah tersebut mempunyai tradisi puasa nyenen kamis, disamping puasa wajib ramadan sebentar lagi. Ada tradisi lain yaitu untuk mendapatkan &#039;ilmu&#039; yang selalu memakai syarat harus  dibeli dengan laku berpuasa, diantaranya mutih, puasa ngabeuti, puasa mati geni, dan bermacam puasa lainnya. Memang itu tidak ringan, penuh kekhusuan ritual untuk berhasil. Dilain pihak menurut science, apa yang dikerjakan tadi dapat menyebabkan gangguan pada daerah thalamus otak, sehingga katanya jadi mengkerut berdegenerasi. Nah disaat itu maka yang dirasakan oleh kita adalah merasakan keberhasilan dalam pembelian &#039;ilmu&#039; itu. Seperti keadaan trance setelah membaca &#039;mantra&#039; dalam menghadapi garong bersenjata golok maka pelaku tidak akan mempan sabetan goloknya, kulit tetap utuh hanya berbekas garis tipis memerah, seperti apa ilmu yang &#039;dibeli&#039; sebelumnya. 
Jadi apa komentar mengenai puasa ramadan, tadinya kuharapkan segala keinginanku dikabulkan oleh Tuhan, karena ini perintah dari Tuhan dengan segala janjinya, ternyata jauh dari yang kuharapkan seperti mas Yudi sampaikan yaitu suatu pepesan kosong. Mungkin nihh puasa ramadan ini merupakan kebudayaan arab, untuk mendapatkan pengampunan segala dosa yang kita buat selama hidup sebelumnya, sedang yang disebutkan diatas merupakan budaya jawa dengan tradisinya kejawennya.
Entahlah, itu yang kuperhatikan dan kurasakan boo, jadi tergantung dari niatnya, dan sebaiknya kalau nanti berpuasa ramadan tentunya harus jelas niatnya, bukan hanya niat berpuasa saja hehhheehhheee

Wassalam]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamualaikum<br />
Kalau ditelusuri dari silsilah keturunan diriku, maka ternyata dalam diriku mengalir darah Makasar dan Jawa. Dibesarkan di daerah Parahiangan, dimana ke tiga daerah tersebut mempunyai tradisi puasa nyenen kamis, disamping puasa wajib ramadan sebentar lagi. Ada tradisi lain yaitu untuk mendapatkan &#8216;ilmu&#8217; yang selalu memakai syarat harus  dibeli dengan laku berpuasa, diantaranya mutih, puasa ngabeuti, puasa mati geni, dan bermacam puasa lainnya. Memang itu tidak ringan, penuh kekhusuan ritual untuk berhasil. Dilain pihak menurut science, apa yang dikerjakan tadi dapat menyebabkan gangguan pada daerah thalamus otak, sehingga katanya jadi mengkerut berdegenerasi. Nah disaat itu maka yang dirasakan oleh kita adalah merasakan keberhasilan dalam pembelian &#8216;ilmu&#8217; itu. Seperti keadaan trance setelah membaca &#8216;mantra&#8217; dalam menghadapi garong bersenjata golok maka pelaku tidak akan mempan sabetan goloknya, kulit tetap utuh hanya berbekas garis tipis memerah, seperti apa ilmu yang &#8216;dibeli&#8217; sebelumnya.<br />
Jadi apa komentar mengenai puasa ramadan, tadinya kuharapkan segala keinginanku dikabulkan oleh Tuhan, karena ini perintah dari Tuhan dengan segala janjinya, ternyata jauh dari yang kuharapkan seperti mas Yudi sampaikan yaitu suatu pepesan kosong. Mungkin nihh puasa ramadan ini merupakan kebudayaan arab, untuk mendapatkan pengampunan segala dosa yang kita buat selama hidup sebelumnya, sedang yang disebutkan diatas merupakan budaya jawa dengan tradisinya kejawennya.<br />
Entahlah, itu yang kuperhatikan dan kurasakan boo, jadi tergantung dari niatnya, dan sebaiknya kalau nanti berpuasa ramadan tentunya harus jelas niatnya, bukan hanya niat berpuasa saja hehhheehhheee</p>
<p>Wassalam</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		Oleh: Judhianto		</title>
		<link>https://judhianto.com/filsafat/ramadhan-pepesan-kosong/comment-page-1/#comment-2551</link>

		<dc:creator><![CDATA[Judhianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 May 2012 09:19:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">https://nontondunia.wordpress.com/2011/06/23/ramadhan-pepesan-kosong/#comment-2551</guid>

					<description><![CDATA[Sebagai balasan untuk &lt;a href=&quot;https://judhianto.com/filsafat/ramadhan-pepesan-kosong/comment-page-1/#comment-2550&quot;&gt;Sugianto Parjan&lt;/a&gt;.

&lt;B&gt;@Sugiarto Parjan: &lt;/b&gt;terima kasih untuk share tulisan ini di akun FB, semoga bermanfaat. 
Semoga Rahmat Allah dicurahkan kepada anda.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai balasan untuk <a href="https://judhianto.com/filsafat/ramadhan-pepesan-kosong/comment-page-1/#comment-2550">Sugianto Parjan</a>.</p>
<p><b>@Sugiarto Parjan: </b>terima kasih untuk share tulisan ini di akun FB, semoga bermanfaat.<br />
Semoga Rahmat Allah dicurahkan kepada anda.</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		Oleh: Sugianto Parjan		</title>
		<link>https://judhianto.com/filsafat/ramadhan-pepesan-kosong/comment-page-1/#comment-2550</link>

		<dc:creator><![CDATA[Sugianto Parjan]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 May 2012 09:04:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">https://nontondunia.wordpress.com/2011/06/23/ramadhan-pepesan-kosong/#comment-2550</guid>

					<description><![CDATA[Astaghfirullah... betapa kita sering terlena dg semua amalan2 di bulan Ramadhan sehingga kita lupa bahwa hablum minannas bisa menjadi kerikil dalam pencapaian ridho Ilahi.

Tulisan yg sangat mengena di zaman sekarang dimana orang2 pada lupa dengan hubungannya kepada sesama.

Dengan semakin mendekatnya Ramadhan 1433 H, saya minta izin untuk dishare di akun FB saya semoga mereka yg membaca akan termotivasi dengan hubungannya dengan sesama manusia

Terima kasih saudaraku]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Astaghfirullah&#8230; betapa kita sering terlena dg semua amalan2 di bulan Ramadhan sehingga kita lupa bahwa hablum minannas bisa menjadi kerikil dalam pencapaian ridho Ilahi.</p>
<p>Tulisan yg sangat mengena di zaman sekarang dimana orang2 pada lupa dengan hubungannya kepada sesama.</p>
<p>Dengan semakin mendekatnya Ramadhan 1433 H, saya minta izin untuk dishare di akun FB saya semoga mereka yg membaca akan termotivasi dengan hubungannya dengan sesama manusia</p>
<p>Terima kasih saudaraku</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		Oleh: Judhianto		</title>
		<link>https://judhianto.com/filsafat/ramadhan-pepesan-kosong/comment-page-1/#comment-2549</link>

		<dc:creator><![CDATA[Judhianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Aug 2011 16:22:29 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">https://nontondunia.wordpress.com/2011/06/23/ramadhan-pepesan-kosong/#comment-2549</guid>

					<description><![CDATA[Sebagai balasan untuk &lt;a href=&quot;https://judhianto.com/filsafat/ramadhan-pepesan-kosong/comment-page-1/#comment-2548&quot;&gt;admin&lt;/a&gt;.

Terima kasih juga]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai balasan untuk <a href="https://judhianto.com/filsafat/ramadhan-pepesan-kosong/comment-page-1/#comment-2548">admin</a>.</p>
<p>Terima kasih juga</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		Oleh: admin		</title>
		<link>https://judhianto.com/filsafat/ramadhan-pepesan-kosong/comment-page-1/#comment-2548</link>

		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Aug 2011 11:58:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">https://nontondunia.wordpress.com/2011/06/23/ramadhan-pepesan-kosong/#comment-2548</guid>

					<description><![CDATA[trimakasih atas nasihatnya ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>trimakasih atas nasihatnya </p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
	</channel>
</rss>
