<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:series="https://publishpress.com/"
	
	>
<channel>
	<title>
	Komentar di: Sains Dan Tuhan	</title>
	<atom:link href="https://judhianto.com/filsafat/sains-dan-tuhan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://judhianto.com/filsafat/sains-dan-tuhan/</link>
	<description>Iman, Realitas dan Pertanyaan Tentangnya</description>
	<lastBuildDate>Sat, 28 Mar 2026 23:50:05 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1</generator>
	<item>
		<title>
		Oleh: Judhianto		</title>
		<link>https://judhianto.com/filsafat/sains-dan-tuhan/comment-page-1/#comment-4149</link>

		<dc:creator><![CDATA[Judhianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 Nov 2019 03:38:27 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.NontonDunia.net/?p=3374#comment-4149</guid>

					<description><![CDATA[Sebagai balasan untuk &lt;a href=&quot;https://judhianto.com/filsafat/sains-dan-tuhan/comment-page-1/#comment-4148&quot;&gt;Arya&lt;/a&gt;.

&lt;b&gt;@Arya:&lt;/b&gt; fakta yang sudah ditemukan melalui sains adalah bahwa semesta kita ini tidak acak atau bebas aturan.

Semua yang bisa diamati dan diukur di semesta ini bisa dijelaskan oleh berbagai macam hukum alam, entah itu hukum gravitasi, relativitas, mekanika quantum, evolusi, dan sebagainya. Hukum-hukum alam itu juga makin berkembang sebanding dengan semakin canggihnya manusia dalam melakukan pengamatan pada semesta.

Kalau ditanya tentang &quot;First Cause&quot;? sejauh ini, &quot;First Cause&quot; yang bisa dijangkau manusia adalah hukum alam itu sendiri.

Apakah hukum alam ada dengan sendirinya?, atau hasil dari satu &quot;First Cause&quot; yang belum dapat kita jangkau? ataukah ada rangkaian tanpa ujung yang menyebabkan hukum alam? Itu semua ajang spekulasi dan keyakinan, karena kita tidak dapat membuktikannya.

Dalam wilayah spekulasi ini, saya sependapat dengan agama bahwa ada kesadaran yang menciptakan hukum alam, dan disebut Tuhan.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai balasan untuk <a href="https://judhianto.com/filsafat/sains-dan-tuhan/comment-page-1/#comment-4148">Arya</a>.</p>
<p><b>@Arya:</b> fakta yang sudah ditemukan melalui sains adalah bahwa semesta kita ini tidak acak atau bebas aturan.</p>
<p>Semua yang bisa diamati dan diukur di semesta ini bisa dijelaskan oleh berbagai macam hukum alam, entah itu hukum gravitasi, relativitas, mekanika quantum, evolusi, dan sebagainya. Hukum-hukum alam itu juga makin berkembang sebanding dengan semakin canggihnya manusia dalam melakukan pengamatan pada semesta.</p>
<p>Kalau ditanya tentang &#8220;First Cause&#8221;? sejauh ini, &#8220;First Cause&#8221; yang bisa dijangkau manusia adalah hukum alam itu sendiri.</p>
<p>Apakah hukum alam ada dengan sendirinya?, atau hasil dari satu &#8220;First Cause&#8221; yang belum dapat kita jangkau? ataukah ada rangkaian tanpa ujung yang menyebabkan hukum alam? Itu semua ajang spekulasi dan keyakinan, karena kita tidak dapat membuktikannya.</p>
<p>Dalam wilayah spekulasi ini, saya sependapat dengan agama bahwa ada kesadaran yang menciptakan hukum alam, dan disebut Tuhan.</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		Oleh: Arya		</title>
		<link>https://judhianto.com/filsafat/sains-dan-tuhan/comment-page-1/#comment-4148</link>

		<dc:creator><![CDATA[Arya]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 Nov 2019 10:18:24 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.NontonDunia.net/?p=3374#comment-4148</guid>

					<description><![CDATA[Artikel nya bagus , tanya jawabnya luar biasa , saya tidak mau berspekulasi dalam hal tuhan ada atau tidak, karena pasti saintis akan mencari alasan dengan segala upaya begitu juga ahli tafsir akan menjawab dengan segala upaya,

Tapi Saya mau ikutan bertanya aja , buat pak judhi bagaimana tentang &quot;first cause&quot; ??

Terimakasih assalamualaikum , semoga sehat selalu]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Artikel nya bagus , tanya jawabnya luar biasa , saya tidak mau berspekulasi dalam hal tuhan ada atau tidak, karena pasti saintis akan mencari alasan dengan segala upaya begitu juga ahli tafsir akan menjawab dengan segala upaya,</p>
<p>Tapi Saya mau ikutan bertanya aja , buat pak judhi bagaimana tentang &#8220;first cause&#8221; ??</p>
<p>Terimakasih assalamualaikum , semoga sehat selalu</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		Oleh: Judhianto		</title>
		<link>https://judhianto.com/filsafat/sains-dan-tuhan/comment-page-1/#comment-4147</link>

		<dc:creator><![CDATA[Judhianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Jul 2019 04:56:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.NontonDunia.net/?p=3374#comment-4147</guid>

					<description><![CDATA[Sebagai balasan untuk &lt;a href=&quot;https://judhianto.com/filsafat/sains-dan-tuhan/comment-page-1/#comment-4146&quot;&gt;m nur hisyam&lt;/a&gt;.

&lt;b&gt;@M Nur Hisyam: &lt;/b&gt; setiap manusia nantinya mati. Mengenai dikubur, dikremasi atau apapun perlakuan terhadap mayatnya, itu cuma pilihan berdasarkan budaya.&lt;br /&gt;
Lalu apanya yang perlu dijawab sains?]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai balasan untuk <a href="https://judhianto.com/filsafat/sains-dan-tuhan/comment-page-1/#comment-4146">m nur hisyam</a>.</p>
<p><b>@M Nur Hisyam: </b> setiap manusia nantinya mati. Mengenai dikubur, dikremasi atau apapun perlakuan terhadap mayatnya, itu cuma pilihan berdasarkan budaya.<br />
Lalu apanya yang perlu dijawab sains?</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		Oleh: m nur hisyam		</title>
		<link>https://judhianto.com/filsafat/sains-dan-tuhan/comment-page-1/#comment-4146</link>

		<dc:creator><![CDATA[m nur hisyam]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Jul 2019 04:28:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.NontonDunia.net/?p=3374#comment-4146</guid>

					<description><![CDATA[(Suatu hari nanti) anda akan mati (dan menghendaki dikubur di dalam tanah). Dapatkah sains menjawabnya?]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>(Suatu hari nanti) anda akan mati (dan menghendaki dikubur di dalam tanah). Dapatkah sains menjawabnya?</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		Oleh: Arhasel		</title>
		<link>https://judhianto.com/filsafat/sains-dan-tuhan/comment-page-1/#comment-4145</link>

		<dc:creator><![CDATA[Arhasel]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 Jan 2019 02:46:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.NontonDunia.net/?p=3374#comment-4145</guid>

					<description><![CDATA[Agama yang manusia anut saat ini itu adalah prodak dari ketidak tahuan atas jawaban dari suatu pertanyaan,berangkat dari kelemahan umat manusia pada saat itulah beberapa orang mencari kesempatan untuk mendapat kekuasaan,penghormatan dll. dengan membuat satu cerita bahwa Tuhanlah sang maha dan telah memberikan firman padanya lalu disebutlah ia nabi. Setelah jadi nabi dan mendapat pengakuan dari banyak orang sang nabi pun menuliskan aturan-aturan dan imajiner lalu Anda menyebutnya Kitab suci. itulah sebabnya kenapa dizaman setelah sains berkembang tak lagi ada Kitab yang baru muncul, karena otak udah pada pintar karena sains, kini tinggal para pengikut masing-masing kitab itu yang mencocok-cocokkan dengan sains, mencoba tetap eksis tetapi berbangga dengan tafsir yang berubah-ubah mengikuti perubahan sains.
Aku yakin&#8230; Suatu saat nanti sains dapat menciptakan otak yang utuh hasil dari perkembangan tegnologi
 &#8220;AI&#8221; dan “organoid serebral”
Atau menciptakan janin di inkubator dari hasil ekstrak protein bukan sperma dan ovum.
Pada saat ini terjadi aku tidak tahu akan bagaimana lagi agama dalam kitab suci  dapat bertahan atau dalih apalagi yang akan mereka gunakan untuk mencocok-cocokkan kitab dengan sains.

ini bukan isapan jempol.

Cari tahu di Wikipedia apa itu.

AI dan apa itu  “organoid serebral” itu sudah nyata dan terbukti berfungsi dan bekerja.

Jadi saran saya&#8230;bagi Para pemertahan agama siap-siap kan saja asumsimu untuk 10-20 tahun kedepan, karena sains sudah menggebrak.
Salam damai.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Agama yang manusia anut saat ini itu adalah prodak dari ketidak tahuan atas jawaban dari suatu pertanyaan,berangkat dari kelemahan umat manusia pada saat itulah beberapa orang mencari kesempatan untuk mendapat kekuasaan,penghormatan dll. dengan membuat satu cerita bahwa Tuhanlah sang maha dan telah memberikan firman padanya lalu disebutlah ia nabi. Setelah jadi nabi dan mendapat pengakuan dari banyak orang sang nabi pun menuliskan aturan-aturan dan imajiner lalu Anda menyebutnya Kitab suci. itulah sebabnya kenapa dizaman setelah sains berkembang tak lagi ada Kitab yang baru muncul, karena otak udah pada pintar karena sains, kini tinggal para pengikut masing-masing kitab itu yang mencocok-cocokkan dengan sains, mencoba tetap eksis tetapi berbangga dengan tafsir yang berubah-ubah mengikuti perubahan sains.<br />
Aku yakin&#8230; Suatu saat nanti sains dapat menciptakan otak yang utuh hasil dari perkembangan tegnologi<br />
 &#8220;AI&#8221; dan “organoid serebral”<br />
Atau menciptakan janin di inkubator dari hasil ekstrak protein bukan sperma dan ovum.<br />
Pada saat ini terjadi aku tidak tahu akan bagaimana lagi agama dalam kitab suci  dapat bertahan atau dalih apalagi yang akan mereka gunakan untuk mencocok-cocokkan kitab dengan sains.</p>
<p>ini bukan isapan jempol.</p>
<p>Cari tahu di Wikipedia apa itu.</p>
<p>AI dan apa itu  “organoid serebral” itu sudah nyata dan terbukti berfungsi dan bekerja.</p>
<p>Jadi saran saya&#8230;bagi Para pemertahan agama siap-siap kan saja asumsimu untuk 10-20 tahun kedepan, karena sains sudah menggebrak.<br />
Salam damai.</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		Oleh: Judhianto		</title>
		<link>https://judhianto.com/filsafat/sains-dan-tuhan/comment-page-1/#comment-4144</link>

		<dc:creator><![CDATA[Judhianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Jan 2019 06:12:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.NontonDunia.net/?p=3374#comment-4144</guid>

					<description><![CDATA[Sebagai balasan untuk &lt;a href=&quot;https://judhianto.com/filsafat/sains-dan-tuhan/comment-page-1/#comment-4143&quot;&gt;Muhammad Hanif Priatama&lt;/a&gt;.

&lt;b&gt;@Muhammad Hanif Priatama:&lt;/b&gt; sains itu tidak bicara tentang &quot;segala sesuatu&quot; atau &quot;kepastian&quot;, itu kosa-kata agama yang mutlak-mutlakan.
Sains itu selalu berkembang, jurnal ilmiah yang diterbitkan tiap tahun selalu meningkat. Batasnya? tidak tahu.

Sains itu menyimpulkan dari fakta-fakta, yang sejauh ini diketahui adalah Alam Semesta ini bisa tercipta karena ada Hukum Alam dan berjalan berdasarkan Hukum Alam. Apakah Hukum Alam itu ada dengan sendirinya atau ada yang menciptakannya? itu tidak dibicarakan sains karena tidak bisa dibuktikan.

Jadi apakah Tuhan yang menciptakan Hukum Alam ada atau tidak ada, itu bukan urusan sains, karena keduanya tidak ada buktinya.

Itu wilayah keyakinan. Yakini saja, bukan karena terbukti benar atau salah.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai balasan untuk <a href="https://judhianto.com/filsafat/sains-dan-tuhan/comment-page-1/#comment-4143">Muhammad Hanif Priatama</a>.</p>
<p><b>@Muhammad Hanif Priatama:</b> sains itu tidak bicara tentang &#8220;segala sesuatu&#8221; atau &#8220;kepastian&#8221;, itu kosa-kata agama yang mutlak-mutlakan.<br />
Sains itu selalu berkembang, jurnal ilmiah yang diterbitkan tiap tahun selalu meningkat. Batasnya? tidak tahu.</p>
<p>Sains itu menyimpulkan dari fakta-fakta, yang sejauh ini diketahui adalah Alam Semesta ini bisa tercipta karena ada Hukum Alam dan berjalan berdasarkan Hukum Alam. Apakah Hukum Alam itu ada dengan sendirinya atau ada yang menciptakannya? itu tidak dibicarakan sains karena tidak bisa dibuktikan.</p>
<p>Jadi apakah Tuhan yang menciptakan Hukum Alam ada atau tidak ada, itu bukan urusan sains, karena keduanya tidak ada buktinya.</p>
<p>Itu wilayah keyakinan. Yakini saja, bukan karena terbukti benar atau salah.</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		Oleh: Muhammad Hanif Priatama		</title>
		<link>https://judhianto.com/filsafat/sains-dan-tuhan/comment-page-1/#comment-4143</link>

		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Hanif Priatama]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Jan 2019 05:27:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.NontonDunia.net/?p=3374#comment-4143</guid>

					<description><![CDATA[
Berapa persen sains (pengetahuan seluruh manusia digabungkan) mengetahui &quot;segala sesuatu?&quot; (rasio antara yang sudah diketahui, dengan misteri yang belum dipahami) 


Bisa diukur dari tren jurnal ilmiah yang diterbitkan. Apakah semakin stagnan bahkan mengecil, atau sebaliknya.


Dapatkah pengetahuan seluruh manusia itu menyimpulkan dua hal ini dengan pasti? 
A. TUHAN TIDAK ADA 
B. TUHAN ADA
Bagaimana jika ada teks dari Tuhan? Sanggupkah sains menguji itu asli bukan buatan manusia?
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berapa persen sains (pengetahuan seluruh manusia digabungkan) mengetahui &#8220;segala sesuatu?&#8221; (rasio antara yang sudah diketahui, dengan misteri yang belum dipahami) </p>
<p>Bisa diukur dari tren jurnal ilmiah yang diterbitkan. Apakah semakin stagnan bahkan mengecil, atau sebaliknya.</p>
<p>Dapatkah pengetahuan seluruh manusia itu menyimpulkan dua hal ini dengan pasti?<br />
A. TUHAN TIDAK ADA<br />
B. TUHAN ADA<br />
Bagaimana jika ada teks dari Tuhan? Sanggupkah sains menguji itu asli bukan buatan manusia?</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		Oleh: Judhianto		</title>
		<link>https://judhianto.com/filsafat/sains-dan-tuhan/comment-page-1/#comment-4142</link>

		<dc:creator><![CDATA[Judhianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 31 Oct 2018 12:21:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.NontonDunia.net/?p=3374#comment-4142</guid>

					<description><![CDATA[Sebagai balasan untuk &lt;a href=&quot;https://judhianto.com/filsafat/sains-dan-tuhan/comment-page-1/#comment-4141&quot;&gt;Arhasel&lt;/a&gt;.

&lt;b&gt;@Arhasel:&lt;/b&gt; bukti apa saja, fisik atau non-fisik tentang Tuhan itu gak ada yang bisa diverifikasi.

Atau anda bisa menunjukkan bukti yang diverifikasi yang anda maksud?]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai balasan untuk <a href="https://judhianto.com/filsafat/sains-dan-tuhan/comment-page-1/#comment-4141">Arhasel</a>.</p>
<p><b>@Arhasel:</b> bukti apa saja, fisik atau non-fisik tentang Tuhan itu gak ada yang bisa diverifikasi.</p>
<p>Atau anda bisa menunjukkan bukti yang diverifikasi yang anda maksud?</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		Oleh: Arhasel		</title>
		<link>https://judhianto.com/filsafat/sains-dan-tuhan/comment-page-1/#comment-4141</link>

		<dc:creator><![CDATA[Arhasel]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 31 Oct 2018 10:20:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.NontonDunia.net/?p=3374#comment-4141</guid>

					<description><![CDATA[Sebagai balasan untuk &lt;a href=&quot;https://judhianto.com/filsafat/sains-dan-tuhan/comment-page-1/#comment-4135&quot;&gt;Judhianto&lt;/a&gt;.

Bukan bukti fisik Tuhan yg dimaksud tapi bukti yang membuktikan keberadaan maksudnya bro.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai balasan untuk <a href="https://judhianto.com/filsafat/sains-dan-tuhan/comment-page-1/#comment-4135">Judhianto</a>.</p>
<p>Bukan bukti fisik Tuhan yg dimaksud tapi bukti yang membuktikan keberadaan maksudnya bro.</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		Oleh: Judhianto		</title>
		<link>https://judhianto.com/filsafat/sains-dan-tuhan/comment-page-1/#comment-4140</link>

		<dc:creator><![CDATA[Judhianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 May 2018 05:07:44 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.NontonDunia.net/?p=3374#comment-4140</guid>

					<description><![CDATA[Sebagai balasan untuk &lt;a href=&quot;https://judhianto.com/filsafat/sains-dan-tuhan/comment-page-1/#comment-4139&quot;&gt;Kuciang Karuang&lt;/a&gt;.

&lt;b&gt;@Kuciang Karuang:&lt;/b&gt; data statistik dan data perorangan tidak harus sama.

Tiap orang tentu punya data individu, itu bisa sama atau berbeda dengan data orang lain.

Data statistik itu data rata dari kumpulan data individu yang seperti anda miliki. Data statistik PBB itu data rata-rata dari jutaan orang dari wilayah seluruh dunia.

Paham bedanya kan?]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai balasan untuk <a href="https://judhianto.com/filsafat/sains-dan-tuhan/comment-page-1/#comment-4139">Kuciang Karuang</a>.</p>
<p><b>@Kuciang Karuang:</b> data statistik dan data perorangan tidak harus sama.</p>
<p>Tiap orang tentu punya data individu, itu bisa sama atau berbeda dengan data orang lain.</p>
<p>Data statistik itu data rata dari kumpulan data individu yang seperti anda miliki. Data statistik PBB itu data rata-rata dari jutaan orang dari wilayah seluruh dunia.</p>
<p>Paham bedanya kan?</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
	</channel>
</rss>
