<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:series="https://publishpress.com/"
	
	>
<channel>
	<title>
	Komentar di: Seberapa Pentingkah Manusia?	</title>
	<atom:link href="https://judhianto.com/filsafat/seberapa-pentingkah-manusia/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://judhianto.com/filsafat/seberapa-pentingkah-manusia/</link>
	<description>Iman, Realitas dan Pertanyaan Tentangnya</description>
	<lastBuildDate>Sun, 29 Mar 2026 00:03:19 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1</generator>
	<item>
		<title>
		Oleh: Judhianto		</title>
		<link>https://judhianto.com/filsafat/seberapa-pentingkah-manusia/comment-page-1/#comment-3916</link>

		<dc:creator><![CDATA[Judhianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 13 Jan 2013 17:30:44 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://nontondunia.com/?p=2407#comment-3916</guid>

					<description><![CDATA[Sebagai balasan untuk &lt;a href=&quot;https://judhianto.com/filsafat/seberapa-pentingkah-manusia/comment-page-1/#comment-3915&quot;&gt;Bram&lt;/a&gt;.

Benar, Tuhan bisa jadi membuat semesta yang lain, dimana mahluk cerdasnya sejenis kadal, dan Ia ingin diketahui dan disembah oleh kadal-kadal tersebut. Surga dan neraka mungkin untuk kadal-kadal tersebut.

Benar, Tuhan mungkin mampu membuat jutaan kemungkinan semesta lain, dimana manusia tidak ada atau tidak penting.

Tapi yang perlu kita ingat, kita hidup tidak di semesta yang lain itu. Kita hidup disini, di semesta dimana kita penting. Dimana Tuhan sengaja menciptakan manusia untuk memuaskan keinginanNya untuk dikenal.

Di semesta lain dimana Tuhan memuaskan keinginanNya untuk dikenal pada mahluk kadal - itu bukan urusan kita, karena kita hidup di sini. Dan disini, di semesta ini, kita mahluk terpenting.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai balasan untuk <a href="https://judhianto.com/filsafat/seberapa-pentingkah-manusia/comment-page-1/#comment-3915">Bram</a>.</p>
<p>Benar, Tuhan bisa jadi membuat semesta yang lain, dimana mahluk cerdasnya sejenis kadal, dan Ia ingin diketahui dan disembah oleh kadal-kadal tersebut. Surga dan neraka mungkin untuk kadal-kadal tersebut.</p>
<p>Benar, Tuhan mungkin mampu membuat jutaan kemungkinan semesta lain, dimana manusia tidak ada atau tidak penting.</p>
<p>Tapi yang perlu kita ingat, kita hidup tidak di semesta yang lain itu. Kita hidup disini, di semesta dimana kita penting. Dimana Tuhan sengaja menciptakan manusia untuk memuaskan keinginanNya untuk dikenal.</p>
<p>Di semesta lain dimana Tuhan memuaskan keinginanNya untuk dikenal pada mahluk kadal &#8211; itu bukan urusan kita, karena kita hidup di sini. Dan disini, di semesta ini, kita mahluk terpenting.</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		Oleh: Bram		</title>
		<link>https://judhianto.com/filsafat/seberapa-pentingkah-manusia/comment-page-1/#comment-3915</link>

		<dc:creator><![CDATA[Bram]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 13 Jan 2013 17:20:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://nontondunia.com/?p=2407#comment-3915</guid>

					<description><![CDATA[Sebagai balasan untuk &lt;a href=&quot;https://judhianto.com/filsafat/seberapa-pentingkah-manusia/comment-page-1/#comment-3914&quot;&gt;Judhianto&lt;/a&gt;.

Betul, tapi jika Dia memusnahkan kita, toh Dia bisa menciptakan makhluk cerdas selain kita. Gembiranya, marahnya Tuhan beda dengan makhluk. Marahnya Tuhan tidak membuat Dia jadi galau dll (mengganggu dzatNya), beda dengan makhluk, ketika kita marah dan tidak suka sesuatu maka pikiran kita akan tersiksa, begitu jg gembira dan senang akan berdampak pada fisik dan pikiran kita. Sebenarnya tidak ada bahasa manusia (bahasa arab dan lainnya) yang bisa sepenuhnya tepat untuk menggambarkan sifat Tuhan, karena pada dasarnya bahasa mahkluk untuk makhluk (marah, senang, dan lain-lain). Selain itu, kita sendiri tidak tahu sepenuhnya tentang diri kita, misalnya ketika kita di alam roh, dimana kita masih berupa master program/chip, dan diriwayatkan bahwa calon manusia dulu berkomunikasi dgn Tuhan ketika di alam roh. Kekuasaan Tuhan yg diberikan kpd kita, kita tidak tahu semuanya. Makanya, diriwayatkan jg bahwa Allah lebih tahu siapa-siapa manusia yg akan Dia beri hidayah. Lihat pelacur yg diberi hidayah gara-gara memberi minum anjing. Kasih dan ikhlas sepertinya kuncinya. Manusia jg tidak tahu semua apa yg akan dilakukan Tuhan, kecuali sedikit yg telah dikabarkan dlm FirmanNya. Hewan yg disiksa pun, kita tidak tahu apakah sebenarnya hewan itu sakit atau tidak sebenarnya, dan Allah kuasa membuat tidak sakit meski kita mengira sakit. Allah jg berhak mengganti hewan yg tersiksa dengan kenikmatan yg luar biasa di alam akhirat (atau alam lain apapun namanya). Itu semua kita juga tidak tahu. Makanya ada kata &quot;Wallaua&#039;lam&quot; meski kita diperintahkan utk selalu tafakur (berpikir)]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai balasan untuk <a href="https://judhianto.com/filsafat/seberapa-pentingkah-manusia/comment-page-1/#comment-3914">Judhianto</a>.</p>
<p>Betul, tapi jika Dia memusnahkan kita, toh Dia bisa menciptakan makhluk cerdas selain kita. Gembiranya, marahnya Tuhan beda dengan makhluk. Marahnya Tuhan tidak membuat Dia jadi galau dll (mengganggu dzatNya), beda dengan makhluk, ketika kita marah dan tidak suka sesuatu maka pikiran kita akan tersiksa, begitu jg gembira dan senang akan berdampak pada fisik dan pikiran kita. Sebenarnya tidak ada bahasa manusia (bahasa arab dan lainnya) yang bisa sepenuhnya tepat untuk menggambarkan sifat Tuhan, karena pada dasarnya bahasa mahkluk untuk makhluk (marah, senang, dan lain-lain). Selain itu, kita sendiri tidak tahu sepenuhnya tentang diri kita, misalnya ketika kita di alam roh, dimana kita masih berupa master program/chip, dan diriwayatkan bahwa calon manusia dulu berkomunikasi dgn Tuhan ketika di alam roh. Kekuasaan Tuhan yg diberikan kpd kita, kita tidak tahu semuanya. Makanya, diriwayatkan jg bahwa Allah lebih tahu siapa-siapa manusia yg akan Dia beri hidayah. Lihat pelacur yg diberi hidayah gara-gara memberi minum anjing. Kasih dan ikhlas sepertinya kuncinya. Manusia jg tidak tahu semua apa yg akan dilakukan Tuhan, kecuali sedikit yg telah dikabarkan dlm FirmanNya. Hewan yg disiksa pun, kita tidak tahu apakah sebenarnya hewan itu sakit atau tidak sebenarnya, dan Allah kuasa membuat tidak sakit meski kita mengira sakit. Allah jg berhak mengganti hewan yg tersiksa dengan kenikmatan yg luar biasa di alam akhirat (atau alam lain apapun namanya). Itu semua kita juga tidak tahu. Makanya ada kata &#8220;Wallaua&#8217;lam&#8221; meski kita diperintahkan utk selalu tafakur (berpikir)</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		Oleh: Judhianto		</title>
		<link>https://judhianto.com/filsafat/seberapa-pentingkah-manusia/comment-page-1/#comment-3914</link>

		<dc:creator><![CDATA[Judhianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 13 Jan 2013 17:16:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://nontondunia.com/?p=2407#comment-3914</guid>

					<description><![CDATA[Sebagai balasan untuk &lt;a href=&quot;https://judhianto.com/filsafat/seberapa-pentingkah-manusia/comment-page-1/#comment-3913&quot;&gt;Bram&lt;/a&gt;.

Dari komentar anda, Allah itu paradox.

Gak butuh diketahui tapi ingin - jadi semacam benci tapi rindu.

Ini seperti konsep maha kuasa yang anda kutip: Ia mampu ciptakan atau hancurkan alam semesta semau-mauNya.

Tapi pada kenyataan yang kita hadapi saat ini:

&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Kita hidup di semesta dimana Ia sendiri menciptakan karena ingin diketahui,&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;dimana kita adalah aktor spesial yang diciptakanNya,&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;dimana Ia menciptakan segala macam setting surga, neraka, nabi, agama dan wahyunya untuk kita.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dia yang gembira pada kita yang taat dan marah pada kita yang murtad&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dia yang mendengarkan do&#039;a kita&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dia yang menempatkan diri lebih dekat daripada urat leher kita.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;

Jadi pada kenyataan hidup kita, kita adalah penting bagi Allah. jika Ia musnahkan kita, maka tak ada yang menyembah Dia, tak ada yang menyaksikan Dia ada. Kita musnah - Dia gak eksis.

Memusnahkan kita sama dengan memusnahkan keinginannya untuk eksis.

Jadi kita penting, sepenting keinginan Allah untuk eksis.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai balasan untuk <a href="https://judhianto.com/filsafat/seberapa-pentingkah-manusia/comment-page-1/#comment-3913">Bram</a>.</p>
<p>Dari komentar anda, Allah itu paradox.</p>
<p>Gak butuh diketahui tapi ingin &#8211; jadi semacam benci tapi rindu.</p>
<p>Ini seperti konsep maha kuasa yang anda kutip: Ia mampu ciptakan atau hancurkan alam semesta semau-mauNya.</p>
<p>Tapi pada kenyataan yang kita hadapi saat ini:</p>
<ul>
<li>Kita hidup di semesta dimana Ia sendiri menciptakan karena ingin diketahui,</li>
<li>dimana kita adalah aktor spesial yang diciptakanNya,</li>
<li>dimana Ia menciptakan segala macam setting surga, neraka, nabi, agama dan wahyunya untuk kita.</li>
<li>Dia yang gembira pada kita yang taat dan marah pada kita yang murtad</li>
<li>Dia yang mendengarkan do&#8217;a kita</li>
<li>Dia yang menempatkan diri lebih dekat daripada urat leher kita.</li>
</ul>
<p>Jadi pada kenyataan hidup kita, kita adalah penting bagi Allah. jika Ia musnahkan kita, maka tak ada yang menyembah Dia, tak ada yang menyaksikan Dia ada. Kita musnah &#8211; Dia gak eksis.</p>
<p>Memusnahkan kita sama dengan memusnahkan keinginannya untuk eksis.</p>
<p>Jadi kita penting, sepenting keinginan Allah untuk eksis.</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		Oleh: Bram		</title>
		<link>https://judhianto.com/filsafat/seberapa-pentingkah-manusia/comment-page-1/#comment-3913</link>

		<dc:creator><![CDATA[Bram]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 13 Jan 2013 17:13:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://nontondunia.com/?p=2407#comment-3913</guid>

					<description><![CDATA[Sebagai balasan untuk &lt;a href=&quot;https://judhianto.com/filsafat/seberapa-pentingkah-manusia/comment-page-1/#comment-3912&quot;&gt;Judhianto&lt;/a&gt;.

Betul, salah satu sifat Allah adalah maha berkehendak (mempunyai keinginan), dan salah satu keinginananNya adalah ingin diketahui. Meski Allah ingin diketahui, tapi Dia tidak butuh diketahui. Jika tidak ada yg mengetahui Allah, Allah tidak lalu sakit atau galau. Jadi sesuatu yg tidak dibutuhkan tentunya tidak penting meski diingini. Makanya, bagi muslim yg paling penting adalah pemahaman Tauhid, karena hal itu yg menjadi hakekat kenapa Allah menciptakan makhluk. Yg mau saya tekankan di atas sebenarnya, bahwa Allah bisa menciptakan dan menghancurkan lalu menciptakan lagi atau menciptakan lagi tanpa menghancurkan jutaan alam semesta (maksudnya kumpulan galaksi-galaksi) entah hanya dengan satu detik atau milyaran tahun, sama mudahnya. Jadi tidaklah penting alam semesta yg sekarang ini, Dengan adanya dzat yg maha kuasa tersebut. Karena Dia bisa menciptakan alam semesta yg lebih indah, lebih megah, dan lebih besar semilyar triliun kali lipat alam semesta yg sekarang ini.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai balasan untuk <a href="https://judhianto.com/filsafat/seberapa-pentingkah-manusia/comment-page-1/#comment-3912">Judhianto</a>.</p>
<p>Betul, salah satu sifat Allah adalah maha berkehendak (mempunyai keinginan), dan salah satu keinginananNya adalah ingin diketahui. Meski Allah ingin diketahui, tapi Dia tidak butuh diketahui. Jika tidak ada yg mengetahui Allah, Allah tidak lalu sakit atau galau. Jadi sesuatu yg tidak dibutuhkan tentunya tidak penting meski diingini. Makanya, bagi muslim yg paling penting adalah pemahaman Tauhid, karena hal itu yg menjadi hakekat kenapa Allah menciptakan makhluk. Yg mau saya tekankan di atas sebenarnya, bahwa Allah bisa menciptakan dan menghancurkan lalu menciptakan lagi atau menciptakan lagi tanpa menghancurkan jutaan alam semesta (maksudnya kumpulan galaksi-galaksi) entah hanya dengan satu detik atau milyaran tahun, sama mudahnya. Jadi tidaklah penting alam semesta yg sekarang ini, Dengan adanya dzat yg maha kuasa tersebut. Karena Dia bisa menciptakan alam semesta yg lebih indah, lebih megah, dan lebih besar semilyar triliun kali lipat alam semesta yg sekarang ini.</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		Oleh: Judhianto		</title>
		<link>https://judhianto.com/filsafat/seberapa-pentingkah-manusia/comment-page-1/#comment-3912</link>

		<dc:creator><![CDATA[Judhianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 13 Jan 2013 17:09:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://nontondunia.com/?p=2407#comment-3912</guid>

					<description><![CDATA[Sebagai balasan untuk &lt;a href=&quot;https://judhianto.com/filsafat/seberapa-pentingkah-manusia/comment-page-1/#comment-3911&quot;&gt;Bram&lt;/a&gt;.

Dalam kacamata Islam, ada sebuah hadis qudsi: 
&quot;Aku adalah harta tersembunyi dan aku ingin diketahui, maka aku ciptakan ciptaan.&quot; 

Jadi semesta ini penting untuk Allah, karena Ia ingin dikenal. Dipuncak ciptaannya, ada manusia yang padanya Ia secara khusus meniupkan roh-Nya (ingat kisah Adam) Untuk manusia juga Allah ciptakan surga, neraka, dosa, pahala, agama. 

Adakah ciptaan lain yang dicipta khusus oleh Allah? adakah surga, neraka untuk ciptaan lain? adakah mahluk lain dimana Allah berfirman dan melibatkan diri dalam mukjizat-2? Tidak Ada! 

Jadi manusia tidak penting? jangan salah... kita penting,]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai balasan untuk <a href="https://judhianto.com/filsafat/seberapa-pentingkah-manusia/comment-page-1/#comment-3911">Bram</a>.</p>
<p>Dalam kacamata Islam, ada sebuah hadis qudsi:<br />
&#8220;Aku adalah harta tersembunyi dan aku ingin diketahui, maka aku ciptakan ciptaan.&#8221; </p>
<p>Jadi semesta ini penting untuk Allah, karena Ia ingin dikenal. Dipuncak ciptaannya, ada manusia yang padanya Ia secara khusus meniupkan roh-Nya (ingat kisah Adam) Untuk manusia juga Allah ciptakan surga, neraka, dosa, pahala, agama. </p>
<p>Adakah ciptaan lain yang dicipta khusus oleh Allah? adakah surga, neraka untuk ciptaan lain? adakah mahluk lain dimana Allah berfirman dan melibatkan diri dalam mukjizat-2? Tidak Ada! </p>
<p>Jadi manusia tidak penting? jangan salah&#8230; kita penting,</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		Oleh: Bram		</title>
		<link>https://judhianto.com/filsafat/seberapa-pentingkah-manusia/comment-page-1/#comment-3911</link>

		<dc:creator><![CDATA[Bram]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 12 Jan 2013 17:04:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://nontondunia.com/?p=2407#comment-3911</guid>

					<description><![CDATA[Bagi Allah yg diyakini muslim tidak ada yg penting, karena bagi Allah yg maha kuasa sama gampangnya menciptakan seekor semut saja dengan menciptakan alam semesta beserta isinya. Bagi Allah sama gampangnya untuk menciptakan satu kerikil di sungai saja dengan satu galaksi atau milyaran galaksi. Tidak ada yg sulit dan SAMA gampangnya. Mau menciptakan alam semesta dengan milyaran galaksi hanya satu detik, atau menciptakaan alam semesta dengan milyaran galaksi dengan waktu milyaran tahun bagi Allah sama gampangnya. Dan suka-suka Allah karena Dia maha berkehendak. Logika Tauhid --&#062; http://ketoklogic.blogspot.com...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bagi Allah yg diyakini muslim tidak ada yg penting, karena bagi Allah yg maha kuasa sama gampangnya menciptakan seekor semut saja dengan menciptakan alam semesta beserta isinya. Bagi Allah sama gampangnya untuk menciptakan satu kerikil di sungai saja dengan satu galaksi atau milyaran galaksi. Tidak ada yg sulit dan SAMA gampangnya. Mau menciptakan alam semesta dengan milyaran galaksi hanya satu detik, atau menciptakaan alam semesta dengan milyaran galaksi dengan waktu milyaran tahun bagi Allah sama gampangnya. Dan suka-suka Allah karena Dia maha berkehendak. Logika Tauhid &#8211;&gt; <a href="http://ketoklogic.blogspot.com" rel="nofollow ugc">http://ketoklogic.blogspot.com</a>&#8230;</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		Oleh: H. Bebey		</title>
		<link>https://judhianto.com/filsafat/seberapa-pentingkah-manusia/comment-page-1/#comment-3910</link>

		<dc:creator><![CDATA[H. Bebey]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 Sep 2012 01:39:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://nontondunia.com/?p=2407#comment-3910</guid>

					<description><![CDATA[Iya mas yudhi, kalau kita analogkan dengan kejadian jaman awal kenabian, sepertinya samalah kelakuan orang-orangnya, bedanya nabi pergi ke madinah untuk menyebarkan agama kebenaran anyar, tapi kalau pada saat ini mas yudhi harus bisa melawannya dengan teknologi informatika yang lebih canggih.
Kalau kita analogkan dengan peristiwa selanjutnya, maka pasukan nabi akan mengkafirkan penentangnya, yang artinya penantangnya harus &#039;meninggalkan bumi&#039; secara dipaksa/dipenggal hehhheeee]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Iya mas yudhi, kalau kita analogkan dengan kejadian jaman awal kenabian, sepertinya samalah kelakuan orang-orangnya, bedanya nabi pergi ke madinah untuk menyebarkan agama kebenaran anyar, tapi kalau pada saat ini mas yudhi harus bisa melawannya dengan teknologi informatika yang lebih canggih.<br />
Kalau kita analogkan dengan peristiwa selanjutnya, maka pasukan nabi akan mengkafirkan penentangnya, yang artinya penantangnya harus &#8216;meninggalkan bumi&#8217; secara dipaksa/dipenggal hehhheeee</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		Oleh: Judhianto		</title>
		<link>https://judhianto.com/filsafat/seberapa-pentingkah-manusia/comment-page-1/#comment-3909</link>

		<dc:creator><![CDATA[Judhianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 17 Sep 2012 12:50:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://nontondunia.com/?p=2407#comment-3909</guid>

					<description><![CDATA[Sebagai balasan untuk &lt;a href=&quot;https://judhianto.com/filsafat/seberapa-pentingkah-manusia/comment-page-1/#comment-3908&quot;&gt;H. Bebey&lt;/a&gt;.

&lt;b&gt;@H. Bebey:&lt;/b&gt; wadooh seperti apa virusnya? Mungkin kalo indikasinya jelas, yg jago bisa bantu...

Web ini sendiri sempat di bombardir, kemarin malam sempat di suspend oleh providernya krn &#039;abnormal activity&#039; . Siang tadi baru bisa aktif lagi.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai balasan untuk <a href="https://judhianto.com/filsafat/seberapa-pentingkah-manusia/comment-page-1/#comment-3908">H. Bebey</a>.</p>
<p><b>@H. Bebey:</b> wadooh seperti apa virusnya? Mungkin kalo indikasinya jelas, yg jago bisa bantu&#8230;</p>
<p>Web ini sendiri sempat di bombardir, kemarin malam sempat di suspend oleh providernya krn &#8216;abnormal activity&#8217; . Siang tadi baru bisa aktif lagi.</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		Oleh: H. Bebey		</title>
		<link>https://judhianto.com/filsafat/seberapa-pentingkah-manusia/comment-page-1/#comment-3908</link>

		<dc:creator><![CDATA[H. Bebey]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 17 Sep 2012 12:17:30 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://nontondunia.com/?p=2407#comment-3908</guid>

					<description><![CDATA[wkwkwkkk
mas yudhi, aku dikirim virus mengataskan nama mas lho.
Bener mas, gimana caranya menghindarinya. hehhheeee]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>wkwkwkkk<br />
mas yudhi, aku dikirim virus mengataskan nama mas lho.<br />
Bener mas, gimana caranya menghindarinya. hehhheeee</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		Oleh: Judhianto		</title>
		<link>https://judhianto.com/filsafat/seberapa-pentingkah-manusia/comment-page-1/#comment-3907</link>

		<dc:creator><![CDATA[Judhianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 09 Sep 2012 04:33:28 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://nontondunia.com/?p=2407#comment-3907</guid>

					<description><![CDATA[Sebagai balasan untuk &lt;a href=&quot;https://judhianto.com/filsafat/seberapa-pentingkah-manusia/comment-page-1/#comment-3906&quot;&gt;mas gurit&lt;/a&gt;.

&lt;b&gt;@Mas Gurit:&lt;/b&gt; terima kasih, mengenai mahluk luar angkasa, saya belum ketemu, jadi gak bisa nebak pikirannya. He he..]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai balasan untuk <a href="https://judhianto.com/filsafat/seberapa-pentingkah-manusia/comment-page-1/#comment-3906">mas gurit</a>.</p>
<p><b>@Mas Gurit:</b> terima kasih, mengenai mahluk luar angkasa, saya belum ketemu, jadi gak bisa nebak pikirannya. He he..</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
	</channel>
</rss>
