<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:series="https://publishpress.com/"
	
	>
<channel>
	<title>
	Komentar di: Surga atau Neraka. Adilkah?	</title>
	<atom:link href="https://judhianto.com/filsafat/surga-atau-neraka-adilkah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://judhianto.com/filsafat/surga-atau-neraka-adilkah/</link>
	<description>Iman, Realitas dan Pertanyaan Tentangnya</description>
	<lastBuildDate>Sat, 28 Mar 2026 23:48:00 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1</generator>
	<item>
		<title>
		Oleh: Judhianto		</title>
		<link>https://judhianto.com/filsafat/surga-atau-neraka-adilkah/comment-page-1/#comment-4353</link>

		<dc:creator><![CDATA[Judhianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Aug 2019 00:37:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.NontonDunia.net/?p=3593#comment-4353</guid>

					<description><![CDATA[Sebagai balasan untuk &lt;a href=&quot;https://judhianto.com/filsafat/surga-atau-neraka-adilkah/comment-page-1/#comment-4352&quot;&gt;Sic Mundus Creatus Est&lt;/a&gt;.

&lt;b&gt;@Sic Mundus Creatus Est:&lt;/b&gt; anda mengatakan:

&lt;blockquote&gt;Apakah bisa diverifikasi? Bisa dengan sesama penjelajah yang lain&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;

Okelah bagi anda dan &#8220;penjelajah yang lain&#8221;, anda percaya itu nyata.

Apakah bagi saya dan &#8220;yang bukan penjelajah&#8221; itu nyata? Ya nggak, lha memang gak ada buktinya.

Bagi saya, itu seperti kepercayaan terhadap pocong, nyi Roro Kidul atau Sinterklas. Bagi yang percaya dan komunitas yang percaya, itu nyata, bukan omong kosong.

Itu beda dengan gravitasi.  Itu efeknya nyata, terlepas anda percaya atau tidak.

Setiap klaim itu butuh bukti, klaim luar biasa tentu butuh bukti luar biasa juga. Sesederhana itu.

Anda tak bisa menunjukkan bukti bagi yang tidak percaya? Sehebat apapun klaim anda, itu cuma kepercayaan.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai balasan untuk <a href="https://judhianto.com/filsafat/surga-atau-neraka-adilkah/comment-page-1/#comment-4352">Sic Mundus Creatus Est</a>.</p>
<p><b>@Sic Mundus Creatus Est:</b> anda mengatakan:</p>
<blockquote><p>Apakah bisa diverifikasi? Bisa dengan sesama penjelajah yang lain</p></blockquote>
<p>Okelah bagi anda dan &#8220;penjelajah yang lain&#8221;, anda percaya itu nyata.</p>
<p>Apakah bagi saya dan &#8220;yang bukan penjelajah&#8221; itu nyata? Ya nggak, lha memang gak ada buktinya.</p>
<p>Bagi saya, itu seperti kepercayaan terhadap pocong, nyi Roro Kidul atau Sinterklas. Bagi yang percaya dan komunitas yang percaya, itu nyata, bukan omong kosong.</p>
<p>Itu beda dengan gravitasi.  Itu efeknya nyata, terlepas anda percaya atau tidak.</p>
<p>Setiap klaim itu butuh bukti, klaim luar biasa tentu butuh bukti luar biasa juga. Sesederhana itu.</p>
<p>Anda tak bisa menunjukkan bukti bagi yang tidak percaya? Sehebat apapun klaim anda, itu cuma kepercayaan.</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		Oleh: Sic Mundus Creatus Est		</title>
		<link>https://judhianto.com/filsafat/surga-atau-neraka-adilkah/comment-page-1/#comment-4352</link>

		<dc:creator><![CDATA[Sic Mundus Creatus Est]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Aug 2019 00:09:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.NontonDunia.net/?p=3593#comment-4352</guid>

					<description><![CDATA[Sebagai balasan untuk &lt;a href=&quot;https://judhianto.com/filsafat/surga-atau-neraka-adilkah/comment-page-1/#comment-4351&quot;&gt;Judhianto&lt;/a&gt;.

Saya tidak menulis berdasarkan &quot;kepercayaan&quot;. Tentunya saya berani menuliskan ini setelah mempelajari metodenya, memiliki tools yang bisa dipergunakan melihat hal tersebut, mengalami experience sendiri dan menyimpulkan berdasarkan pengalaman. Saya pernah juga mengalami fase fanatik agama dan fase tidak percaya alam lain. namun apa yang pelajari tersebut bukanlah agama maupun kepercayaan. 
1. Ada alam lain ?. Ya. Kita bisa mengaksesnya dengan metode yang tepat. Apakah bisa diverifikasi ? Bisa dengan sesama penjelajah yang lain.
2. manusia setelah mati akan berpindah ke alam lain ? ya dan tidak. dalam hidup inipun kita sudah bisa berpindah dan mengeksplorasi alam lain tersebut. Tentunya bukan alam gaib yang dipenuhi pocong dan kuntilanak namun alam yang sangat berbeda. 
3. Setelah mati berpindah pindah ? Bisa dikatakan demikian. namun untuk istilah &quot;pindah&quot; ini juga berlaku sangat relatif di alam lain. dimana pengalaman &quot;waktu&quot; disana tidak sama dengan waktu didunia kita saat ini. 
Saya tidak mendasarkan kehidupan saya pada sebuah &quot;kepercayaan&quot;. Karena apa yang hanya diimani tanpa pengetahuan hanyalah omong kosong belaka. Mohon maaf apabila saya tidak bisa menyebutkan apa yang saya pelajari karena aturan kami melarang kami menyebarkannya. saya menghormati kepercayaan pak Judhi bahwa disana tak ada alam lain karena &quot;tak ada alam&quot; juga merupalan suatu alam juga. Salam damai.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai balasan untuk <a href="https://judhianto.com/filsafat/surga-atau-neraka-adilkah/comment-page-1/#comment-4351">Judhianto</a>.</p>
<p>Saya tidak menulis berdasarkan &#8220;kepercayaan&#8221;. Tentunya saya berani menuliskan ini setelah mempelajari metodenya, memiliki tools yang bisa dipergunakan melihat hal tersebut, mengalami experience sendiri dan menyimpulkan berdasarkan pengalaman. Saya pernah juga mengalami fase fanatik agama dan fase tidak percaya alam lain. namun apa yang pelajari tersebut bukanlah agama maupun kepercayaan.<br />
1. Ada alam lain ?. Ya. Kita bisa mengaksesnya dengan metode yang tepat. Apakah bisa diverifikasi ? Bisa dengan sesama penjelajah yang lain.<br />
2. manusia setelah mati akan berpindah ke alam lain ? ya dan tidak. dalam hidup inipun kita sudah bisa berpindah dan mengeksplorasi alam lain tersebut. Tentunya bukan alam gaib yang dipenuhi pocong dan kuntilanak namun alam yang sangat berbeda.<br />
3. Setelah mati berpindah pindah ? Bisa dikatakan demikian. namun untuk istilah &#8220;pindah&#8221; ini juga berlaku sangat relatif di alam lain. dimana pengalaman &#8220;waktu&#8221; disana tidak sama dengan waktu didunia kita saat ini.<br />
Saya tidak mendasarkan kehidupan saya pada sebuah &#8220;kepercayaan&#8221;. Karena apa yang hanya diimani tanpa pengetahuan hanyalah omong kosong belaka. Mohon maaf apabila saya tidak bisa menyebutkan apa yang saya pelajari karena aturan kami melarang kami menyebarkannya. saya menghormati kepercayaan pak Judhi bahwa disana tak ada alam lain karena &#8220;tak ada alam&#8221; juga merupalan suatu alam juga. Salam damai.</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		Oleh: Judhianto		</title>
		<link>https://judhianto.com/filsafat/surga-atau-neraka-adilkah/comment-page-1/#comment-4351</link>

		<dc:creator><![CDATA[Judhianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Aug 2019 11:44:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.NontonDunia.net/?p=3593#comment-4351</guid>

					<description><![CDATA[Sebagai balasan untuk &lt;a href=&quot;https://judhianto.com/filsafat/surga-atau-neraka-adilkah/comment-page-1/#comment-4350&quot;&gt;Sic Mundus Creatus Est&lt;/a&gt;.

&lt;b&gt;@Sic Mundus Creatus Est:&lt;/b&gt; jadi menurut kepercayaan anda:

&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Ada alam lain selain dunia yang kita alami ini
&lt;li&gt;Manusia setelah mati akan berpindah ke alam lain tersebut
&lt;li&gt;Setelah mati di alam berikutnya, manusia akan berpindah ke alam berikutnya lagi. Bisa berulang-ulang tergantung kriteria yang anda sebutkan seperti energi positif atau negatif yang dimilikinya
&lt;/ol&gt;

Saya tidak percaya mengenai kehidupan setelah mati (baik yang seperti versi anda, atau versi-versi lainnya), tapi tentunya tiap orang boleh punya kepercayaannya sendiri. Terima kasih untuk berbagi kepercayaannya.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai balasan untuk <a href="https://judhianto.com/filsafat/surga-atau-neraka-adilkah/comment-page-1/#comment-4350">Sic Mundus Creatus Est</a>.</p>
<p><b>@Sic Mundus Creatus Est:</b> jadi menurut kepercayaan anda:</p>
<ol>
<li>Ada alam lain selain dunia yang kita alami ini
</li>
<li>Manusia setelah mati akan berpindah ke alam lain tersebut
</li>
<li>Setelah mati di alam berikutnya, manusia akan berpindah ke alam berikutnya lagi. Bisa berulang-ulang tergantung kriteria yang anda sebutkan seperti energi positif atau negatif yang dimilikinya
</li>
</ol>
<p>Saya tidak percaya mengenai kehidupan setelah mati (baik yang seperti versi anda, atau versi-versi lainnya), tapi tentunya tiap orang boleh punya kepercayaannya sendiri. Terima kasih untuk berbagi kepercayaannya.</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		Oleh: Sic Mundus Creatus Est		</title>
		<link>https://judhianto.com/filsafat/surga-atau-neraka-adilkah/comment-page-1/#comment-4350</link>

		<dc:creator><![CDATA[Sic Mundus Creatus Est]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Aug 2019 09:13:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.NontonDunia.net/?p=3593#comment-4350</guid>

					<description><![CDATA[baru tahu ada blog yang membahas hal menarik seperti ini.. menurut apa yang saya pelajari; surga dan neraka itu memang ada dan adil. Semua agama baik itu samawi ataupun bukan menyatakan adanya surga dan neraka. namun dengan tidak mengurangi rasa hormat, saya memiliki pandangan lain. surga dan neraka adalah salah satu hukum alam atau mekanisme built in alam semesta yang berlaku di seluruh jagat raya ini. Apa yang kita sebut &quot;adil&quot; tidak lain hanyalah merupakan proses penyeimbangan entropi dari bentuk energi satu ke bentuk energi lainnya. Keadilan ini tidak dapat digoyahkan walaupun dengan doa dan tangis air mata. Dengan bahasa lain; dosa tidak akan terhapus kecuali kita telah membayarnya dengan lunas. Tuhan mengampuni dosa kita dengan memberi kita waktu dan kesempatan untuk membayarnya. Ada dunia dan alam paralel yang tak terhingga banyaknya sehingga bila kita tak memiliki kesempatan mengenolkan dosa saat ini kita bisa melakukannya di beberapa alam lain yang bagi sebagian orang  dinamakan neraka, jahanam, qlipoth dll. Jadi apa yang kita perbuat di dunia ini adalah sesuatu yang mengarahkan kita menuju ke dunia mana kita selanjutnya. Bila kita banyak melakukan kebaikan, berbuat baik, kita mengumpulkan energi positif yang sinkron dengan tujuan kita selanjutnya yaitu dunia dimana hanya ada cinta dan kebaikan. Menurut yang saya pelajari, surga bukanlah tempat untuk bersenang-senang menikmati sex dan sejenisnya namun merupakan dunia antara yang menjadi tempat berlatih menuju dunia yang lebih tinggi. Seandainya orang yang masih penuh amarah dan kebencian kepada sesama (namun di dunia dianggap sangat beriman dan agamis) bisa maruk surga, maka di surgapun ia akan meluapkan amarah dan kebencian kepada sesama disana. Manusialah yang harus berlatih seumur hidupnya agar dia bisa menjadi penuh cinta dan bermanfaat bagi sesamanya sehingga saat dia kelak mengakses surga dan melewati berbagai firewall bisa bebas dari deteksi malware amarah, kebencian, keserakahan dll. maaf bila OOT.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>baru tahu ada blog yang membahas hal menarik seperti ini.. menurut apa yang saya pelajari; surga dan neraka itu memang ada dan adil. Semua agama baik itu samawi ataupun bukan menyatakan adanya surga dan neraka. namun dengan tidak mengurangi rasa hormat, saya memiliki pandangan lain. surga dan neraka adalah salah satu hukum alam atau mekanisme built in alam semesta yang berlaku di seluruh jagat raya ini. Apa yang kita sebut &#8220;adil&#8221; tidak lain hanyalah merupakan proses penyeimbangan entropi dari bentuk energi satu ke bentuk energi lainnya. Keadilan ini tidak dapat digoyahkan walaupun dengan doa dan tangis air mata. Dengan bahasa lain; dosa tidak akan terhapus kecuali kita telah membayarnya dengan lunas. Tuhan mengampuni dosa kita dengan memberi kita waktu dan kesempatan untuk membayarnya. Ada dunia dan alam paralel yang tak terhingga banyaknya sehingga bila kita tak memiliki kesempatan mengenolkan dosa saat ini kita bisa melakukannya di beberapa alam lain yang bagi sebagian orang  dinamakan neraka, jahanam, qlipoth dll. Jadi apa yang kita perbuat di dunia ini adalah sesuatu yang mengarahkan kita menuju ke dunia mana kita selanjutnya. Bila kita banyak melakukan kebaikan, berbuat baik, kita mengumpulkan energi positif yang sinkron dengan tujuan kita selanjutnya yaitu dunia dimana hanya ada cinta dan kebaikan. Menurut yang saya pelajari, surga bukanlah tempat untuk bersenang-senang menikmati sex dan sejenisnya namun merupakan dunia antara yang menjadi tempat berlatih menuju dunia yang lebih tinggi. Seandainya orang yang masih penuh amarah dan kebencian kepada sesama (namun di dunia dianggap sangat beriman dan agamis) bisa maruk surga, maka di surgapun ia akan meluapkan amarah dan kebencian kepada sesama disana. Manusialah yang harus berlatih seumur hidupnya agar dia bisa menjadi penuh cinta dan bermanfaat bagi sesamanya sehingga saat dia kelak mengakses surga dan melewati berbagai firewall bisa bebas dari deteksi malware amarah, kebencian, keserakahan dll. maaf bila OOT.</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		Oleh: Judhianto		</title>
		<link>https://judhianto.com/filsafat/surga-atau-neraka-adilkah/comment-page-1/#comment-4349</link>

		<dc:creator><![CDATA[Judhianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Apr 2019 17:27:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.NontonDunia.net/?p=3593#comment-4349</guid>

					<description><![CDATA[Sebagai balasan untuk &lt;a href=&quot;https://judhianto.com/filsafat/surga-atau-neraka-adilkah/comment-page-1/#comment-4348&quot;&gt;GbelF&lt;/a&gt;.

&lt;b&gt;@Gbeif:&lt;/b&gt; jadi menurut anda ada agama bagian receh dan bagian bukan receh, ada yang ustad yang bener dan ustad gak bener, ada iman level rendah dan iman level gak rendah.

Saya tertarik dengan definisi anda, tapi biasanya yang suka mendefinisikan sesuatu itu asbun, semacam tong kosong yang nyaring bunyinya.

Agar pembaca lainnya tidak menganggap anda sekedar tukang bual tanpa isi, mohon dijelaskan lebih lanjut maksud definisi yang anda sebutkan tersebut agar semua pembaca tercerahkan.

Silakan...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai balasan untuk <a href="https://judhianto.com/filsafat/surga-atau-neraka-adilkah/comment-page-1/#comment-4348">GbelF</a>.</p>
<p><b>@Gbeif:</b> jadi menurut anda ada agama bagian receh dan bagian bukan receh, ada yang ustad yang bener dan ustad gak bener, ada iman level rendah dan iman level gak rendah.</p>
<p>Saya tertarik dengan definisi anda, tapi biasanya yang suka mendefinisikan sesuatu itu asbun, semacam tong kosong yang nyaring bunyinya.</p>
<p>Agar pembaca lainnya tidak menganggap anda sekedar tukang bual tanpa isi, mohon dijelaskan lebih lanjut maksud definisi yang anda sebutkan tersebut agar semua pembaca tercerahkan.</p>
<p>Silakan&#8230;</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		Oleh: GbelF		</title>
		<link>https://judhianto.com/filsafat/surga-atau-neraka-adilkah/comment-page-1/#comment-4348</link>

		<dc:creator><![CDATA[GbelF]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Apr 2019 14:09:26 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.NontonDunia.net/?p=3593#comment-4348</guid>

					<description><![CDATA[Duh anda anda gimana, bicara tentang kebenaran agama tertentu cuma dari luarnya aja, kebanyakan yang diajarin sama ustad kondang ya emang recehnya doang, yang gampang nyangkut di otak. Kalo cari kebenaran, cari ustad yang bener, guru yang sufi, guru yang tau kalo surga neraka itu keimanan level rendah.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Duh anda anda gimana, bicara tentang kebenaran agama tertentu cuma dari luarnya aja, kebanyakan yang diajarin sama ustad kondang ya emang recehnya doang, yang gampang nyangkut di otak. Kalo cari kebenaran, cari ustad yang bener, guru yang sufi, guru yang tau kalo surga neraka itu keimanan level rendah.</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		Oleh: Anna		</title>
		<link>https://judhianto.com/filsafat/surga-atau-neraka-adilkah/comment-page-1/#comment-4347</link>

		<dc:creator><![CDATA[Anna]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 01 Jan 2019 15:33:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.NontonDunia.net/?p=3593#comment-4347</guid>

					<description><![CDATA[Ateis detected]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ateis detected</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		Oleh: Zomb		</title>
		<link>https://judhianto.com/filsafat/surga-atau-neraka-adilkah/comment-page-1/#comment-4346</link>

		<dc:creator><![CDATA[Zomb]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 May 2017 02:20:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.NontonDunia.net/?p=3593#comment-4346</guid>

					<description><![CDATA[Tuhan KW.... Lol!!

Ngomong-ngomong disini forum para tafir atau apa? Stabillodzim...!!
 Sadarlah wahai manusia ,, bahwa engkau hidup didunia hanya sementara. Setelah itu masuk surga atau neraka selamanya sesuai dengan kapling yang sudah di pesan selama hidup didunia.

Ingatlah tuhan adalah maha segalanya. Allah who barbar. Amin.....]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tuhan KW&#8230;. Lol!!</p>
<p>Ngomong-ngomong disini forum para tafir atau apa? Stabillodzim&#8230;!!<br />
 Sadarlah wahai manusia ,, bahwa engkau hidup didunia hanya sementara. Setelah itu masuk surga atau neraka selamanya sesuai dengan kapling yang sudah di pesan selama hidup didunia.</p>
<p>Ingatlah tuhan adalah maha segalanya. Allah who barbar. Amin&#8230;..</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		Oleh: Judhianto		</title>
		<link>https://judhianto.com/filsafat/surga-atau-neraka-adilkah/comment-page-1/#comment-4345</link>

		<dc:creator><![CDATA[Judhianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Feb 2016 03:19:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.NontonDunia.net/?p=3593#comment-4345</guid>

					<description><![CDATA[Sebagai balasan untuk &lt;a href=&quot;https://judhianto.com/filsafat/surga-atau-neraka-adilkah/comment-page-1/#comment-4344&quot;&gt;pasuadji71&lt;/a&gt;.

&lt;b&gt;@Pasuadji71:&lt;/b&gt; untuk ucapan Yesus di akhir hayatnya, anda bisa membaca tafsir dari para pemeluk Kristiani, itu bukan tentang meragukan Allah. Sedangkan untuk ucapan Muhammad di akhir hayatnya, itu kerisauan tentang nasib umatnya di akhirat, bukan keraguan akan Allah atau akhiratnya.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai balasan untuk <a href="https://judhianto.com/filsafat/surga-atau-neraka-adilkah/comment-page-1/#comment-4344">pasuadji71</a>.</p>
<p><b>@Pasuadji71:</b> untuk ucapan Yesus di akhir hayatnya, anda bisa membaca tafsir dari para pemeluk Kristiani, itu bukan tentang meragukan Allah. Sedangkan untuk ucapan Muhammad di akhir hayatnya, itu kerisauan tentang nasib umatnya di akhirat, bukan keraguan akan Allah atau akhiratnya.</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		Oleh: pasuadji71		</title>
		<link>https://judhianto.com/filsafat/surga-atau-neraka-adilkah/comment-page-1/#comment-4344</link>

		<dc:creator><![CDATA[pasuadji71]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Feb 2016 13:03:39 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.NontonDunia.net/?p=3593#comment-4344</guid>

					<description><![CDATA[Sy setuju keyakinan adalah energi dahsyat. Tapi coba lihat kata2.menjelang akhir hayat.
Nabi isa: Allahku Allahku kenapa Engkau meninggalkanku
Nabi Muhamad: umatku umatku umatku. Nampak buat sy Muhamad galau gimana nasib pengikutnya. 
Jadi berhenti sudah mengikuti keyakinan para nabi, sebab mereka sendiri mungkin aja ga yakin. Untuk apa ikutan, gambaran surga dan neraka saja ga adil babar blas son. Mantap mas judhi tulisanya!!!]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sy setuju keyakinan adalah energi dahsyat. Tapi coba lihat kata2.menjelang akhir hayat.<br />
Nabi isa: Allahku Allahku kenapa Engkau meninggalkanku<br />
Nabi Muhamad: umatku umatku umatku. Nampak buat sy Muhamad galau gimana nasib pengikutnya.<br />
Jadi berhenti sudah mengikuti keyakinan para nabi, sebab mereka sendiri mungkin aja ga yakin. Untuk apa ikutan, gambaran surga dan neraka saja ga adil babar blas son. Mantap mas judhi tulisanya!!!</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
	</channel>
</rss>
