<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:series="https://publishpress.com/"
	
	>
<channel>
	<title>
	Komentar di: Wawancara Imajiner Dengan Penghuni Neraka	</title>
	<atom:link href="https://judhianto.com/filsafat/wawancara-imajiner-dengan-penghuni-neraka/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://judhianto.com/filsafat/wawancara-imajiner-dengan-penghuni-neraka/</link>
	<description>Iman, Realitas dan Pertanyaan Tentangnya</description>
	<lastBuildDate>Sat, 28 Mar 2026 23:57:10 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1</generator>
	<item>
		<title>
		Oleh: Rahmat Junaedi		</title>
		<link>https://judhianto.com/filsafat/wawancara-imajiner-dengan-penghuni-neraka/comment-page-1/#comment-177</link>

		<dc:creator><![CDATA[Rahmat Junaedi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 Oct 2020 07:19:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">https://nontondunia.wordpress.com/2011/05/01/wawancara-imajiner-dengan-penghuni-neraka/#comment-177</guid>

					<description><![CDATA[Saya sangat jengkel baca tulisan anda tentang wawancara ahli surga dan neraka, betapa sembrononya anda menceritakan 2keadaan yang anda sendiri akan mengalaminya( tergantung pilihan anda;jadi ahli surga atau ahli neraka). 
Tapi pas saya baca ending tulisannya saya menyadari bahwa tokoh cerita (si wartawan itu orang gila perwakilan 4agama juga orang gila).
Wkwkw lucu ajah jangan dibawa serius karena penulis bukan orang serius hanya seorang imaginer.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya sangat jengkel baca tulisan anda tentang wawancara ahli surga dan neraka, betapa sembrononya anda menceritakan 2keadaan yang anda sendiri akan mengalaminya( tergantung pilihan anda;jadi ahli surga atau ahli neraka).<br />
Tapi pas saya baca ending tulisannya saya menyadari bahwa tokoh cerita (si wartawan itu orang gila perwakilan 4agama juga orang gila).<br />
Wkwkw lucu ajah jangan dibawa serius karena penulis bukan orang serius hanya seorang imaginer.</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		Oleh: sastro		</title>
		<link>https://judhianto.com/filsafat/wawancara-imajiner-dengan-penghuni-neraka/comment-page-1/#comment-176</link>

		<dc:creator><![CDATA[sastro]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Aug 2016 02:40:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">https://nontondunia.wordpress.com/2011/05/01/wawancara-imajiner-dengan-penghuni-neraka/#comment-176</guid>

					<description><![CDATA[Interprestasi sorga neraka yg sangat inspiratif... menggambarkan kedewasaan berpikir.. dipaksa utk memaknai bahwa sorga neraka itu adalah dimensi situasi bukan dimensi tempat seperti yg selama ini diarahkan. Mengarahkan pemahaman sorga neraka seperti dimensi tempat juga tidak salah... karena daya nalar dan derajat kedewasaan tiap orang berbeda. Jadi tinggal pilih saja gambaran yg sesuai dg nalar masing-masing..]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Interprestasi sorga neraka yg sangat inspiratif&#8230; menggambarkan kedewasaan berpikir.. dipaksa utk memaknai bahwa sorga neraka itu adalah dimensi situasi bukan dimensi tempat seperti yg selama ini diarahkan. Mengarahkan pemahaman sorga neraka seperti dimensi tempat juga tidak salah&#8230; karena daya nalar dan derajat kedewasaan tiap orang berbeda. Jadi tinggal pilih saja gambaran yg sesuai dg nalar masing-masing..</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		Oleh: Judhianto		</title>
		<link>https://judhianto.com/filsafat/wawancara-imajiner-dengan-penghuni-neraka/comment-page-1/#comment-175</link>

		<dc:creator><![CDATA[Judhianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 Jul 2016 23:29:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">https://nontondunia.wordpress.com/2011/05/01/wawancara-imajiner-dengan-penghuni-neraka/#comment-175</guid>

					<description><![CDATA[Sebagai balasan untuk &lt;a href=&quot;https://judhianto.com/filsafat/wawancara-imajiner-dengan-penghuni-neraka/comment-page-1/#comment-174&quot;&gt;Udin&lt;/a&gt;.

&lt;b&gt;@Udin:&lt;/b&gt; kalau standard pribadi anda membolehkan mencuri, memperkosa dan membunuh orang lain, ya memang benar anda memang anda butuh agama untuk membuat anda jadi orang baik dan bermoral.

Tapi tentunya berkaca dari negara-negara yang mayoritas warganya atheis seperti Finlandia, Swedia, Norwegia dan negara-negara skandinavia lainnya yang sejahtera dan tingkat kriminalitasnya rendah, serta bercermin dari justru hancurnya negara-negara yang mayoritas warganya religius di Timur Tengah; sepertinya secara statistik kewarasan dan moral manusia justru lebih baik di masyarakat atheis.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai balasan untuk <a href="https://judhianto.com/filsafat/wawancara-imajiner-dengan-penghuni-neraka/comment-page-1/#comment-174">Udin</a>.</p>
<p><b>@Udin:</b> kalau standard pribadi anda membolehkan mencuri, memperkosa dan membunuh orang lain, ya memang benar anda memang anda butuh agama untuk membuat anda jadi orang baik dan bermoral.</p>
<p>Tapi tentunya berkaca dari negara-negara yang mayoritas warganya atheis seperti Finlandia, Swedia, Norwegia dan negara-negara skandinavia lainnya yang sejahtera dan tingkat kriminalitasnya rendah, serta bercermin dari justru hancurnya negara-negara yang mayoritas warganya religius di Timur Tengah; sepertinya secara statistik kewarasan dan moral manusia justru lebih baik di masyarakat atheis.</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		Oleh: Udin		</title>
		<link>https://judhianto.com/filsafat/wawancara-imajiner-dengan-penghuni-neraka/comment-page-1/#comment-174</link>

		<dc:creator><![CDATA[Udin]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 Jul 2016 17:24:24 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">https://nontondunia.wordpress.com/2011/05/01/wawancara-imajiner-dengan-penghuni-neraka/#comment-174</guid>

					<description><![CDATA[Sebagai balasan untuk &lt;a href=&quot;https://judhianto.com/filsafat/wawancara-imajiner-dengan-penghuni-neraka/comment-page-1/#comment-153&quot;&gt;Judhianto&lt;/a&gt;.

Bagi org dengan otak sederhana seperti saya, cerita surga dan neraka tetap sebuah motivasi untuk melakukan hal-hal baik semasa hidup didunia, dan saya yakin org seperti saya sangat banyak didunia ini, apalagi di Indonesia. Bagi saya kalimat &quot;tidak butuh surga/neraka untuk jadi org baik&quot; agak terdengar aneh, karena kalau memang tidak ada surga/neraka, saya akan memilih yg enak-enak saja seperti meniduri cewek cewek seksi dan kalo mereka gak mau ya diperkosa saja, mencuri apa yg bisa dicuri, membunuh orang yang tidak saya suka dll.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai balasan untuk <a href="https://judhianto.com/filsafat/wawancara-imajiner-dengan-penghuni-neraka/comment-page-1/#comment-153">Judhianto</a>.</p>
<p>Bagi org dengan otak sederhana seperti saya, cerita surga dan neraka tetap sebuah motivasi untuk melakukan hal-hal baik semasa hidup didunia, dan saya yakin org seperti saya sangat banyak didunia ini, apalagi di Indonesia. Bagi saya kalimat &#8220;tidak butuh surga/neraka untuk jadi org baik&#8221; agak terdengar aneh, karena kalau memang tidak ada surga/neraka, saya akan memilih yg enak-enak saja seperti meniduri cewek cewek seksi dan kalo mereka gak mau ya diperkosa saja, mencuri apa yg bisa dicuri, membunuh orang yang tidak saya suka dll.</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		Oleh: Prasadya		</title>
		<link>https://judhianto.com/filsafat/wawancara-imajiner-dengan-penghuni-neraka/comment-page-1/#comment-173</link>

		<dc:creator><![CDATA[Prasadya]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Nov 2015 05:09:39 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">https://nontondunia.wordpress.com/2011/05/01/wawancara-imajiner-dengan-penghuni-neraka/#comment-173</guid>

					<description><![CDATA[Bagian terbiasa dengan siksaan yang terus berulang hampir sama seperti imajinasi saya ketika remaja saat sering lihat adegan2 horor, gore, sadis baik itu film, music video, atau artwork bertemakan gore, yang ternyata saya sedikit menyukai scene2 seperti itu dilihat dari segi estetika (keindahan itu relatif) serta membayangkan jika neraka benar ada &quot;peduli amat kayanya ya tangan lepas, usus berserakan toh nanti kembali lagi dan terulang, dan gak ada yang harus ditakuti bakal cacat atau mati, ntar jg bakal terbiasa seperti para penikmat rasa sakit&quot; terus bgaimana bagi mereka sebagai penikmat horor atau penggemar neraka sebagai sudut pandang keindahan bagi mereka, mungkin mereka tidak takut dengan konsep neraka dan lebih senang masuk neraka bahkan mendambakannya.. Sama seperti penegak hukum yang membuat hukuman bagi pelanggar, eh bukannya takut kena hukuman si pelanggar malah kesenengan.. Tepok jidad lahhh Hehe just sayin]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bagian terbiasa dengan siksaan yang terus berulang hampir sama seperti imajinasi saya ketika remaja saat sering lihat adegan2 horor, gore, sadis baik itu film, music video, atau artwork bertemakan gore, yang ternyata saya sedikit menyukai scene2 seperti itu dilihat dari segi estetika (keindahan itu relatif) serta membayangkan jika neraka benar ada &#8220;peduli amat kayanya ya tangan lepas, usus berserakan toh nanti kembali lagi dan terulang, dan gak ada yang harus ditakuti bakal cacat atau mati, ntar jg bakal terbiasa seperti para penikmat rasa sakit&#8221; terus bgaimana bagi mereka sebagai penikmat horor atau penggemar neraka sebagai sudut pandang keindahan bagi mereka, mungkin mereka tidak takut dengan konsep neraka dan lebih senang masuk neraka bahkan mendambakannya.. Sama seperti penegak hukum yang membuat hukuman bagi pelanggar, eh bukannya takut kena hukuman si pelanggar malah kesenengan.. Tepok jidad lahhh Hehe just sayin</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		Oleh: Judhianto		</title>
		<link>https://judhianto.com/filsafat/wawancara-imajiner-dengan-penghuni-neraka/comment-page-1/#comment-172</link>

		<dc:creator><![CDATA[Judhianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Sep 2015 10:20:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">https://nontondunia.wordpress.com/2011/05/01/wawancara-imajiner-dengan-penghuni-neraka/#comment-172</guid>

					<description><![CDATA[Sebagai balasan untuk &lt;a href=&quot;https://judhianto.com/filsafat/wawancara-imajiner-dengan-penghuni-neraka/comment-page-1/#comment-171&quot;&gt;Wisya&lt;/a&gt;.

:-)]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai balasan untuk <a href="https://judhianto.com/filsafat/wawancara-imajiner-dengan-penghuni-neraka/comment-page-1/#comment-171">Wisya</a>.</p>
<p>🙂</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		Oleh: Wisya		</title>
		<link>https://judhianto.com/filsafat/wawancara-imajiner-dengan-penghuni-neraka/comment-page-1/#comment-171</link>

		<dc:creator><![CDATA[Wisya]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Sep 2015 09:57:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">https://nontondunia.wordpress.com/2011/05/01/wawancara-imajiner-dengan-penghuni-neraka/#comment-171</guid>

					<description><![CDATA[Sebagai balasan untuk &lt;a href=&quot;https://judhianto.com/filsafat/wawancara-imajiner-dengan-penghuni-neraka/comment-page-1/#comment-154&quot;&gt;widodo&lt;/a&gt;.

Sama dengan para nabi dong]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai balasan untuk <a href="https://judhianto.com/filsafat/wawancara-imajiner-dengan-penghuni-neraka/comment-page-1/#comment-154">widodo</a>.</p>
<p>Sama dengan para nabi dong</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		Oleh: Judhianto		</title>
		<link>https://judhianto.com/filsafat/wawancara-imajiner-dengan-penghuni-neraka/comment-page-1/#comment-170</link>

		<dc:creator><![CDATA[Judhianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 Sep 2015 08:35:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">https://nontondunia.wordpress.com/2011/05/01/wawancara-imajiner-dengan-penghuni-neraka/#comment-170</guid>

					<description><![CDATA[Sebagai balasan untuk &lt;a href=&quot;https://judhianto.com/filsafat/wawancara-imajiner-dengan-penghuni-neraka/comment-page-1/#comment-169&quot;&gt;orang awam&lt;/a&gt;.

&lt;B&gt;@Orang Awam:&lt;/b&gt; tiap orang bisa punya pendapat beda.

Mana yg benar?

Kalau menyangkut hal yg bisa dibuktikan, ya ikuti saja fakta-fakta membawa kita. Pendapat yg terbenar adalah yg paling banyak didukung fakta.

Kalau menyangkut hal yg tak bisa dibuktikan, pilih saja pendapat yg paling cocok menurut kita. Kalau pede, buat saja pendapat sendiri, kan semua pendapat itu akhirnya sama saja -&gt; tak ada buktinya.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai balasan untuk <a href="https://judhianto.com/filsafat/wawancara-imajiner-dengan-penghuni-neraka/comment-page-1/#comment-169">orang awam</a>.</p>
<p><b>@Orang Awam:</b> tiap orang bisa punya pendapat beda.</p>
<p>Mana yg benar?</p>
<p>Kalau menyangkut hal yg bisa dibuktikan, ya ikuti saja fakta-fakta membawa kita. Pendapat yg terbenar adalah yg paling banyak didukung fakta.</p>
<p>Kalau menyangkut hal yg tak bisa dibuktikan, pilih saja pendapat yg paling cocok menurut kita. Kalau pede, buat saja pendapat sendiri, kan semua pendapat itu akhirnya sama saja -> tak ada buktinya.</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		Oleh: orang awam		</title>
		<link>https://judhianto.com/filsafat/wawancara-imajiner-dengan-penghuni-neraka/comment-page-1/#comment-169</link>

		<dc:creator><![CDATA[orang awam]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Sep 2015 13:23:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">https://nontondunia.wordpress.com/2011/05/01/wawancara-imajiner-dengan-penghuni-neraka/#comment-169</guid>

					<description><![CDATA[Gc tw deh mana dan salah..
Mw nanya gc tw m cf..

Tpi yg jelas setiap orang mempunyai pendapat yg berbeda-beda...

Saya harap saya benar2  mendapat kebenaran yg sesungguhnya..]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Gc tw deh mana dan salah..<br />
Mw nanya gc tw m cf..</p>
<p>Tpi yg jelas setiap orang mempunyai pendapat yg berbeda-beda&#8230;</p>
<p>Saya harap saya benar2  mendapat kebenaran yg sesungguhnya..</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		Oleh: Judhianto		</title>
		<link>https://judhianto.com/filsafat/wawancara-imajiner-dengan-penghuni-neraka/comment-page-1/#comment-168</link>

		<dc:creator><![CDATA[Judhianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Oct 2013 12:50:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">https://nontondunia.wordpress.com/2011/05/01/wawancara-imajiner-dengan-penghuni-neraka/#comment-168</guid>

					<description><![CDATA[Sebagai balasan untuk &lt;a href=&quot;https://judhianto.com/filsafat/wawancara-imajiner-dengan-penghuni-neraka/comment-page-1/#comment-167&quot;&gt;supriyatno&lt;/a&gt;.

&lt;b&gt;@Supriyatno:&lt;/b&gt; terima kasih...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai balasan untuk <a href="https://judhianto.com/filsafat/wawancara-imajiner-dengan-penghuni-neraka/comment-page-1/#comment-167">supriyatno</a>.</p>
<p><b>@Supriyatno:</b> terima kasih&#8230;</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
	</channel>
</rss>
