<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:series="https://publishpress.com/"
	
	>
<channel>
	<title>
	Komentar di: Pocong, Kuntilanak. Bener Gak Sih?	</title>
	<atom:link href="https://judhianto.com/random/pocong-kuntilanak-bener-gak-sih/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://judhianto.com/random/pocong-kuntilanak-bener-gak-sih/</link>
	<description>Iman, Realitas dan Pertanyaan Tentangnya</description>
	<lastBuildDate>Sun, 29 Mar 2026 00:15:08 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1</generator>
	<item>
		<title>
		Oleh: Judhianto		</title>
		<link>https://judhianto.com/random/pocong-kuntilanak-bener-gak-sih/comment-page-1/#comment-927</link>

		<dc:creator><![CDATA[Judhianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 12 Jun 2019 10:00:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">https://nontondunia.wordpress.com/2011/05/14/pocong-kuntilanak-bener-gak-sih/#comment-927</guid>

					<description><![CDATA[Sebagai balasan untuk &lt;a href=&quot;https://judhianto.com/random/pocong-kuntilanak-bener-gak-sih/comment-page-1/#comment-926&quot;&gt;Asep Junaedi/ Acep Junaedi&lt;/a&gt;.

&lt;b&gt;@Asep Junaedi:&lt;/b&gt; kalau muncul lagi, ambil kertas lalu gambar si kunti sedetail mungkin sesuai apa yang terlihat. Kalau muncul lagi, gambar lagi, bandingkan.

Kalau masih muncul lagi, ajak ngobrol saja, gak bahaya kok.

Gak ada ceritanya orang mati oleh kuntilanak. Imajinasi itu tidak bisa mencelakai secara fisik.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai balasan untuk <a href="https://judhianto.com/random/pocong-kuntilanak-bener-gak-sih/comment-page-1/#comment-926">Asep Junaedi/ Acep Junaedi</a>.</p>
<p><b>@Asep Junaedi:</b> kalau muncul lagi, ambil kertas lalu gambar si kunti sedetail mungkin sesuai apa yang terlihat. Kalau muncul lagi, gambar lagi, bandingkan.</p>
<p>Kalau masih muncul lagi, ajak ngobrol saja, gak bahaya kok.</p>
<p>Gak ada ceritanya orang mati oleh kuntilanak. Imajinasi itu tidak bisa mencelakai secara fisik.</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		Oleh: Asep Junaedi/ Acep Junaedi		</title>
		<link>https://judhianto.com/random/pocong-kuntilanak-bener-gak-sih/comment-page-1/#comment-926</link>

		<dc:creator><![CDATA[Asep Junaedi/ Acep Junaedi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 12 Jun 2019 03:48:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">https://nontondunia.wordpress.com/2011/05/14/pocong-kuntilanak-bener-gak-sih/#comment-926</guid>

					<description><![CDATA[saya pernah melihat kuntilanak sedang duduk membelakangi saya di dahan pohon besar dikejauhan dan dia menoleh ke saya tahun 2009/2010 dan ditahun 2019 ini dia sudah sampai diatas depan rumah saya dan memanggil setan, mohon bantuannya.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>saya pernah melihat kuntilanak sedang duduk membelakangi saya di dahan pohon besar dikejauhan dan dia menoleh ke saya tahun 2009/2010 dan ditahun 2019 ini dia sudah sampai diatas depan rumah saya dan memanggil setan, mohon bantuannya.</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		Oleh: edo		</title>
		<link>https://judhianto.com/random/pocong-kuntilanak-bener-gak-sih/comment-page-1/#comment-925</link>

		<dc:creator><![CDATA[edo]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 Sep 2016 21:12:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">https://nontondunia.wordpress.com/2011/05/14/pocong-kuntilanak-bener-gak-sih/#comment-925</guid>

					<description><![CDATA[pak Judhi: spt nya anda mengulangi kebodohan anda dimasa lalu dengan melayani ocehan2 org spt  &quot;gw&quot; (sumpah ngakak guling2 bacanya) wkwkwkwk]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>pak Judhi: spt nya anda mengulangi kebodohan anda dimasa lalu dengan melayani ocehan2 org spt  &#8220;gw&#8221; (sumpah ngakak guling2 bacanya) wkwkwkwk</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		Oleh: Judhianto		</title>
		<link>https://judhianto.com/random/pocong-kuntilanak-bener-gak-sih/comment-page-1/#comment-924</link>

		<dc:creator><![CDATA[Judhianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 26 Apr 2015 16:29:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">https://nontondunia.wordpress.com/2011/05/14/pocong-kuntilanak-bener-gak-sih/#comment-924</guid>

					<description><![CDATA[Sebagai balasan untuk &lt;a href=&quot;https://judhianto.com/random/pocong-kuntilanak-bener-gak-sih/comment-page-1/#comment-923&quot;&gt;Reza&lt;/a&gt;.

&lt;b&gt;@Reza:&lt;/b&gt; sepertinya anda terlalu banyak berasumsi. Perhatikan yang orang lain sampaikan, dan jangan berasumsi, itu yang membuat anda bingung sendiri (dan membingungkan).

Saya tidak terhina atau terpojokkan, dibagian mana itu?

Bagi saya semesta ini begitu ajaib, karena bisa dijelaskan dengan logis.

Lewat teori quantum kita bisa memahami bagaimana dari ketiadaan bisa tercipta semesta tanpa ada penciptanya. Dari teori evolusi kita bisa memahami bagaimana mahluk hidup (diantaranya manusia) tercipta tanpa ada perancangnya.
Penciptaan semesta ini dan segala sesuatu proses di dalamnya tidak butuh penjelasan yang dinamakan Tuhan dan mahluk ghaib.
Asal dari semesta dan keberadaan kita bisa dijelaskan dari hukum alam.

Apa yang sebelum hukum alam? tak ada petunjuk yang bisa kita dapatkan. Setelah itu adalah murni wilayah subyektivitas, tiap orang berhak punya jawaban sendiri. Ada yang milih tidak ada apa-apa lagi dan jadi ateis, tapi saya memilih ada Tuhan. Saya gak punya bukti apa-apa atau logika apapun untuk pilihan saya.

Tuhan saya bukanlah Tuhan personal yang ikut campur dalam dunia, yang minta disembah, dipatuhi dan menyediakan neraka bagi yang gak nurut. Saya hanya memilih percaya Tuhan tanpa tahu apapun gambaran tentangnya.

Bagi saya agama hanyalah ekspresi budaya manusia untuk menggambarkan Tuhan dan menggunakannya untuk kebaikan manusia. Tiap budaya dan jaman mengembangkan ekspresi (agama) yang berbeda-beda, tapi semua itu hanyalah alat bantu mencapai Tuhan sesuai dengan keadaan pemeluknya.

Karena sifatnya hanya sebagai alat bantu, maka saya menggunakan agama sepanjang itu bermanfaat bagi saya. Jika ritual agama masih bermanfaat, ya saya pakai. Mengenai konsep agama tentang Tuhan atau segala mahluk spiritualnya, saya anggap sudah tak memadai.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai balasan untuk <a href="https://judhianto.com/random/pocong-kuntilanak-bener-gak-sih/comment-page-1/#comment-923">Reza</a>.</p>
<p><b>@Reza:</b> sepertinya anda terlalu banyak berasumsi. Perhatikan yang orang lain sampaikan, dan jangan berasumsi, itu yang membuat anda bingung sendiri (dan membingungkan).</p>
<p>Saya tidak terhina atau terpojokkan, dibagian mana itu?</p>
<p>Bagi saya semesta ini begitu ajaib, karena bisa dijelaskan dengan logis.</p>
<p>Lewat teori quantum kita bisa memahami bagaimana dari ketiadaan bisa tercipta semesta tanpa ada penciptanya. Dari teori evolusi kita bisa memahami bagaimana mahluk hidup (diantaranya manusia) tercipta tanpa ada perancangnya.<br />
Penciptaan semesta ini dan segala sesuatu proses di dalamnya tidak butuh penjelasan yang dinamakan Tuhan dan mahluk ghaib.<br />
Asal dari semesta dan keberadaan kita bisa dijelaskan dari hukum alam.</p>
<p>Apa yang sebelum hukum alam? tak ada petunjuk yang bisa kita dapatkan. Setelah itu adalah murni wilayah subyektivitas, tiap orang berhak punya jawaban sendiri. Ada yang milih tidak ada apa-apa lagi dan jadi ateis, tapi saya memilih ada Tuhan. Saya gak punya bukti apa-apa atau logika apapun untuk pilihan saya.</p>
<p>Tuhan saya bukanlah Tuhan personal yang ikut campur dalam dunia, yang minta disembah, dipatuhi dan menyediakan neraka bagi yang gak nurut. Saya hanya memilih percaya Tuhan tanpa tahu apapun gambaran tentangnya.</p>
<p>Bagi saya agama hanyalah ekspresi budaya manusia untuk menggambarkan Tuhan dan menggunakannya untuk kebaikan manusia. Tiap budaya dan jaman mengembangkan ekspresi (agama) yang berbeda-beda, tapi semua itu hanyalah alat bantu mencapai Tuhan sesuai dengan keadaan pemeluknya.</p>
<p>Karena sifatnya hanya sebagai alat bantu, maka saya menggunakan agama sepanjang itu bermanfaat bagi saya. Jika ritual agama masih bermanfaat, ya saya pakai. Mengenai konsep agama tentang Tuhan atau segala mahluk spiritualnya, saya anggap sudah tak memadai.</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		Oleh: Reza		</title>
		<link>https://judhianto.com/random/pocong-kuntilanak-bener-gak-sih/comment-page-1/#comment-923</link>

		<dc:creator><![CDATA[Reza]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 26 Apr 2015 15:12:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">https://nontondunia.wordpress.com/2011/05/14/pocong-kuntilanak-bener-gak-sih/#comment-923</guid>

					<description><![CDATA[Sebagai balasan untuk &lt;a href=&quot;https://judhianto.com/random/pocong-kuntilanak-bener-gak-sih/comment-page-1/#comment-922&quot;&gt;Judhianto&lt;/a&gt;.

Saya tidak bermaksud memojokan atau menghina anda dan tulisan anda...saya hanya bingung apa maksud &#038; tujuan yg ingin anda sampaikn kepada pembaca...anda mengatakan mahkluk gaib itu hanya omong kosong karna tak dapat ditunjukan pada khalayak &#038; tak dapat jg dibuktikan keberadaanya secara ilmiah...bukankh anda beragama dan saya rasa semua agama pasti mengakui keberadaan mhkluk yg bersifat gaib di kehidupan ini...bahkkan di dalam kitab2 pedoman agama manapun unsur spritual ini selalu ad...saya rasa hanya orang yg tidak beragama yg pantas mengatakan mahkluk yg bersifat spritual itu omong kosong...karna sampai kapanpun kajian ilmiah &#038; dunia spritual itu akan selalu bertentangan...thanks]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai balasan untuk <a href="https://judhianto.com/random/pocong-kuntilanak-bener-gak-sih/comment-page-1/#comment-922">Judhianto</a>.</p>
<p>Saya tidak bermaksud memojokan atau menghina anda dan tulisan anda&#8230;saya hanya bingung apa maksud &amp; tujuan yg ingin anda sampaikn kepada pembaca&#8230;anda mengatakan mahkluk gaib itu hanya omong kosong karna tak dapat ditunjukan pada khalayak &amp; tak dapat jg dibuktikan keberadaanya secara ilmiah&#8230;bukankh anda beragama dan saya rasa semua agama pasti mengakui keberadaan mhkluk yg bersifat gaib di kehidupan ini&#8230;bahkkan di dalam kitab2 pedoman agama manapun unsur spritual ini selalu ad&#8230;saya rasa hanya orang yg tidak beragama yg pantas mengatakan mahkluk yg bersifat spritual itu omong kosong&#8230;karna sampai kapanpun kajian ilmiah &amp; dunia spritual itu akan selalu bertentangan&#8230;thanks</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		Oleh: Judhianto		</title>
		<link>https://judhianto.com/random/pocong-kuntilanak-bener-gak-sih/comment-page-1/#comment-922</link>

		<dc:creator><![CDATA[Judhianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 26 Apr 2015 12:34:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">https://nontondunia.wordpress.com/2011/05/14/pocong-kuntilanak-bener-gak-sih/#comment-922</guid>

					<description><![CDATA[Sebagai balasan untuk &lt;a href=&quot;https://judhianto.com/random/pocong-kuntilanak-bener-gak-sih/comment-page-1/#comment-921&quot;&gt;Reza&lt;/a&gt;.

&lt;b&gt;@Reza:&lt;/b&gt; saya berharap ruang komentar ini diisi pendapat pembaca tentang tulisan yang saya publikasikan di sini, namun sepertinya anda tidak mampu mengomentari tulisan ini sehingga justru berkomentar tentang saya, saya merasa terhormat menjadi perhatian anda.

Saya coba tangkap pandangan anda yang tersirat dari komentar ada.

&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;I&gt;Secara ilmiah, Tuhan tidak dapat dibuktikan &lt;/I&gt;--&gt; anda tidak membantahnya, jadi saya simpulkan anda setuju&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;I&gt;Kalau Tuhan tidak ilmiah, maka jika percaya dengan berpikir ilmiah dan logis, maka anda sarankan tinggalkan agama &lt;/I&gt;--&gt; disisi lain dapat saya simpulkan bahwa anda percaya Tuhan tidak ilmiah (karena saya yakin anda sama sekali tidak bisa membuktikan secara ilmiah), dan anda beragama karena anda menolak untuk berpikir logis dan ilmiah tentang Tuhan.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;

Saya percaya Tuhan sebagaimana saya percaya cinta saya pada istri saya. Itu tidak logis, sangat subyektif dan saya tak butuh definisi dan persetujuan dari orang lain tentangnya.

Oh ya mengenai anda yang tidak mengakui kredibilitas saya, saya justru heran bila saya perduli pengakuan kredibilitas dari anda. Bila anda bilang saya penjahat, bodoh, kafir dan apapun juga; saya tidak tahu apa pentingnya pendapat anda buat saya. Saya pikir hanya anak kecil saja yang butuh pengakuan orang lain atas pikiran-pikirannya.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai balasan untuk <a href="https://judhianto.com/random/pocong-kuntilanak-bener-gak-sih/comment-page-1/#comment-921">Reza</a>.</p>
<p><b>@Reza:</b> saya berharap ruang komentar ini diisi pendapat pembaca tentang tulisan yang saya publikasikan di sini, namun sepertinya anda tidak mampu mengomentari tulisan ini sehingga justru berkomentar tentang saya, saya merasa terhormat menjadi perhatian anda.</p>
<p>Saya coba tangkap pandangan anda yang tersirat dari komentar ada.</p>
<ul>
<li><i>Secara ilmiah, Tuhan tidak dapat dibuktikan </i>&#8211;> anda tidak membantahnya, jadi saya simpulkan anda setuju</li>
<li><i>Kalau Tuhan tidak ilmiah, maka jika percaya dengan berpikir ilmiah dan logis, maka anda sarankan tinggalkan agama </i>&#8211;> disisi lain dapat saya simpulkan bahwa anda percaya Tuhan tidak ilmiah (karena saya yakin anda sama sekali tidak bisa membuktikan secara ilmiah), dan anda beragama karena anda menolak untuk berpikir logis dan ilmiah tentang Tuhan.</li>
</ul>
<p>Saya percaya Tuhan sebagaimana saya percaya cinta saya pada istri saya. Itu tidak logis, sangat subyektif dan saya tak butuh definisi dan persetujuan dari orang lain tentangnya.</p>
<p>Oh ya mengenai anda yang tidak mengakui kredibilitas saya, saya justru heran bila saya perduli pengakuan kredibilitas dari anda. Bila anda bilang saya penjahat, bodoh, kafir dan apapun juga; saya tidak tahu apa pentingnya pendapat anda buat saya. Saya pikir hanya anak kecil saja yang butuh pengakuan orang lain atas pikiran-pikirannya.</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		Oleh: Reza		</title>
		<link>https://judhianto.com/random/pocong-kuntilanak-bener-gak-sih/comment-page-1/#comment-921</link>

		<dc:creator><![CDATA[Reza]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 26 Apr 2015 10:22:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">https://nontondunia.wordpress.com/2011/05/14/pocong-kuntilanak-bener-gak-sih/#comment-921</guid>

					<description><![CDATA[Sebagai balasan untuk &lt;a href=&quot;https://judhianto.com/random/pocong-kuntilanak-bener-gak-sih/comment-page-1/#comment-919&quot;&gt;den bagus&lt;/a&gt;.

Mat sore semuanya...cuman ingin mengajukan beberapa pertanyaan pada judihanto...apa anda punya agama...jika iya berarti anda percaya memiliki Tuhan...tapi apakah anda pernah melihat Tuhan anda...seperti apa wujudx...apakah orang lain juga pernah melihat Tuhan anda...tidak kan....! tapi mengapa anda percaya dan masih menganut agama anda...apakah Tuhan anda juga  pernah diteliti di laboratorium...pendapat anda saya rasa tidak konsisten pada prinsip ilmiah anda jika anda masih beragama...jadi mulai sekarang tinggalkan agama anda dan jadilah ilmuan sejati yg hanya mempercayai hasil penelitian laboratorium...itu baru 100% saya akui kredibiltas anda untuk tidak percaya pada hal yg tidak berwujud walau seperti TUHAN sekalipun...thank]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai balasan untuk <a href="https://judhianto.com/random/pocong-kuntilanak-bener-gak-sih/comment-page-1/#comment-919">den bagus</a>.</p>
<p>Mat sore semuanya&#8230;cuman ingin mengajukan beberapa pertanyaan pada judihanto&#8230;apa anda punya agama&#8230;jika iya berarti anda percaya memiliki Tuhan&#8230;tapi apakah anda pernah melihat Tuhan anda&#8230;seperti apa wujudx&#8230;apakah orang lain juga pernah melihat Tuhan anda&#8230;tidak kan&#8230;.! tapi mengapa anda percaya dan masih menganut agama anda&#8230;apakah Tuhan anda juga  pernah diteliti di laboratorium&#8230;pendapat anda saya rasa tidak konsisten pada prinsip ilmiah anda jika anda masih beragama&#8230;jadi mulai sekarang tinggalkan agama anda dan jadilah ilmuan sejati yg hanya mempercayai hasil penelitian laboratorium&#8230;itu baru 100% saya akui kredibiltas anda untuk tidak percaya pada hal yg tidak berwujud walau seperti TUHAN sekalipun&#8230;thank</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		Oleh: abdul maji		</title>
		<link>https://judhianto.com/random/pocong-kuntilanak-bener-gak-sih/comment-page-1/#comment-920</link>

		<dc:creator><![CDATA[abdul maji]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 12 Nov 2014 07:43:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">https://nontondunia.wordpress.com/2011/05/14/pocong-kuntilanak-bener-gak-sih/#comment-920</guid>

					<description><![CDATA[Sebagai balasan untuk &lt;a href=&quot;https://judhianto.com/random/pocong-kuntilanak-bener-gak-sih/comment-page-1/#comment-918&quot;&gt;Judhianto&lt;/a&gt;.

yg namanya setan kagak ada bro
Pastor gak pernah ngusir jin muslim
Ustad gk pernah ngusir Luciferm Belial
kesurupan hnya Hysteria saja
org yg bisa ngeliat setan itu cuma halusinasi saja]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai balasan untuk <a href="https://judhianto.com/random/pocong-kuntilanak-bener-gak-sih/comment-page-1/#comment-918">Judhianto</a>.</p>
<p>yg namanya setan kagak ada bro<br />
Pastor gak pernah ngusir jin muslim<br />
Ustad gk pernah ngusir Luciferm Belial<br />
kesurupan hnya Hysteria saja<br />
org yg bisa ngeliat setan itu cuma halusinasi saja</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		Oleh: den bagus		</title>
		<link>https://judhianto.com/random/pocong-kuntilanak-bener-gak-sih/comment-page-1/#comment-919</link>

		<dc:creator><![CDATA[den bagus]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 29 May 2014 13:00:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">https://nontondunia.wordpress.com/2011/05/14/pocong-kuntilanak-bener-gak-sih/#comment-919</guid>

					<description><![CDATA[Gw anda hari ini lebih bijak sana, saya percaya kok anda pernah melihat jin. Tapi saya gak percaya jin karena saya belum pernah lihat sendiri, mungkin lain kali kalau saya sudah melihat pasti saya dukung pandangan saudara. Kalau anda tanya  saya percaya surga neraka, saya tidak percaya. Karna saya punya pandangan tesendiri tentang hal tesebut seperti anda memandangnya. Saya lebih melihat surga neraka adalah sesuatu kejadian yang kita jalani sekarang. Contoh kalau anda mencuri, merampok atau korupsi maka anda dalam posisi menjakankan neraka karena perasaan anda merasa tersiksa dikarena ditakutkan ketahuan dan takut mendapatkan hukuman. Anda mau mecoba? Silahkan saja anda mencuri motor didepannya pemilik kendaraan, pasti anda akan merasakan neraka dihajar sama masyarakat dan masuk buih. Kalau tuhan saya meyakini 1000% tidak pernah menghukum manusia dikemudian hari. Itu hanya hasil imajinasi yang diajarkan kepada manusia agar kita tidak berbuat menyimpang dari norma2 kesepakatan dalam masyarakat.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Gw anda hari ini lebih bijak sana, saya percaya kok anda pernah melihat jin. Tapi saya gak percaya jin karena saya belum pernah lihat sendiri, mungkin lain kali kalau saya sudah melihat pasti saya dukung pandangan saudara. Kalau anda tanya  saya percaya surga neraka, saya tidak percaya. Karna saya punya pandangan tesendiri tentang hal tesebut seperti anda memandangnya. Saya lebih melihat surga neraka adalah sesuatu kejadian yang kita jalani sekarang. Contoh kalau anda mencuri, merampok atau korupsi maka anda dalam posisi menjakankan neraka karena perasaan anda merasa tersiksa dikarena ditakutkan ketahuan dan takut mendapatkan hukuman. Anda mau mecoba? Silahkan saja anda mencuri motor didepannya pemilik kendaraan, pasti anda akan merasakan neraka dihajar sama masyarakat dan masuk buih. Kalau tuhan saya meyakini 1000% tidak pernah menghukum manusia dikemudian hari. Itu hanya hasil imajinasi yang diajarkan kepada manusia agar kita tidak berbuat menyimpang dari norma2 kesepakatan dalam masyarakat.</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		Oleh: Judhianto		</title>
		<link>https://judhianto.com/random/pocong-kuntilanak-bener-gak-sih/comment-page-1/#comment-918</link>

		<dc:creator><![CDATA[Judhianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 29 May 2014 04:00:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">https://nontondunia.wordpress.com/2011/05/14/pocong-kuntilanak-bener-gak-sih/#comment-918</guid>

					<description><![CDATA[Sebagai balasan untuk &lt;a href=&quot;https://judhianto.com/random/pocong-kuntilanak-bener-gak-sih/comment-page-1/#comment-917&quot;&gt;gw&lt;/a&gt;.

&lt;b&gt;@Gw:&lt;/b&gt; terima kasih akhirnya anda sependapat bahwa tiap orang tentu berhak mempercayai apapun, terutama bila memang berdasarkan pengalamannya sendiri. Yang jadi masalah adalah kalau ada yang memaksakan keyakinannya kepada orang lain, apalagi dengan pemaksaan.

Takut neraka? 
lha itu kan seperti kalau saya tanya anda: apa sampeyan gak takut dipukul pake palunya Thor karena gak percaya Thor? Gimana kalau Thor yang benar?

Ayo jawab pliss!!!

:)]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai balasan untuk <a href="https://judhianto.com/random/pocong-kuntilanak-bener-gak-sih/comment-page-1/#comment-917">gw</a>.</p>
<p><b>@Gw:</b> terima kasih akhirnya anda sependapat bahwa tiap orang tentu berhak mempercayai apapun, terutama bila memang berdasarkan pengalamannya sendiri. Yang jadi masalah adalah kalau ada yang memaksakan keyakinannya kepada orang lain, apalagi dengan pemaksaan.</p>
<p>Takut neraka?<br />
lha itu kan seperti kalau saya tanya anda: apa sampeyan gak takut dipukul pake palunya Thor karena gak percaya Thor? Gimana kalau Thor yang benar?</p>
<p>Ayo jawab pliss!!!</p>
<p>🙂</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
	</channel>
</rss>
