<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:series="https://publishpress.com/"
	
	>
<channel>
	<title>
	Komentar di: Jenis Kelamin Ketiga	</title>
	<atom:link href="https://judhianto.com/sains/jenis-kelamin-ketiga/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://judhianto.com/sains/jenis-kelamin-ketiga/</link>
	<description>Iman, Realitas dan Pertanyaan Tentangnya</description>
	<lastBuildDate>Sat, 28 Mar 2026 17:24:10 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1</generator>
	<item>
		<title>
		Oleh: Gajah Susanto		</title>
		<link>https://judhianto.com/sains/jenis-kelamin-ketiga/comment-page-1/#comment-4018</link>

		<dc:creator><![CDATA[Gajah Susanto]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 Jul 2016 23:02:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.NontonDunia.com/?p=3279#comment-4018</guid>

					<description><![CDATA[Takdir &#038; kodrat dalam pemahaman mainstream agama hanya mengakui laki laki dan perempuan, sedangkan jenis kelamin ketiga ( bisa diwakili LGBT) tidak diakui.

Kalau sebuah keyakinan atau agama yang pemahamnnya sudah tidak mengakui jenis kelamin ketiga ( LGBT), ya sudah tinggalkan saja keyakinan atau agama tersebut. Buat apa susah susah mengakui sebuah keyakinan, kalau keberadaan kamu sendiri tidak diakui.

Atau kalau kamu tetap pada keyakinan tersebut, carilah keyakinan yang pemahamnnya bisa menerima kamu. Masih ada kok tokoh agama dan ahli agama yang pemahamnnya bisa menerima jenis kelamin ketiga (LGBT).

Khan pemahaman atau panafsiran sebuah agama itu kebenarannya relatif, tergantung siapa yang menafsirkannya. Selama ini kebenaran dunia ini adalah milik penguasa, siapa yg berkuasa, itulah yg menerjemahkan kebenaran itu. Jadi kebenaran dunia itu hanya kebenaran mayoritas mainstream yang punya kekuasaan, kebenaran mutlak hanya milik Tuhan.

Dalam sejarah sudah mencatat bahwa pandangan dan penafsiran yg berbeda dengan penguasa, akan dibungkam ( orangnya dibunuh ), sehingga pandangan pandangan orang berbeda ini tidak berkembang.

Tapi sekarang jaman sudah berubah, jaman internet dan global , tidak ada yang bisa membungkam lagi perbedaan pandangan. Mau pilih yg mana, terserah sesuai dengan pilihanmu yang kamu yakini benar. Karena itu dijaman sekarang, setiap orang harus menghargai pilihan kebenaran yg diyakini dan tidak boleh memaksakan kebenaran masintreamnya untuk memaksa keyakinan orang lain. Benar atau salah bukan kapasitas manusia yg menentukan, biarlah Tuhan yang menentukan nantinya. Yang penting dalam hidup ini saling menghargai perbedaan yang ada dan tidak memaksakan kebenarnya, apalagi melakukan serangan kekerasan terhadap yg berbeda.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Takdir &amp; kodrat dalam pemahaman mainstream agama hanya mengakui laki laki dan perempuan, sedangkan jenis kelamin ketiga ( bisa diwakili LGBT) tidak diakui.</p>
<p>Kalau sebuah keyakinan atau agama yang pemahamnnya sudah tidak mengakui jenis kelamin ketiga ( LGBT), ya sudah tinggalkan saja keyakinan atau agama tersebut. Buat apa susah susah mengakui sebuah keyakinan, kalau keberadaan kamu sendiri tidak diakui.</p>
<p>Atau kalau kamu tetap pada keyakinan tersebut, carilah keyakinan yang pemahamnnya bisa menerima kamu. Masih ada kok tokoh agama dan ahli agama yang pemahamnnya bisa menerima jenis kelamin ketiga (LGBT).</p>
<p>Khan pemahaman atau panafsiran sebuah agama itu kebenarannya relatif, tergantung siapa yang menafsirkannya. Selama ini kebenaran dunia ini adalah milik penguasa, siapa yg berkuasa, itulah yg menerjemahkan kebenaran itu. Jadi kebenaran dunia itu hanya kebenaran mayoritas mainstream yang punya kekuasaan, kebenaran mutlak hanya milik Tuhan.</p>
<p>Dalam sejarah sudah mencatat bahwa pandangan dan penafsiran yg berbeda dengan penguasa, akan dibungkam ( orangnya dibunuh ), sehingga pandangan pandangan orang berbeda ini tidak berkembang.</p>
<p>Tapi sekarang jaman sudah berubah, jaman internet dan global , tidak ada yang bisa membungkam lagi perbedaan pandangan. Mau pilih yg mana, terserah sesuai dengan pilihanmu yang kamu yakini benar. Karena itu dijaman sekarang, setiap orang harus menghargai pilihan kebenaran yg diyakini dan tidak boleh memaksakan kebenaran masintreamnya untuk memaksa keyakinan orang lain. Benar atau salah bukan kapasitas manusia yg menentukan, biarlah Tuhan yang menentukan nantinya. Yang penting dalam hidup ini saling menghargai perbedaan yang ada dan tidak memaksakan kebenarnya, apalagi melakukan serangan kekerasan terhadap yg berbeda.</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		Oleh: Rangga Putra Putra		</title>
		<link>https://judhianto.com/sains/jenis-kelamin-ketiga/comment-page-1/#comment-4017</link>

		<dc:creator><![CDATA[Rangga Putra Putra]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 Apr 2014 09:10:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.NontonDunia.com/?p=3279#comment-4017</guid>

					<description><![CDATA[tidak ada kenaran atau kesalahan yg ada sekarang adalah hasil kompromi dr tatanan sosial masyarakat pada suatu empat mereka tinggal ....]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>tidak ada kenaran atau kesalahan yg ada sekarang adalah hasil kompromi dr tatanan sosial masyarakat pada suatu empat mereka tinggal &#8230;.</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		Oleh: dizal		</title>
		<link>https://judhianto.com/sains/jenis-kelamin-ketiga/comment-page-1/#comment-4016</link>

		<dc:creator><![CDATA[dizal]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Dec 2013 03:46:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.NontonDunia.com/?p=3279#comment-4016</guid>

					<description><![CDATA[iInformasi yg amat berharga dan menjadi landasan dalam menyikapi saudara dari jenis kelamin ketiga, dan untuk juru dakwah fikihnya juga perlu di update dong!]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>iInformasi yg amat berharga dan menjadi landasan dalam menyikapi saudara dari jenis kelamin ketiga, dan untuk juru dakwah fikihnya juga perlu di update dong!</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		Oleh: Judhianto		</title>
		<link>https://judhianto.com/sains/jenis-kelamin-ketiga/comment-page-1/#comment-4015</link>

		<dc:creator><![CDATA[Judhianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Oct 2013 07:51:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.NontonDunia.com/?p=3279#comment-4015</guid>

					<description><![CDATA[Sebagai balasan untuk &lt;a href=&quot;https://judhianto.com/sains/jenis-kelamin-ketiga/comment-page-1/#comment-4014&quot;&gt;utthank abe&lt;/a&gt;.

&lt;b&gt;@Utthank Abe:&lt;/b&gt; yup banyak faktor yang bisa saling berebut pengaruh dalam tiap kepala orang...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai balasan untuk <a href="https://judhianto.com/sains/jenis-kelamin-ketiga/comment-page-1/#comment-4014">utthank abe</a>.</p>
<p><b>@Utthank Abe:</b> yup banyak faktor yang bisa saling berebut pengaruh dalam tiap kepala orang&#8230;</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		Oleh: utthank abe		</title>
		<link>https://judhianto.com/sains/jenis-kelamin-ketiga/comment-page-1/#comment-4014</link>

		<dc:creator><![CDATA[utthank abe]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Oct 2013 17:26:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.NontonDunia.com/?p=3279#comment-4014</guid>

					<description><![CDATA[Sebagai balasan untuk &lt;a href=&quot;https://judhianto.com/sains/jenis-kelamin-ketiga/comment-page-1/#comment-4013&quot;&gt;Judhianto&lt;/a&gt;.

biza di hubungkan dengan poztingan maz judi ziztem otak pahala dan ziztem otak zozial. jika ziztem otak ini yang memang bekerja maka dengan zendirinya  orang kelamin ke 3 terzebut menyezuaikan diri dengan lingkungannya.
bahkan biza juga di hubungkan dengan poztingan otak zadar dan tak zadar. bukankah otak tak zadar yang banyak mengambil peran dalam keputuzan.
mmm.. biza juga di hubungkan dengan poztingan mengenai ztruktur dna yg menyimpan informazi genetika dan pengalaman manuzia2 zebelumnya.

jadi mungkin orang kelamin ke 3 akan teruz mengalami pergolakan dalam dirinya. di zini penentuan ia memilih alam primer ato lebih zuka di alam zekunder]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai balasan untuk <a href="https://judhianto.com/sains/jenis-kelamin-ketiga/comment-page-1/#comment-4013">Judhianto</a>.</p>
<p>biza di hubungkan dengan poztingan maz judi ziztem otak pahala dan ziztem otak zozial. jika ziztem otak ini yang memang bekerja maka dengan zendirinya  orang kelamin ke 3 terzebut menyezuaikan diri dengan lingkungannya.<br />
bahkan biza juga di hubungkan dengan poztingan otak zadar dan tak zadar. bukankah otak tak zadar yang banyak mengambil peran dalam keputuzan.<br />
mmm.. biza juga di hubungkan dengan poztingan mengenai ztruktur dna yg menyimpan informazi genetika dan pengalaman manuzia2 zebelumnya.</p>
<p>jadi mungkin orang kelamin ke 3 akan teruz mengalami pergolakan dalam dirinya. di zini penentuan ia memilih alam primer ato lebih zuka di alam zekunder</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		Oleh: Judhianto		</title>
		<link>https://judhianto.com/sains/jenis-kelamin-ketiga/comment-page-1/#comment-4013</link>

		<dc:creator><![CDATA[Judhianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Jul 2013 14:38:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.NontonDunia.com/?p=3279#comment-4013</guid>

					<description><![CDATA[Sebagai balasan untuk &lt;a href=&quot;https://judhianto.com/sains/jenis-kelamin-ketiga/comment-page-1/#comment-4011&quot;&gt;ruslanaskar&lt;/a&gt;.

&lt;b&gt;@Ruslanaskar:&lt;/b&gt; saya setuju, bahwa berubah itu bukan hal yang mustahil. Akan tetapi berubah yang bagaimana?

Seperti komentar saya, ada pengaruh lingkungan sosial yang sangat berperan.

Di negara religius seperti Indonesia, gay bisa diartikan penyakit, laknat Allah, atau tanda kekufuran; sehingga para penyandangnya dengan sekuat tenaga untuk melawan naluri alami mereka agar menjadi &quot;normal&quot;. Bukan hanya mereka berusaha menyesuaikan perilaku, bahkan mereka mencuci otaknya sendiri agar bisa menerima kesengsaraan mereka melawan dorongan alami sebagai kebahagiaan.

Apakah bisa? tentu bisa. Salah satu alat cuci otak yang manjur adalah agama.

Sebagai contoh. bisa kita lihat betapa bahagianya wanita yang mencarikan istri baru bagi suaminya dan menindas keinginannya untuk menjadi satu-satunya cinta bagi suaminya. Agama telah mencuci otaknya dengan mengatakan poligami adalah kebahagiaan sejati bagi wanita, sedangkan mengekang suami dalam cinta setara satu-untuk-satu adalah bujukan ketamakan setan.

Dengan agama, seorang gay bisa yakin bahwa ia menemukan kebahagiaan sejatinya saat menjadi pria lurus dan mengalahkan &quot;setan&quot; nafsunya.

Tapi apakah struktur otaknya berubah? tidak, ia hanya menggantikan perasaan alaminya dengan perasaan yang diperbolehkan agamanya.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai balasan untuk <a href="https://judhianto.com/sains/jenis-kelamin-ketiga/comment-page-1/#comment-4011">ruslanaskar</a>.</p>
<p><b>@Ruslanaskar:</b> saya setuju, bahwa berubah itu bukan hal yang mustahil. Akan tetapi berubah yang bagaimana?</p>
<p>Seperti komentar saya, ada pengaruh lingkungan sosial yang sangat berperan.</p>
<p>Di negara religius seperti Indonesia, gay bisa diartikan penyakit, laknat Allah, atau tanda kekufuran; sehingga para penyandangnya dengan sekuat tenaga untuk melawan naluri alami mereka agar menjadi &#8220;normal&#8221;. Bukan hanya mereka berusaha menyesuaikan perilaku, bahkan mereka mencuci otaknya sendiri agar bisa menerima kesengsaraan mereka melawan dorongan alami sebagai kebahagiaan.</p>
<p>Apakah bisa? tentu bisa. Salah satu alat cuci otak yang manjur adalah agama.</p>
<p>Sebagai contoh. bisa kita lihat betapa bahagianya wanita yang mencarikan istri baru bagi suaminya dan menindas keinginannya untuk menjadi satu-satunya cinta bagi suaminya. Agama telah mencuci otaknya dengan mengatakan poligami adalah kebahagiaan sejati bagi wanita, sedangkan mengekang suami dalam cinta setara satu-untuk-satu adalah bujukan ketamakan setan.</p>
<p>Dengan agama, seorang gay bisa yakin bahwa ia menemukan kebahagiaan sejatinya saat menjadi pria lurus dan mengalahkan &#8220;setan&#8221; nafsunya.</p>
<p>Tapi apakah struktur otaknya berubah? tidak, ia hanya menggantikan perasaan alaminya dengan perasaan yang diperbolehkan agamanya.</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		Oleh: ruslanaskar		</title>
		<link>https://judhianto.com/sains/jenis-kelamin-ketiga/comment-page-1/#comment-4012</link>

		<dc:creator><![CDATA[ruslanaskar]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Jul 2013 11:36:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.NontonDunia.com/?p=3279#comment-4012</guid>

					<description><![CDATA[Membaca nama user Anda saja sudah menggambarkan watak. Setidaknya pakaiah nama yang yang baik. Kalau spt itu caranya, bagaimana bisa orang mau percaya. Masa percaya sama SETAN.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Membaca nama user Anda saja sudah menggambarkan watak. Setidaknya pakaiah nama yang yang baik. Kalau spt itu caranya, bagaimana bisa orang mau percaya. Masa percaya sama SETAN.</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		Oleh: ruslanaskar		</title>
		<link>https://judhianto.com/sains/jenis-kelamin-ketiga/comment-page-1/#comment-4011</link>

		<dc:creator><![CDATA[ruslanaskar]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Jul 2013 10:30:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.NontonDunia.com/?p=3279#comment-4011</guid>

					<description><![CDATA[Sebagai balasan untuk &lt;a href=&quot;https://judhianto.com/sains/jenis-kelamin-ketiga/comment-page-1/#comment-4009&quot;&gt;Judhianto&lt;/a&gt;.

Wah... mengatakan MUSTAHIL dirubah saya tidak setuju. Pada kenyataannya banyak kok gay yang bisa kembali menjadi laki-laki normal (terlepas Anda percaya atau tidak). Gmn, Om dengan fenomena itu.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai balasan untuk <a href="https://judhianto.com/sains/jenis-kelamin-ketiga/comment-page-1/#comment-4009">Judhianto</a>.</p>
<p>Wah&#8230; mengatakan MUSTAHIL dirubah saya tidak setuju. Pada kenyataannya banyak kok gay yang bisa kembali menjadi laki-laki normal (terlepas Anda percaya atau tidak). Gmn, Om dengan fenomena itu.</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		Oleh: hamba setan		</title>
		<link>https://judhianto.com/sains/jenis-kelamin-ketiga/comment-page-1/#comment-4010</link>

		<dc:creator><![CDATA[hamba setan]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Jul 2013 06:33:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.NontonDunia.com/?p=3279#comment-4010</guid>

					<description><![CDATA[Saya mau nanya yang mati matian bahwa hanya ada pria wanita, diluar itu tidak di acc allah atau quran (jaman nabi lut yang sodomi), kalau memang percaya dengan allah, bahwa setiap orang yang tercipta oleh kehendak Allah, lalu mereka yang menakdirkan siapa dong bisa berprilaku semacam itu (setan ya atau jin). Seharusnya tetap diperlakukan sama menurut sya.Coba bayangkankalau jumlah mereka lebih banyak dari yang merasa normal, bukankah yang merasa normal di komunitas mereka juga dianggab menyimpang. Menurut saya quran tidak bisa di jadikan acuan untuk pembenaran di era yang mulai modern, wawasan mulai berkembang dan mulai menghargai hak2  siap orang.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya mau nanya yang mati matian bahwa hanya ada pria wanita, diluar itu tidak di acc allah atau quran (jaman nabi lut yang sodomi), kalau memang percaya dengan allah, bahwa setiap orang yang tercipta oleh kehendak Allah, lalu mereka yang menakdirkan siapa dong bisa berprilaku semacam itu (setan ya atau jin). Seharusnya tetap diperlakukan sama menurut sya.Coba bayangkankalau jumlah mereka lebih banyak dari yang merasa normal, bukankah yang merasa normal di komunitas mereka juga dianggab menyimpang. Menurut saya quran tidak bisa di jadikan acuan untuk pembenaran di era yang mulai modern, wawasan mulai berkembang dan mulai menghargai hak2  siap orang.</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		Oleh: Judhianto		</title>
		<link>https://judhianto.com/sains/jenis-kelamin-ketiga/comment-page-1/#comment-4009</link>

		<dc:creator><![CDATA[Judhianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Jul 2013 17:08:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.NontonDunia.com/?p=3279#comment-4009</guid>

					<description><![CDATA[Sebagai balasan untuk &lt;a href=&quot;https://judhianto.com/sains/jenis-kelamin-ketiga/comment-page-1/#comment-4008&quot;&gt;ruslanaskar&lt;/a&gt;.

&lt;b&gt;@Ruslanaskar:&lt;/b&gt; terima kasih untuk sarannya.
Kalau variasi itu disebut cacat, bagi saya memang tidak salah. Itu memang kelainan sebagaimana mata minus atau cacat fisik lainnya.

Mengenai apakah perlu diambil tindakan untuk menormalkannya, saya rasa ada perbedaan mendasar, yang membuat koreksi untuk kelainan kelamin-gender-orientasiseksual ini berbeda dengan kelainan lainnya.

Koreksi untuk kelainan fisik yang lain relatif mudah. Untuk mata minus, kacamata bisa membantu. Untuk yang tak punya kaki, kaki palsu atau kursi roda bisa membantu.
Sedangkan kelainan kelamin-gender-orientasiseksual ini terdapat pada struktur otak. Sebagai info, dari rekaman aktivitas otak, otak laki-laki dan perempuan bekerja dengan cara yang berbeda. Seorang pria gay mempunyai pola aktivitas otak yang berbeda dengan pola aktivitas pria normal. 

Saat ini merubah struktur otak mustahil dilakukan, sehingga seseorang dengan kelainan kelamin-gender-orientasiseksual ini bila ingin menyelaraskan dengan konfigurasi mainstream, hanya bisa mengubah aspek fisiknya, otaknya tidak bisa. Seperti Dorce yang operasi ganti kelamin.

Untuk perasaan tidak nyaman, tentu semua yang berbeda dengan mainstream merasa tidak nyaman. Bagi yang hidup di negara dengan ikatan sosial yang tinggi seperti di Indonesia, tentu keinginan untuk diterima secara sosial membuat mereka ingin menjadi normal walau harus berkorban. Bagi mereka yang hidup di negara dengan tingkat individualisme tinggi, tentu mereka ingin menjadi diri sendiri dan meminta masyarakat bisa menerima mereka apa adanya.

Di negara yang yang maju, negara wajib memberi fasilitas yang bisa membantu semua warganya, baik yang normal atau yang mempunyai kelainan. 
Jika untuk yang cacat fisik, pemerintah bisa mewajibkan pemilih fasilitas umum (mal, terminal) menyediakan jalur kursi roda; maka pengakuan hak-hak para warganya yang mempunyai kelainan kelamin-gender-orientasiseksual, bukanlah berlebihan.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai balasan untuk <a href="https://judhianto.com/sains/jenis-kelamin-ketiga/comment-page-1/#comment-4008">ruslanaskar</a>.</p>
<p><b>@Ruslanaskar:</b> terima kasih untuk sarannya.<br />
Kalau variasi itu disebut cacat, bagi saya memang tidak salah. Itu memang kelainan sebagaimana mata minus atau cacat fisik lainnya.</p>
<p>Mengenai apakah perlu diambil tindakan untuk menormalkannya, saya rasa ada perbedaan mendasar, yang membuat koreksi untuk kelainan kelamin-gender-orientasiseksual ini berbeda dengan kelainan lainnya.</p>
<p>Koreksi untuk kelainan fisik yang lain relatif mudah. Untuk mata minus, kacamata bisa membantu. Untuk yang tak punya kaki, kaki palsu atau kursi roda bisa membantu.<br />
Sedangkan kelainan kelamin-gender-orientasiseksual ini terdapat pada struktur otak. Sebagai info, dari rekaman aktivitas otak, otak laki-laki dan perempuan bekerja dengan cara yang berbeda. Seorang pria gay mempunyai pola aktivitas otak yang berbeda dengan pola aktivitas pria normal. </p>
<p>Saat ini merubah struktur otak mustahil dilakukan, sehingga seseorang dengan kelainan kelamin-gender-orientasiseksual ini bila ingin menyelaraskan dengan konfigurasi mainstream, hanya bisa mengubah aspek fisiknya, otaknya tidak bisa. Seperti Dorce yang operasi ganti kelamin.</p>
<p>Untuk perasaan tidak nyaman, tentu semua yang berbeda dengan mainstream merasa tidak nyaman. Bagi yang hidup di negara dengan ikatan sosial yang tinggi seperti di Indonesia, tentu keinginan untuk diterima secara sosial membuat mereka ingin menjadi normal walau harus berkorban. Bagi mereka yang hidup di negara dengan tingkat individualisme tinggi, tentu mereka ingin menjadi diri sendiri dan meminta masyarakat bisa menerima mereka apa adanya.</p>
<p>Di negara yang yang maju, negara wajib memberi fasilitas yang bisa membantu semua warganya, baik yang normal atau yang mempunyai kelainan.<br />
Jika untuk yang cacat fisik, pemerintah bisa mewajibkan pemilih fasilitas umum (mal, terminal) menyediakan jalur kursi roda; maka pengakuan hak-hak para warganya yang mempunyai kelainan kelamin-gender-orientasiseksual, bukanlah berlebihan.</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
	</channel>
</rss>
