<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:series="https://publishpress.com/"
	
	>
<channel>
	<title>
	Komentar di: Kacamata Google, Augmented Reality, Agama	</title>
	<atom:link href="https://judhianto.com/sains/kacamata-google-agama/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://judhianto.com/sains/kacamata-google-agama/</link>
	<description>Iman, Realitas dan Pertanyaan Tentangnya</description>
	<lastBuildDate>Sun, 29 Mar 2026 00:03:39 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1</generator>
	<item>
		<title>
		Oleh: Judhianto		</title>
		<link>https://judhianto.com/sains/kacamata-google-agama/comment-page-1/#comment-3321</link>

		<dc:creator><![CDATA[Judhianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Nov 2015 07:18:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://nontondunia.com/?p=2133#comment-3321</guid>

					<description><![CDATA[Sebagai balasan untuk &lt;a href=&quot;https://judhianto.com/sains/kacamata-google-agama/comment-page-1/#comment-3320&quot;&gt;nirwan&lt;/a&gt;.

&lt;b&gt;@Nirwan:&lt;/b&gt; yang mana? ya seperti milih kacamata. 
Tiap orang punya kecocokan masing-masing, pilih saja yang paling cocok untuk anda..]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai balasan untuk <a href="https://judhianto.com/sains/kacamata-google-agama/comment-page-1/#comment-3320">nirwan</a>.</p>
<p><b>@Nirwan:</b> yang mana? ya seperti milih kacamata.<br />
Tiap orang punya kecocokan masing-masing, pilih saja yang paling cocok untuk anda..</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		Oleh: nirwan		</title>
		<link>https://judhianto.com/sains/kacamata-google-agama/comment-page-1/#comment-3320</link>

		<dc:creator><![CDATA[nirwan]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Nov 2015 06:19:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://nontondunia.com/?p=2133#comment-3320</guid>

					<description><![CDATA[pertanyaannya adalah, agama seperti apa yg harus dianut? ataukah cukup menjadi agnostik saja?]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>pertanyaannya adalah, agama seperti apa yg harus dianut? ataukah cukup menjadi agnostik saja?</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		Oleh: wewe		</title>
		<link>https://judhianto.com/sains/kacamata-google-agama/comment-page-1/#comment-3319</link>

		<dc:creator><![CDATA[wewe]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Jul 2014 10:21:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://nontondunia.com/?p=2133#comment-3319</guid>

					<description><![CDATA[Sebagai balasan untuk &lt;a href=&quot;https://judhianto.com/sains/kacamata-google-agama/comment-page-1/#comment-3317&quot;&gt;Judhianto&lt;/a&gt;.

Emangnya harga buatan cina dengan harga buatan amerika, lebih murah cina ya?]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai balasan untuk <a href="https://judhianto.com/sains/kacamata-google-agama/comment-page-1/#comment-3317">Judhianto</a>.</p>
<p>Emangnya harga buatan cina dengan harga buatan amerika, lebih murah cina ya?</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		Oleh: iklan iklan		</title>
		<link>https://judhianto.com/sains/kacamata-google-agama/comment-page-1/#comment-3318</link>

		<dc:creator><![CDATA[iklan iklan]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Sep 2013 08:00:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://nontondunia.com/?p=2133#comment-3318</guid>

					<description><![CDATA[artikelnya menarik nice share...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>artikelnya menarik nice share&#8230;</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		Oleh: Judhianto		</title>
		<link>https://judhianto.com/sains/kacamata-google-agama/comment-page-1/#comment-3317</link>

		<dc:creator><![CDATA[Judhianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 May 2013 23:14:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://nontondunia.com/?p=2133#comment-3317</guid>

					<description><![CDATA[Sebagai balasan untuk &lt;a href=&quot;https://judhianto.com/sains/kacamata-google-agama/comment-page-1/#comment-3316&quot;&gt;Dukun Tulang&lt;/a&gt;.

&lt;b&gt;@Dukun Tulang:&lt;/b&gt; kalau yang buatan Cina sudah keluar, pasti harganya jatuh, tunggu aja :D]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai balasan untuk <a href="https://judhianto.com/sains/kacamata-google-agama/comment-page-1/#comment-3316">Dukun Tulang</a>.</p>
<p><b>@Dukun Tulang:</b> kalau yang buatan Cina sudah keluar, pasti harganya jatuh, tunggu aja 😀</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		Oleh: Dukun Tulang		</title>
		<link>https://judhianto.com/sains/kacamata-google-agama/comment-page-1/#comment-3316</link>

		<dc:creator><![CDATA[Dukun Tulang]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 May 2013 12:43:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://nontondunia.com/?p=2133#comment-3316</guid>

					<description><![CDATA[belum bisa beli sekarang bro, harganya masih $15000 wkwkwkwk]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>belum bisa beli sekarang bro, harganya masih $15000 wkwkwkwk</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		Oleh: Judhianto		</title>
		<link>https://judhianto.com/sains/kacamata-google-agama/comment-page-1/#comment-3315</link>

		<dc:creator><![CDATA[Judhianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 Nov 2012 23:57:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://nontondunia.com/?p=2133#comment-3315</guid>

					<description><![CDATA[Sebagai balasan untuk &lt;a href=&quot;https://judhianto.com/sains/kacamata-google-agama/comment-page-1/#comment-3314&quot;&gt;anotherlastday&lt;/a&gt;.

&lt;b&gt;@AnotherLastDay:&lt;/b&gt; kita mengelola hidup kita sendiri. Tentunya keputusan untuk memakai atau tidak memakai kacamata tertentu tergantung pada kebutuhan kita sendiri. 
Memakai kacamata baca untuk berenang? tentu serupa dengan memakai agama untuk menafsirkan hasil penelitian ilmiah...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai balasan untuk <a href="https://judhianto.com/sains/kacamata-google-agama/comment-page-1/#comment-3314">anotherlastday</a>.</p>
<p><b>@AnotherLastDay:</b> kita mengelola hidup kita sendiri. Tentunya keputusan untuk memakai atau tidak memakai kacamata tertentu tergantung pada kebutuhan kita sendiri.<br />
Memakai kacamata baca untuk berenang? tentu serupa dengan memakai agama untuk menafsirkan hasil penelitian ilmiah&#8230;</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		Oleh: anotherlastday		</title>
		<link>https://judhianto.com/sains/kacamata-google-agama/comment-page-1/#comment-3314</link>

		<dc:creator><![CDATA[anotherlastday]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 Nov 2012 19:57:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://nontondunia.com/?p=2133#comment-3314</guid>

					<description><![CDATA[menarik,,,terima kasih atas tulisannya....membantu sekali...
lalu yang menjadi permenungan saya selanjutnya...(*padahal ga ada yang nanya hehe..) bukan sekedar memakai kacamata/tidak..tapi kapan harus memakai kapan tidak?
haruskah jika sekali saya memutuskan melabeli diri sebagai pemakai kacamata, saya harus menggunakan kacamata saya untuk semua hal?
sebagai pengguna kacamata tentunya saya ingin loyal kepada kacamata saya dan pembuatnya...tapi alangkah baiknya merenungi maksud pembuat kacamata menciptakannya..alangkah konyol jika saya memaksa memakai kacamata baca untuk berenang...alangkah  konyol jika saya menyayangi,membersihkan, melindungi kacamata saya mati2an namun menafikan dan melupakan fungsinya...
mmm...juga ada beberapa hal yang lebih indah dilihat telanjang daripada dengan kacamata.
terima kasih tulisannya.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>menarik,,,terima kasih atas tulisannya&#8230;.membantu sekali&#8230;<br />
lalu yang menjadi permenungan saya selanjutnya&#8230;(*padahal ga ada yang nanya hehe..) bukan sekedar memakai kacamata/tidak..tapi kapan harus memakai kapan tidak?<br />
haruskah jika sekali saya memutuskan melabeli diri sebagai pemakai kacamata, saya harus menggunakan kacamata saya untuk semua hal?<br />
sebagai pengguna kacamata tentunya saya ingin loyal kepada kacamata saya dan pembuatnya&#8230;tapi alangkah baiknya merenungi maksud pembuat kacamata menciptakannya..alangkah konyol jika saya memaksa memakai kacamata baca untuk berenang&#8230;alangkah  konyol jika saya menyayangi,membersihkan, melindungi kacamata saya mati2an namun menafikan dan melupakan fungsinya&#8230;<br />
mmm&#8230;juga ada beberapa hal yang lebih indah dilihat telanjang daripada dengan kacamata.<br />
terima kasih tulisannya.</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		Oleh: Judhianto		</title>
		<link>https://judhianto.com/sains/kacamata-google-agama/comment-page-1/#comment-3313</link>

		<dc:creator><![CDATA[Judhianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 May 2012 17:41:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://nontondunia.com/?p=2133#comment-3313</guid>

					<description><![CDATA[Sebagai balasan untuk &lt;a href=&quot;https://judhianto.com/sains/kacamata-google-agama/comment-page-1/#comment-3312&quot;&gt;Wirawan Winarto&lt;/a&gt;.

&lt;b&gt;@Wirawan Winarto: &lt;/b&gt;augmented reality (AR) adalah realitas tidak nyata yang ditambahkan pada realisme empiris.

AR tidak harus agama. Cinta keluarga, nasionalisme, profesionalisme dan banyak lagi yg bisa membuat sesuatu yg biasa menjadi penting atau bermakna. 

Agama juga bukan berarti harus ada Tuhan di dalamnya seperti yg anda sebut. 

Tuhanpun belum tentu selalu merupakan refleksi nilai2 luhur manusia, bisa jadi refleksi ketakutan-ketakutan manusia terhadap perubahan, atau perasaan inferior lainnya hingga memunculkan sikap intoleran dan bengis.

Saya setuju dgn pendapat anda bahwa AR tidak melulu tentang Tuhan, akan tetapi Tuhan dan Agama merupakan AR yang terbukti efektif digunakan dalam sejarah manusia untuk membantu menghadapi penderitaan dan ketidak-pastian hidup.

Terima kasih komentarnya.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai balasan untuk <a href="https://judhianto.com/sains/kacamata-google-agama/comment-page-1/#comment-3312">Wirawan Winarto</a>.</p>
<p><b>@Wirawan Winarto: </b>augmented reality (AR) adalah realitas tidak nyata yang ditambahkan pada realisme empiris.</p>
<p>AR tidak harus agama. Cinta keluarga, nasionalisme, profesionalisme dan banyak lagi yg bisa membuat sesuatu yg biasa menjadi penting atau bermakna. </p>
<p>Agama juga bukan berarti harus ada Tuhan di dalamnya seperti yg anda sebut. </p>
<p>Tuhanpun belum tentu selalu merupakan refleksi nilai2 luhur manusia, bisa jadi refleksi ketakutan-ketakutan manusia terhadap perubahan, atau perasaan inferior lainnya hingga memunculkan sikap intoleran dan bengis.</p>
<p>Saya setuju dgn pendapat anda bahwa AR tidak melulu tentang Tuhan, akan tetapi Tuhan dan Agama merupakan AR yang terbukti efektif digunakan dalam sejarah manusia untuk membantu menghadapi penderitaan dan ketidak-pastian hidup.</p>
<p>Terima kasih komentarnya.</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		Oleh: Wirawan Winarto		</title>
		<link>https://judhianto.com/sains/kacamata-google-agama/comment-page-1/#comment-3312</link>

		<dc:creator><![CDATA[Wirawan Winarto]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 May 2012 16:48:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://nontondunia.com/?p=2133#comment-3312</guid>

					<description><![CDATA[Nggak sesederhana itu juga, Pak. :)

Kalau kita mau jujur, ada kok pandangan yang hidup di daerah abu-abu seperti beberapa sekte Buddhisme, Deisme, Unitarian, dsb. yang notabene tidak secara langsung mengakui Tuhan namun punya perspektif yang berorientasi pada spiritualitas. Mereka bisa dibilang atheis (atau non-theis) namun hidup mereka tidak &quot;kering&quot; kan? 

Demikian pula sebaliknya, tidak semua agama (atau orang beragama) selalu menempatkan Tuhan sebagai sosok penghibur dan penguat, ada banyak yang menempatkan Tuhan sebagai sosok penghukum dengan aturan-aturan ketat.

Intinya sih, perspektif seseorang terhadap kehidupan itu tidak bisa kita pukul rata hanya berdasarkan dia percaya kepada Tuhan atau tidak :)]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Nggak sesederhana itu juga, Pak. 🙂</p>
<p>Kalau kita mau jujur, ada kok pandangan yang hidup di daerah abu-abu seperti beberapa sekte Buddhisme, Deisme, Unitarian, dsb. yang notabene tidak secara langsung mengakui Tuhan namun punya perspektif yang berorientasi pada spiritualitas. Mereka bisa dibilang atheis (atau non-theis) namun hidup mereka tidak &#8220;kering&#8221; kan? </p>
<p>Demikian pula sebaliknya, tidak semua agama (atau orang beragama) selalu menempatkan Tuhan sebagai sosok penghibur dan penguat, ada banyak yang menempatkan Tuhan sebagai sosok penghukum dengan aturan-aturan ketat.</p>
<p>Intinya sih, perspektif seseorang terhadap kehidupan itu tidak bisa kita pukul rata hanya berdasarkan dia percaya kepada Tuhan atau tidak 🙂</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
	</channel>
</rss>
