<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:series="https://publishpress.com/"
	
	>
<channel>
	<title>
	Komentar di: Agama Manusia: Gajah Di Pelupuk Mata	</title>
	<atom:link href="https://judhianto.com/serial/agama-manusia-gajah-di-pelupuk-mata/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://judhianto.com/serial/agama-manusia-gajah-di-pelupuk-mata/</link>
	<description>Iman, Realitas dan Pertanyaan Tentangnya</description>
	<lastBuildDate>Tue, 02 Jun 2026 11:58:07 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1</generator>
	<item>
		<title>
		Oleh: Hartono		</title>
		<link>https://judhianto.com/serial/agama-manusia-gajah-di-pelupuk-mata/comment-page-1/#comment-4558</link>

		<dc:creator><![CDATA[Hartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 11 Feb 2018 02:44:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.nontondunia.net/?p=4858#comment-4558</guid>

					<description><![CDATA[Sebagai balasan untuk &lt;a href=&quot;https://judhianto.com/serial/agama-manusia-gajah-di-pelupuk-mata/comment-page-1/#comment-4557&quot;&gt;Judhianto&lt;/a&gt;.

Terimakasih Om atas tanggapannya.

Satu bulan terakhir ini sy rajin baca2 tulisan di www.nontondunia.net dan sy kagum sama tulisan2 Om Judhi.. Banyak hal yg sy pelajari dari situ. Salut, dan sy tunggu tulisan2 berikutnya (meski tulisan2 yg ada pun belum selesai sy baca )...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai balasan untuk <a href="https://judhianto.com/serial/agama-manusia-gajah-di-pelupuk-mata/comment-page-1/#comment-4557">Judhianto</a>.</p>
<p>Terimakasih Om atas tanggapannya.</p>
<p>Satu bulan terakhir ini sy rajin baca2 tulisan di <a href="http://www.nontondunia.net" rel="nofollow ugc">http://www.nontondunia.net</a> dan sy kagum sama tulisan2 Om Judhi.. Banyak hal yg sy pelajari dari situ. Salut, dan sy tunggu tulisan2 berikutnya (meski tulisan2 yg ada pun belum selesai sy baca )&#8230;</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		Oleh: Judhianto		</title>
		<link>https://judhianto.com/serial/agama-manusia-gajah-di-pelupuk-mata/comment-page-1/#comment-4557</link>

		<dc:creator><![CDATA[Judhianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 10 Feb 2018 19:46:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.nontondunia.net/?p=4858#comment-4557</guid>

					<description><![CDATA[Sebagai balasan untuk &lt;a href=&quot;https://judhianto.com/serial/agama-manusia-gajah-di-pelupuk-mata/comment-page-1/#comment-4556&quot;&gt;Hartono&lt;/a&gt;.

&lt;b&gt;@Hartono:&lt;/b&gt; saya percaya manusia mempunyai kemampuan otak yang luar biasa, namun kebanyakan potensi kehebatan itu bekerja dibawah alam sadar kita.

Ada beberapa orang yang terlahir dengan bakat hebat memanfaatkan potensi tersebut. Ada yang seperti kalkulator atau ensiklopedia hidup, dan ada yang mampu membaca isyarat-isyarat samar yang tanpa disadari dikomunikasikan orang ke orang lainnya. Menurut saya kemampuan indigo adalah semacam bakat membaca isyarat komunikasi samar manusia yang tidak disadari sendiri oleh pelakunya sendiri. Tentang makhluk halus atau dunia ghaib untuk fenomena indigo, saya tidak percaya.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai balasan untuk <a href="https://judhianto.com/serial/agama-manusia-gajah-di-pelupuk-mata/comment-page-1/#comment-4556">Hartono</a>.</p>
<p><b>@Hartono:</b> saya percaya manusia mempunyai kemampuan otak yang luar biasa, namun kebanyakan potensi kehebatan itu bekerja dibawah alam sadar kita.</p>
<p>Ada beberapa orang yang terlahir dengan bakat hebat memanfaatkan potensi tersebut. Ada yang seperti kalkulator atau ensiklopedia hidup, dan ada yang mampu membaca isyarat-isyarat samar yang tanpa disadari dikomunikasikan orang ke orang lainnya. Menurut saya kemampuan indigo adalah semacam bakat membaca isyarat komunikasi samar manusia yang tidak disadari sendiri oleh pelakunya sendiri. Tentang makhluk halus atau dunia ghaib untuk fenomena indigo, saya tidak percaya.</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		Oleh: Hartono		</title>
		<link>https://judhianto.com/serial/agama-manusia-gajah-di-pelupuk-mata/comment-page-1/#comment-4556</link>

		<dc:creator><![CDATA[Hartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 10 Feb 2018 05:37:30 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.nontondunia.net/?p=4858#comment-4556</guid>

					<description><![CDATA[Sebagai balasan untuk &lt;a href=&quot;https://judhianto.com/serial/agama-manusia-gajah-di-pelupuk-mata/comment-page-1/#comment-4555&quot;&gt;Judhianto&lt;/a&gt;.

Om Judhi..

Saya sy tertarik dgn kalimat &quot;obyektif adalah sesuatu yg dapat di-indera dan dibuktikan oleh orang lain&quot;. Nah, kebanyakan manusia pada umumnya mempunyai panca (lima) indera. Ada pula manusia yg dikaruniai oleh lebih dari 5 indera tersebut, seperti misalnya beberapa manusia indigo.

Nah, dari definisi obyektif di atas, sebuah &quot;kenyataan&quot; bagi manusia yg hanya mempunyai panca indera akan dapat diterima oleh manusia lain yg juga hanya punya panca indera. Bagi manusia indigo,  sebuah &quot;kenyataan&quot; bagi mereka akan dapat diterima oleh manusia yg indigo pula.

Pertanyaan sy, apakah om Judhi percaya adanya manusia indigo atau manusia yg mempunyai lebih dari 5 indera?

Terimakasih..]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai balasan untuk <a href="https://judhianto.com/serial/agama-manusia-gajah-di-pelupuk-mata/comment-page-1/#comment-4555">Judhianto</a>.</p>
<p>Om Judhi..</p>
<p>Saya sy tertarik dgn kalimat &#8220;obyektif adalah sesuatu yg dapat di-indera dan dibuktikan oleh orang lain&#8221;. Nah, kebanyakan manusia pada umumnya mempunyai panca (lima) indera. Ada pula manusia yg dikaruniai oleh lebih dari 5 indera tersebut, seperti misalnya beberapa manusia indigo.</p>
<p>Nah, dari definisi obyektif di atas, sebuah &#8220;kenyataan&#8221; bagi manusia yg hanya mempunyai panca indera akan dapat diterima oleh manusia lain yg juga hanya punya panca indera. Bagi manusia indigo,  sebuah &#8220;kenyataan&#8221; bagi mereka akan dapat diterima oleh manusia yg indigo pula.</p>
<p>Pertanyaan sy, apakah om Judhi percaya adanya manusia indigo atau manusia yg mempunyai lebih dari 5 indera?</p>
<p>Terimakasih..</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		Oleh: Judhianto		</title>
		<link>https://judhianto.com/serial/agama-manusia-gajah-di-pelupuk-mata/comment-page-1/#comment-4555</link>

		<dc:creator><![CDATA[Judhianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 15 Jan 2018 07:09:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.nontondunia.net/?p=4858#comment-4555</guid>

					<description><![CDATA[Sebagai balasan untuk &lt;a href=&quot;https://judhianto.com/serial/agama-manusia-gajah-di-pelupuk-mata/comment-page-1/#comment-4554&quot;&gt;Arjo&lt;/a&gt;.

&lt;b&gt;@Arjo:&lt;/b&gt; inti dari kenyataan itu adalah &#039;nyata&#039;, artinya bisa di-indera dan dibuktikan alias obyektif. Dari hal tersebut, ya tidak relevan dengan apakah ada yang yakin atau sepakat dengannya.

Api itu panas, itu kenyataan. Tak ada hubungannya dengan keyakinan atau kesepakatan seseorang. Anda masukkan tangan tanpa pelindung ke api, ya terbakar, sesederhana itu.

Kalau ada yang yakin dengan pengalaman spiritual, keberadaan jin, atau makhluk halus, ya silakan saja. Namanya juga keyakinan, seabsurd apapun itu hak tiap orang untuk meyakininya. Namun kalau ia ingin orang lain menganggap keyakinannya itu adalah kenyataan, ya yang pertama kali harus dilakukannya adalah menunjukkan bahwa keyakinannya tersebut adalah sesuatu yang obyektif, alias bisa di-indera dan dibuktikan oleh orang lain, tanpa perduli apakah orang lain itu percaya atau tidak dengan keyakinan itu.

Kalau tidak lolos dengan uji obyektivitas semacam itu, ya jangan salahkan kalau keyakinan itu tingkatnya sejajar dengan dongeng Aladin, Dewa Thor, Cinderella, Buto Ijo, Naga terbang, Sinterklas atau Doraemon.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai balasan untuk <a href="https://judhianto.com/serial/agama-manusia-gajah-di-pelupuk-mata/comment-page-1/#comment-4554">Arjo</a>.</p>
<p><b>@Arjo:</b> inti dari kenyataan itu adalah &#8216;nyata&#8217;, artinya bisa di-indera dan dibuktikan alias obyektif. Dari hal tersebut, ya tidak relevan dengan apakah ada yang yakin atau sepakat dengannya.</p>
<p>Api itu panas, itu kenyataan. Tak ada hubungannya dengan keyakinan atau kesepakatan seseorang. Anda masukkan tangan tanpa pelindung ke api, ya terbakar, sesederhana itu.</p>
<p>Kalau ada yang yakin dengan pengalaman spiritual, keberadaan jin, atau makhluk halus, ya silakan saja. Namanya juga keyakinan, seabsurd apapun itu hak tiap orang untuk meyakininya. Namun kalau ia ingin orang lain menganggap keyakinannya itu adalah kenyataan, ya yang pertama kali harus dilakukannya adalah menunjukkan bahwa keyakinannya tersebut adalah sesuatu yang obyektif, alias bisa di-indera dan dibuktikan oleh orang lain, tanpa perduli apakah orang lain itu percaya atau tidak dengan keyakinan itu.</p>
<p>Kalau tidak lolos dengan uji obyektivitas semacam itu, ya jangan salahkan kalau keyakinan itu tingkatnya sejajar dengan dongeng Aladin, Dewa Thor, Cinderella, Buto Ijo, Naga terbang, Sinterklas atau Doraemon.</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		Oleh: Arjo		</title>
		<link>https://judhianto.com/serial/agama-manusia-gajah-di-pelupuk-mata/comment-page-1/#comment-4554</link>

		<dc:creator><![CDATA[Arjo]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 14 Jan 2018 19:01:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.nontondunia.net/?p=4858#comment-4554</guid>

					<description><![CDATA[Menurut saya sih Kenyataan tidak harus kita sepakati bersama,  dan kenyataan bagi saya boleh saya awali berdasarkan keyakinan,  tidak ada kewajiban bagi saya untuk menjelaskan apa alasan saya anggap itu sebagai kenyataan.  Dulu sewaktu ilmu kimia belum mengenal molekul, atom dsb,  maka membicarakan atom, molekul dsb akan dianggap sebagai dongeng. Apakah waktu dulu itu Atom dan molekul tidak nyata?
Keduanya nyata, bahkan sejak alam semesta ini diciptakan, hanya saja ilmu pengetahuan manusia belum sampai. Ada jga yg sdh bisa merasakan atau sdh punya ide lebih awal ttg itu tapi tdk bisa menjelaskannya secara ilmiah. Pengalaman spiritualnya manusia beragam, dan efek nya terhadap individunya jga tidak sama,  ada yg menganggap sebagai ilusi atau halusinasi semata,  ada jga yg mempercayainya, Bagi saya sih saya percaya bahwa ada banyak fakta yang masih asing oleh pengetahuan manusia, sebagai mana asingnya molekul dan atom sebelum ilmu ttg nya berkembang. Alam semesta terlalu luas dan ilmu pengetahuan yang melingkupinya terlalu kompleks bila saya hanya menggantungkan pada indera penglihatan, peraba,  pendengar perasa dan penciuman untuk menjustifikasinya.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Menurut saya sih Kenyataan tidak harus kita sepakati bersama,  dan kenyataan bagi saya boleh saya awali berdasarkan keyakinan,  tidak ada kewajiban bagi saya untuk menjelaskan apa alasan saya anggap itu sebagai kenyataan.  Dulu sewaktu ilmu kimia belum mengenal molekul, atom dsb,  maka membicarakan atom, molekul dsb akan dianggap sebagai dongeng. Apakah waktu dulu itu Atom dan molekul tidak nyata?<br />
Keduanya nyata, bahkan sejak alam semesta ini diciptakan, hanya saja ilmu pengetahuan manusia belum sampai. Ada jga yg sdh bisa merasakan atau sdh punya ide lebih awal ttg itu tapi tdk bisa menjelaskannya secara ilmiah. Pengalaman spiritualnya manusia beragam, dan efek nya terhadap individunya jga tidak sama,  ada yg menganggap sebagai ilusi atau halusinasi semata,  ada jga yg mempercayainya, Bagi saya sih saya percaya bahwa ada banyak fakta yang masih asing oleh pengetahuan manusia, sebagai mana asingnya molekul dan atom sebelum ilmu ttg nya berkembang. Alam semesta terlalu luas dan ilmu pengetahuan yang melingkupinya terlalu kompleks bila saya hanya menggantungkan pada indera penglihatan, peraba,  pendengar perasa dan penciuman untuk menjustifikasinya.</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		Oleh: enno		</title>
		<link>https://judhianto.com/serial/agama-manusia-gajah-di-pelupuk-mata/comment-page-1/#comment-4553</link>

		<dc:creator><![CDATA[enno]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 13 Aug 2017 12:15:39 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.nontondunia.net/?p=4858#comment-4553</guid>

					<description><![CDATA[Membaca blog ini dengan pikiran terbuka memang benar-benar &quot;eye opening&quot;.
Btw, klo boleh request Om, mohon dibahas tentang Lailatul Qodar dan konsep Trinitas.
Terima kasih atas tulisan-tulisannya.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Membaca blog ini dengan pikiran terbuka memang benar-benar &#8220;eye opening&#8221;.<br />
Btw, klo boleh request Om, mohon dibahas tentang Lailatul Qodar dan konsep Trinitas.<br />
Terima kasih atas tulisan-tulisannya.</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		Oleh: Viktor Lerik		</title>
		<link>https://judhianto.com/serial/agama-manusia-gajah-di-pelupuk-mata/comment-page-1/#comment-4552</link>

		<dc:creator><![CDATA[Viktor Lerik]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 07 Jun 2017 14:17:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.nontondunia.net/?p=4858#comment-4552</guid>

					<description><![CDATA[wooowww . . . mantab . . .]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>wooowww . . . mantab . . .</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
	</channel>
</rss>
