<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:series="https://publishpress.com/"
	
	>
<channel>
	<title>
	Komentar di: Agama Manusia: Sebuah Senjakala	</title>
	<atom:link href="https://judhianto.com/serial/agama-manusia-sebuah-senjakala/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://judhianto.com/serial/agama-manusia-sebuah-senjakala/</link>
	<description>Iman, Realitas dan Pertanyaan Tentangnya</description>
	<lastBuildDate>Tue, 02 Jun 2026 12:06:17 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1</generator>
	<item>
		<title>
		Oleh: H. Bebey		</title>
		<link>https://judhianto.com/serial/agama-manusia-sebuah-senjakala/comment-page-1/#comment-4576</link>

		<dc:creator><![CDATA[H. Bebey]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Oct 2019 02:02:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.nontondunia.net/?p=4940#comment-4576</guid>

					<description><![CDATA[Kebetulan topik menarik dengan judul “agama manusia: sebuah senjakala”, dan aku coba ingin masuk lagi untuk nimbrung berdiskusi.
Komentar Nur Hisyam, yang demikian terpatri dalam mengagungkan nabi Muhammad, sedangkan disisi lain Sastro menginformasikan mengenai sesuatu viral yaitu trinitas suatu konsep 1+1+1= 1
Alhamdulilah saat ini ada yang sangat menarik dengan kehadiran Christian Prince di video youtube dengan debatnya, yang menurut aku suatu kebenaran, apa adanya yang tertulis di qur’an maupun hadis, sehingga aku jadi mengerti dan memahmi apa yang sebenarnya terjadi saat diawal agama yang timbul di timur tengah, dikorelasikan dengan judul senjakala yang ditulis mas Yudhi.
Wassalam
H. Bebey]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kebetulan topik menarik dengan judul “agama manusia: sebuah senjakala”, dan aku coba ingin masuk lagi untuk nimbrung berdiskusi.<br />
Komentar Nur Hisyam, yang demikian terpatri dalam mengagungkan nabi Muhammad, sedangkan disisi lain Sastro menginformasikan mengenai sesuatu viral yaitu trinitas suatu konsep 1+1+1= 1<br />
Alhamdulilah saat ini ada yang sangat menarik dengan kehadiran Christian Prince di video youtube dengan debatnya, yang menurut aku suatu kebenaran, apa adanya yang tertulis di qur’an maupun hadis, sehingga aku jadi mengerti dan memahmi apa yang sebenarnya terjadi saat diawal agama yang timbul di timur tengah, dikorelasikan dengan judul senjakala yang ditulis mas Yudhi.<br />
Wassalam<br />
H. Bebey</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		Oleh: sastro		</title>
		<link>https://judhianto.com/serial/agama-manusia-sebuah-senjakala/comment-page-1/#comment-4575</link>

		<dc:creator><![CDATA[sastro]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 Dec 2018 00:29:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.nontondunia.net/?p=4940#comment-4575</guid>

					<description><![CDATA[Sebuah senjakala, brkl sangat relevan dg kondisi saat ini, dimana agama satu rumpun sudah mulai dibuka dikit demi sedikit warnanya melalui media informasi (mustahil utk jaman kemarin kemarin). Yg satu meragukan kenabian karena begitu dominan perannya dlm menegakkan agama, yg lain mempersoalkan konsep 1+1+1=1, dimana konsep inipun diragukan keluar dari Tuhan sendiri.. Lama lama jadi mengena juga pemehaman yg disampaikan Bung Yudi : Nalar utk mengetahui kebenaran hidup.. agama utk memaknainya.. Tks.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebuah senjakala, brkl sangat relevan dg kondisi saat ini, dimana agama satu rumpun sudah mulai dibuka dikit demi sedikit warnanya melalui media informasi (mustahil utk jaman kemarin kemarin). Yg satu meragukan kenabian karena begitu dominan perannya dlm menegakkan agama, yg lain mempersoalkan konsep 1+1+1=1, dimana konsep inipun diragukan keluar dari Tuhan sendiri.. Lama lama jadi mengena juga pemehaman yg disampaikan Bung Yudi : Nalar utk mengetahui kebenaran hidup.. agama utk memaknainya.. Tks.</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		Oleh: bsw		</title>
		<link>https://judhianto.com/serial/agama-manusia-sebuah-senjakala/comment-page-1/#comment-4574</link>

		<dc:creator><![CDATA[bsw]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 25 Dec 2018 06:36:43 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.nontondunia.net/?p=4940#comment-4574</guid>

					<description><![CDATA[Sebagai pembaca setia&#8230;.sayang sekali jika diskusi antara Bang Judhianto vs Bung M. Nur Hisyam terhenti. Saya percaya keduanya memiliki kejeniusan masing2 yang berbeda ranahnya. Bang Judhi dengan pemikiran realistiknya dan Bung Hisyam dengan kemampuan menulis serta pengetahuan dogmatis yg saya kira mumpuni. Ayo Bung Hisyam, lanjutkan, jangan menyerah..&lt;br /&gt;
Cari apa yg ditanyakan Bang Judhi, tp jangan modal ngeyel aja. Mari jadikan kolom komentar ini menjadi ajang diskusi yg baik: hilangkan emosi, tidak memaksakan pendapat, fokus ke persoalan, tidak memberi label sebagai pelampiasan emosi, tidak menjatuhkan pribadi lawan diskusi, mencari titik temu akan tema diskusi bukan menambah masalah.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai pembaca setia&#8230;.sayang sekali jika diskusi antara Bang Judhianto vs Bung M. Nur Hisyam terhenti. Saya percaya keduanya memiliki kejeniusan masing2 yang berbeda ranahnya. Bang Judhi dengan pemikiran realistiknya dan Bung Hisyam dengan kemampuan menulis serta pengetahuan dogmatis yg saya kira mumpuni. Ayo Bung Hisyam, lanjutkan, jangan menyerah..<br />
Cari apa yg ditanyakan Bang Judhi, tp jangan modal ngeyel aja. Mari jadikan kolom komentar ini menjadi ajang diskusi yg baik: hilangkan emosi, tidak memaksakan pendapat, fokus ke persoalan, tidak memberi label sebagai pelampiasan emosi, tidak menjatuhkan pribadi lawan diskusi, mencari titik temu akan tema diskusi bukan menambah masalah.</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		Oleh: Judhianto		</title>
		<link>https://judhianto.com/serial/agama-manusia-sebuah-senjakala/comment-page-1/#comment-4573</link>

		<dc:creator><![CDATA[Judhianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 05 Dec 2018 09:16:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.nontondunia.net/?p=4940#comment-4573</guid>

					<description><![CDATA[Sebagai balasan untuk &lt;a href=&quot;https://judhianto.com/serial/agama-manusia-sebuah-senjakala/comment-page-1/#comment-4572&quot;&gt;M. Nur HIsyam&lt;/a&gt;.

&lt;b&gt;@M. Nur Hisyam:&lt;/b&gt; kok bercerita tentang &quot;mereka&quot;?

Yang saya bahas di komentar ini jelas kok, bahwa Nabi meramalkan waktu datangnya kiamat dalam 4 hadis riwayat Muslim. Dan ramalan Nabi terbukti salah.

Kalau anda tahu bagaimana cara mengeles dari kesalahan ini, ya silakan tuliskan di sini, akan jadi masukan yang baik bagi pembaca yang lain. Kalau anda tahu argumentasi ulama dalam meng-counter masalah ini, mohon disampaikan di sini, lebih bagus lagi kalau ada link-nya yang bisa kita baca sendiri.

Gak usah menyalahkan orang lain. Ngramal salah kok menyalahkan orang lain.

&lt;blockquote&gt;Jadi, sampai kapan pun dialog ini tidak akan pernah mencapai titik temu.&lt;/blockquote&gt;

Ya jelas pasti begitu, wong saat ditunjukkan salahnya kok ngeles nglantur kemana-mana dan menuduh macam-macam. 
Belajarlah menghadapi masalah dengan jujur, kalau salah, ya akui saja salah.

:)]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai balasan untuk <a href="https://judhianto.com/serial/agama-manusia-sebuah-senjakala/comment-page-1/#comment-4572">M. Nur HIsyam</a>.</p>
<p><b>@M. Nur Hisyam:</b> kok bercerita tentang &#8220;mereka&#8221;?</p>
<p>Yang saya bahas di komentar ini jelas kok, bahwa Nabi meramalkan waktu datangnya kiamat dalam 4 hadis riwayat Muslim. Dan ramalan Nabi terbukti salah.</p>
<p>Kalau anda tahu bagaimana cara mengeles dari kesalahan ini, ya silakan tuliskan di sini, akan jadi masukan yang baik bagi pembaca yang lain. Kalau anda tahu argumentasi ulama dalam meng-counter masalah ini, mohon disampaikan di sini, lebih bagus lagi kalau ada link-nya yang bisa kita baca sendiri.</p>
<p>Gak usah menyalahkan orang lain. Ngramal salah kok menyalahkan orang lain.</p>
<blockquote><p>Jadi, sampai kapan pun dialog ini tidak akan pernah mencapai titik temu.</p></blockquote>
<p>Ya jelas pasti begitu, wong saat ditunjukkan salahnya kok ngeles nglantur kemana-mana dan menuduh macam-macam.<br />
Belajarlah menghadapi masalah dengan jujur, kalau salah, ya akui saja salah.</p>
<p>🙂</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		Oleh: M. Nur HIsyam		</title>
		<link>https://judhianto.com/serial/agama-manusia-sebuah-senjakala/comment-page-1/#comment-4572</link>

		<dc:creator><![CDATA[M. Nur HIsyam]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 05 Dec 2018 08:51:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.nontondunia.net/?p=4940#comment-4572</guid>

					<description><![CDATA[Pada awalnya mereka berusaha sekuat daya menemukan kelemahan firman Allah dalam kitab suci-Nya. Namun sampai saat ini –dan sampai hari kiamat kelak– al-Qur’an tetap terjaga dari argumentasi akal-akal kotor.

Tak cukup sampai disitu, sabda Rasul Allah (hadits) juga menjadi sasaran “kemurkaan” mereka.

Sudah barang tentu para agamawan/ulama tak tinggal diam.

Argumentasi ulama dalam meng-counter klaim-klaim jahat mereka (termasuk tentang masa depan dan hari kiamat) dapat dengan mudah kita baca dan akses dari sejumlah literatur.

Intinya sederhana, Anda berada pada jalur yang mendewakan sains dan menafikan dalil/firman Tuhan.

Jadi, sampai kapan pun dialog ini tidak akan pernah mencapai titik temu.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada awalnya mereka berusaha sekuat daya menemukan kelemahan firman Allah dalam kitab suci-Nya. Namun sampai saat ini –dan sampai hari kiamat kelak– al-Qur’an tetap terjaga dari argumentasi akal-akal kotor.</p>
<p>Tak cukup sampai disitu, sabda Rasul Allah (hadits) juga menjadi sasaran “kemurkaan” mereka.</p>
<p>Sudah barang tentu para agamawan/ulama tak tinggal diam.</p>
<p>Argumentasi ulama dalam meng-counter klaim-klaim jahat mereka (termasuk tentang masa depan dan hari kiamat) dapat dengan mudah kita baca dan akses dari sejumlah literatur.</p>
<p>Intinya sederhana, Anda berada pada jalur yang mendewakan sains dan menafikan dalil/firman Tuhan.</p>
<p>Jadi, sampai kapan pun dialog ini tidak akan pernah mencapai titik temu.</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		Oleh: Judhianto		</title>
		<link>https://judhianto.com/serial/agama-manusia-sebuah-senjakala/comment-page-1/#comment-4571</link>

		<dc:creator><![CDATA[Judhianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 05 Dec 2018 02:54:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.nontondunia.net/?p=4940#comment-4571</guid>

					<description><![CDATA[Sebagai balasan untuk &lt;a href=&quot;https://judhianto.com/serial/agama-manusia-sebuah-senjakala/comment-page-1/#comment-4570&quot;&gt;M. Nur HIsyam&lt;/a&gt;.

&lt;b&gt;@M. Nur Hisyam:&lt;/b&gt; jadi benar kan, bahwa ramalan nabi tentang saat kiamat salah?

Sumber yang saya kutip itu kumpulan hadis riwayat Imam Muslim yang sudah ada sejak sebelum ada para orientalis. Jadi gak nyambung kalau anda menuduh itu ulah para orientalis.

Tentang mukjizat, semua budaya punya kisah ajaib masing-masing. Ada Malin Kundang yang jadi batu, ada Sangkuriang dengan gunung Tangkuban Parahu, ada Bandung Bondowoso dan seribu candi, dan sebagainya. Gak ada bedanya dengan kisah-kisah kitab suci, dipercaya benar dan nyata hanya oleh yang percaya saja.

Kalau mau dipercaya tiap orang dan diterima sebagai kebenaran, ya tunjukkan saja bahwa kisah dan klaim itu bisa diverifikasi. Sesederhana itu saja kok. :)]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai balasan untuk <a href="https://judhianto.com/serial/agama-manusia-sebuah-senjakala/comment-page-1/#comment-4570">M. Nur HIsyam</a>.</p>
<p><b>@M. Nur Hisyam:</b> jadi benar kan, bahwa ramalan nabi tentang saat kiamat salah?</p>
<p>Sumber yang saya kutip itu kumpulan hadis riwayat Imam Muslim yang sudah ada sejak sebelum ada para orientalis. Jadi gak nyambung kalau anda menuduh itu ulah para orientalis.</p>
<p>Tentang mukjizat, semua budaya punya kisah ajaib masing-masing. Ada Malin Kundang yang jadi batu, ada Sangkuriang dengan gunung Tangkuban Parahu, ada Bandung Bondowoso dan seribu candi, dan sebagainya. Gak ada bedanya dengan kisah-kisah kitab suci, dipercaya benar dan nyata hanya oleh yang percaya saja.</p>
<p>Kalau mau dipercaya tiap orang dan diterima sebagai kebenaran, ya tunjukkan saja bahwa kisah dan klaim itu bisa diverifikasi. Sesederhana itu saja kok. 🙂</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		Oleh: M. Nur HIsyam		</title>
		<link>https://judhianto.com/serial/agama-manusia-sebuah-senjakala/comment-page-1/#comment-4570</link>

		<dc:creator><![CDATA[M. Nur HIsyam]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 05 Dec 2018 02:02:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.nontondunia.net/?p=4940#comment-4570</guid>

					<description><![CDATA[Ha ha ... ternyata asyik juga berdialog dengan Pak Judhianto.

Sebelumnya salam kenal pak.

Rasul (utusan Allah) dalam persepektif agama islam tidaklah sama dengan manusia dalam beberapa hal. Tiap Rasul dibekali mukjizat oleh Allah SWT. Sementara peramal/dukun lebih memilih berkolega dengan iblis/setan.

Kemukjizatan para Rasul tidak akan bisa diungkap akal/sains karena ia “melanggar” hukum alam dan diluar nalar.

Tongkat/kayu menjelma menjadi ular. Raga yang tidak hangus oleh amukan api yang membara, tulang belulang yang tercerai berai terhimpun kembali menjadi satu kesatuan jasad, hidupnya kembali orang yang telah mati, adalah beberapa fakta kemukjizatan itu. Sayangnya kita tidak hidup dizaman itu untuk menyaksikannya dengan mata kepala.

Hanya cahaya iman yang menerangi jiwa yang dapat mempercayai kemukjizatan para Rasul pilihan Allah itu.

Saya tidak ingin berpanjang lebar tentang hadits yang Anda sebutkan, karena sudah banyak literatur yang memperbincangkannya. Itu hanyalah bentuk kegemasan para orientalis dengan kebenaran islam.

Dan satu alasan lagi, titik temu tidak akan didapat karena Bapak lebih percaya dengan sesuatu yang bisa dibuktikan. Disini repotnya.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ha ha &#8230; ternyata asyik juga berdialog dengan Pak Judhianto.</p>
<p>Sebelumnya salam kenal pak.</p>
<p>Rasul (utusan Allah) dalam persepektif agama islam tidaklah sama dengan manusia dalam beberapa hal. Tiap Rasul dibekali mukjizat oleh Allah SWT. Sementara peramal/dukun lebih memilih berkolega dengan iblis/setan.</p>
<p>Kemukjizatan para Rasul tidak akan bisa diungkap akal/sains karena ia “melanggar” hukum alam dan diluar nalar.</p>
<p>Tongkat/kayu menjelma menjadi ular. Raga yang tidak hangus oleh amukan api yang membara, tulang belulang yang tercerai berai terhimpun kembali menjadi satu kesatuan jasad, hidupnya kembali orang yang telah mati, adalah beberapa fakta kemukjizatan itu. Sayangnya kita tidak hidup dizaman itu untuk menyaksikannya dengan mata kepala.</p>
<p>Hanya cahaya iman yang menerangi jiwa yang dapat mempercayai kemukjizatan para Rasul pilihan Allah itu.</p>
<p>Saya tidak ingin berpanjang lebar tentang hadits yang Anda sebutkan, karena sudah banyak literatur yang memperbincangkannya. Itu hanyalah bentuk kegemasan para orientalis dengan kebenaran islam.</p>
<p>Dan satu alasan lagi, titik temu tidak akan didapat karena Bapak lebih percaya dengan sesuatu yang bisa dibuktikan. Disini repotnya.</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		Oleh: Judhianto		</title>
		<link>https://judhianto.com/serial/agama-manusia-sebuah-senjakala/comment-page-1/#comment-4569</link>

		<dc:creator><![CDATA[Judhianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Dec 2018 09:29:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.nontondunia.net/?p=4940#comment-4569</guid>

					<description><![CDATA[Sebagai balasan untuk &lt;a href=&quot;https://judhianto.com/serial/agama-manusia-sebuah-senjakala/comment-page-1/#comment-4568&quot;&gt;M. Nur HIsyam&lt;/a&gt;.

&lt;b&gt;@M. Nur Hisyam:&lt;/b&gt; anda menulis:

&lt;blockquote&gt;Tidak ada satu manusia pun yang mampu “menerawang” masa depan kecuali utusan/Rasul Allah SWT, Nabi Muhammad SAW&lt;/blockquote&gt;

peramal masa depan itu banyak sekali Ada yang berdasarkan bisikan ghaib atau terawangan mata batin seperti Nabi, Joyoboyo, Nostradamus, Paranormal, Dukun, cenayang dan sebagainya. Ada pula yang berdasarkan proyeksi perkembangan sains.

Yang mana yang cocok? ada yang bisa dicek karena waktunya jelas, ada yang gak bisa dicek karena gak spesifik waktunya.

Untuk nabi, salah satu yang bisa dicek adalah ramalan nabi adalah tentang kiamat. Ada 3 atau 4 hadis nabi yang mengabarkan kapan kiamat dalam jangka waktu spesifik.

&lt;blockquote&gt;Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami Yunus bin Muhammad dari Hammad bin Salamah dari Tsabit dari Anas seseorang bertanya kepada Rasulullah Shallallahu &#039;alaihi wa Salam kapan terjadinya kiamat dan didekatnya ada anak kecil dari Anshar bernama Muhammad, beliau menjawab: &quot;Bila anak ini masih hidup, mungkin ia tidak sampai tua hingga kiamat terjadi.&quot; Hadits Shahih Muslim No. 5249&lt;/blockquote&gt;

https://www.hadits.id/hadits/muslim/5248
https://www.hadits.id/hadits/muslim/5249
https://www.hadits.id/hadits/muslim/5250
https://www.hadits.id/hadits/muslim/5251

Anak kecil di jaman Nabi tersebut apa masih hidup sampai sekarang? kalau sudah mati, kok kiamat belum datang? ngawur bukan ramalan nabi?

Untungnya ramalan nabi lainnya tidak punya waktu spesifik yang bisa digunakan untuk mengecek, seperti dongengan Dajjal. Karena kalau ditanya mana dajjal, orang bisa ngeles dengan mengatakan: &quot;kan waktunya kelak sebelum akhir jaman? bukan sekarang&quot;

Kalau ramalan sains? 
Televisi, radio, pesawat terbang, ekspedisi ke luar angkasa, bom atom, itu semua sudah diprediksikan para ilmuwan sebelum mereka bisa mewujudkannya.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai balasan untuk <a href="https://judhianto.com/serial/agama-manusia-sebuah-senjakala/comment-page-1/#comment-4568">M. Nur HIsyam</a>.</p>
<p><b>@M. Nur Hisyam:</b> anda menulis:</p>
<blockquote><p>Tidak ada satu manusia pun yang mampu “menerawang” masa depan kecuali utusan/Rasul Allah SWT, Nabi Muhammad SAW</p></blockquote>
<p>peramal masa depan itu banyak sekali Ada yang berdasarkan bisikan ghaib atau terawangan mata batin seperti Nabi, Joyoboyo, Nostradamus, Paranormal, Dukun, cenayang dan sebagainya. Ada pula yang berdasarkan proyeksi perkembangan sains.</p>
<p>Yang mana yang cocok? ada yang bisa dicek karena waktunya jelas, ada yang gak bisa dicek karena gak spesifik waktunya.</p>
<p>Untuk nabi, salah satu yang bisa dicek adalah ramalan nabi adalah tentang kiamat. Ada 3 atau 4 hadis nabi yang mengabarkan kapan kiamat dalam jangka waktu spesifik.</p>
<blockquote><p>Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami Yunus bin Muhammad dari Hammad bin Salamah dari Tsabit dari Anas seseorang bertanya kepada Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa Salam kapan terjadinya kiamat dan didekatnya ada anak kecil dari Anshar bernama Muhammad, beliau menjawab: &#8220;Bila anak ini masih hidup, mungkin ia tidak sampai tua hingga kiamat terjadi.&#8221; Hadits Shahih Muslim No. 5249</p></blockquote>
<p><a href="https://www.hadits.id/hadits/muslim/5248" rel="nofollow ugc">https://www.hadits.id/hadits/muslim/5248</a><br />
<a href="https://www.hadits.id/hadits/muslim/5249" rel="nofollow ugc">https://www.hadits.id/hadits/muslim/5249</a><br />
<a href="https://www.hadits.id/hadits/muslim/5250" rel="nofollow ugc">https://www.hadits.id/hadits/muslim/5250</a><br />
<a href="https://www.hadits.id/hadits/muslim/5251" rel="nofollow ugc">https://www.hadits.id/hadits/muslim/5251</a></p>
<p>Anak kecil di jaman Nabi tersebut apa masih hidup sampai sekarang? kalau sudah mati, kok kiamat belum datang? ngawur bukan ramalan nabi?</p>
<p>Untungnya ramalan nabi lainnya tidak punya waktu spesifik yang bisa digunakan untuk mengecek, seperti dongengan Dajjal. Karena kalau ditanya mana dajjal, orang bisa ngeles dengan mengatakan: &#8220;kan waktunya kelak sebelum akhir jaman? bukan sekarang&#8221;</p>
<p>Kalau ramalan sains?<br />
Televisi, radio, pesawat terbang, ekspedisi ke luar angkasa, bom atom, itu semua sudah diprediksikan para ilmuwan sebelum mereka bisa mewujudkannya.</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		Oleh: M. Nur HIsyam		</title>
		<link>https://judhianto.com/serial/agama-manusia-sebuah-senjakala/comment-page-1/#comment-4568</link>

		<dc:creator><![CDATA[M. Nur HIsyam]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Dec 2018 08:59:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.nontondunia.net/?p=4940#comment-4568</guid>

					<description><![CDATA[Sepertinya sains yang Anda gunakan sebagai kendaraan meneropong masa depan ketinggalan zaman. Tidak ada satu manusia pun yang mampu “menerawang” masa depan kecuali utusan/Rasul Allah SWT, Nabi Muhammad SAW.

Apakah Anda pernah membaca atau mendengar hadits tentang kematian Dajjal di masanya itu? Apakah ia tamat oleh senjata berteknologi amat tinggi? Apakah ia tewas ditangan robot super canggih?

Mengapa sains pada masa itu tak lagi menampakkan sinar cemerlangnya? Apa yang menyebabkan sains pada masa itu meredup dan bahkan kehilangan eksistensinya?

Saya tidak bermaksud memaksa Anda masuk wilayah agama terlalu dalam dan mempercayainya. Karena agama perkara yang subyektif. Dan tidak juga meremehkan upaya orang-orang jenius yang telah bersusah payah mempopulerkan sains sehingga dikenal di seantero bumi.

Namun, sebagai umat beragama –yang setiap detakan jantung menghirup oksigen-Nya– tidak sepantasnya mengesampingkan Allah dalam setiap pemikiran dan gerak-laku.

Peristiwa apa pun yang telah, sedang, dan akan terjadi semuanya tak terlepas dari “campur tangan” Allah, sang Pencipta bumi dan langit dan beserta apa yang ada diantara keduanya.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sepertinya sains yang Anda gunakan sebagai kendaraan meneropong masa depan ketinggalan zaman. Tidak ada satu manusia pun yang mampu “menerawang” masa depan kecuali utusan/Rasul Allah SWT, Nabi Muhammad SAW.</p>
<p>Apakah Anda pernah membaca atau mendengar hadits tentang kematian Dajjal di masanya itu? Apakah ia tamat oleh senjata berteknologi amat tinggi? Apakah ia tewas ditangan robot super canggih?</p>
<p>Mengapa sains pada masa itu tak lagi menampakkan sinar cemerlangnya? Apa yang menyebabkan sains pada masa itu meredup dan bahkan kehilangan eksistensinya?</p>
<p>Saya tidak bermaksud memaksa Anda masuk wilayah agama terlalu dalam dan mempercayainya. Karena agama perkara yang subyektif. Dan tidak juga meremehkan upaya orang-orang jenius yang telah bersusah payah mempopulerkan sains sehingga dikenal di seantero bumi.</p>
<p>Namun, sebagai umat beragama –yang setiap detakan jantung menghirup oksigen-Nya– tidak sepantasnya mengesampingkan Allah dalam setiap pemikiran dan gerak-laku.</p>
<p>Peristiwa apa pun yang telah, sedang, dan akan terjadi semuanya tak terlepas dari “campur tangan” Allah, sang Pencipta bumi dan langit dan beserta apa yang ada diantara keduanya.</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		Oleh: Judhianto		</title>
		<link>https://judhianto.com/serial/agama-manusia-sebuah-senjakala/comment-page-1/#comment-4567</link>

		<dc:creator><![CDATA[Judhianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 Nov 2018 04:42:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.nontondunia.net/?p=4940#comment-4567</guid>

					<description><![CDATA[Sebagai balasan untuk &lt;a href=&quot;https://judhianto.com/serial/agama-manusia-sebuah-senjakala/comment-page-1/#comment-4566&quot;&gt;M. Nur HIsyam&lt;/a&gt;.

&lt;b&gt;@M. Nur Hisyam: &lt;/b&gt; sampai kapanpun? berdasarkan proyeksi perkembangan teknologi di masa depan?, atau sekedar berdasarkan dogma yang pernah mengatakan manusia dibuat dari lempung itu?]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai balasan untuk <a href="https://judhianto.com/serial/agama-manusia-sebuah-senjakala/comment-page-1/#comment-4566">M. Nur HIsyam</a>.</p>
<p><b>@M. Nur Hisyam: </b> sampai kapanpun? berdasarkan proyeksi perkembangan teknologi di masa depan?, atau sekedar berdasarkan dogma yang pernah mengatakan manusia dibuat dari lempung itu?</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
	</channel>
</rss>
