Segelintir orang, pemilik kekayaan dunia
Distribusi kekayaan penduduk dunia selalu mengikuti bentuk piramid. Ada bagian kecil orang yang sangat-sangat kaya, sebagian sedang-sedang saja, namun sangat banyak yang miskin. Di kelompok yang sangat kaya itu, jam tangan yang mereka pakai, mungkin tidak akan pernah bisa terbeli oleh penghasilan seumur hidup kelompok miskin itu.
Pola ini tidak berubah dari masa ke masa, angka batasnya mungkin berubah, namun selalu saja yang sangat kaya selalu sedikit, dan dunia selalu dipenuhi orang-orang yang kekayaannya sedikit.

Kebanyakan manusia berakhir di Neraka
Itu urusan dunia. Bagaimana dengan urusan akhirat?
Walaupun akhirat adalah ranah kepercayaan dan belum terbukti sebagai realitas, namun distribusi yang mendapat keselamatan dan merugi atau yang mendapat surga dan neraka sepertinya sudah dikabarkan.
Dalam sebuah Hadis, Nabi Muhammad mengatakan:
Hari itu adalah hari di mana Allah SWT berkata kepada Nabi Adam as, “Berdirilah dan utuslah dari anakmu utusan ke neraka!”. Lalu Nabi Adam bertanya, “Berapa dari setiap seribu?”. Allah Yang Maha Luhur pun menjawab, “Dari setiap seribu, sembilan ratus sembilan puluh sembilan masuk ke neraka dan satu masuk ke surga !”. [Terjemahan dari kitab Daqoiqul Akhbar]

Kesimpulan pedih
Jadi, nasib manusia tidaklah begitu beruntung. Di dunia, sebagian besar manusia tidak akan kaya. Di akhirat, sebagian besar manusia akan menderita dalam siksaan neraka.
Jika kita mengikuti akal, maka paparan di atas bisa membawa kita menarik kesimpulan bahwa manusia memang dirancang untuk menderita.
Dan astaga!, akal itu bisa membawa kita menuduh, bahwa Allah yang merancang manusia dan menetapkan nasib manusia, memang berencana menyengsarakan manusia.
Astaga!
Hiburan Iman, abaikan kesimpulan
Namun untunglah Islam mempunyai solusi untuk menghindari umatnya menggunakan akalnya untuk menemukan, bahwa Allah merancang kesengsaraan manusia.
Solusinya adalah, jangan gunakan akal untuk menyimpulkan tentang Allah, gunakan iman.
Dalam iman, Allah mempunyai 99 nama yang menunjukkan sifat-sifat yang baik, salah satunya adalah Maha Pengasih dan Maha Penyayang.
Maka, jika imanmu benar, sebelum setiap kali akan melakukan sesuatu, apa saja, sebutlah Bismillahirohmanirohim, dengan nama Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang. Camkan bahwa Allah itu Maha Pengasih dan Maha Penyayang.
Selain itu menyebut Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang akan wajib anda sebut berulang-ulang dalam shalat 5 waktu anda, dan dalam zikir yang khusus menyebutkan nama-nama baik Allah berulang-ulang.
Jika anda ahli ibadah dan sangat beriman, anda bisa mengulang-ulang puluhan hingga ribuan kali ucapan Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.
Otak anda dijejali dengan sifat-sifat baik Allah tersebut tanpa henti, hingga anda bisa menerima bahwa Allah Maha Pengasih dan Maha Penyayang adalah sebagai kebenaran.
Anda bahkan bakal menolak kesimpulan nalar anda, yang menunjukkan bahwa Allah-lah yang merancang sebagian besar manusia untuk miskin dan masuk neraka.
Sungguh beruntung orang beriman, hidup mereka menjadi tenang, mengira Allah mengasihi manusia.


